Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Mengalah Demi Freya


__ADS_3

Sejak kedatangan Caroline, sikap Freya sedikit berubah, ia sering terlihat bengong dan melamun.


Kinar yang melihat perubahan Freya menjadi khawatir.


Kinar sangat tahu apa yang Freya pikirkan saat ini.


Ia pasti merindukan mamanya , disaat itu juga ia membenci mamanya karena meninggalkannya begitu saja sewaktu kecil.


Perasaan itu pernah Kinar rasakan dulu saat ia kecil.


Demi kebaikan Freya, Kinar merasa harus menurunkan sedikit egonya demi perasaan Freya.


Walau sejujurnya Kinar tak menyukai jika Caroline berada di sekitar Michael, namun walau bagaimanapun Caroline adalah mama kandung putrinya.


Siang itu Kinar mampir ke kediaman Michael untuk menemui Freya, sementara Michael sedang melakukan perjalanan bisnis.


Saat Kinar datang terlihat gadis ceria itu murung, menekuk kakinya sambil melihat kolam ikan.


Tapi pikirannya kosong


Bahkan biasanya ia akan menyadari Kinar datang, namun kali ini Freya hanyut dalam pikirannya sendiri


"Sayang lagi apa nih?" tegur Kinar , namun Freya tak bergeming


"Freya sayang, kamu lagi apa???" tanya Kinar menyentuh bahu Freya.


Freya yang sedang hanyut dalam lamunannya kembali tersadar dan menoleh


"Eh mama Kinar, kapan mama datang?" tanya Freya


"uhm lima belas menit yang lalu saat seorang gadis kecil cantik sedang melamun sendirian di tepi kolam ikan" ucap Kinar menggoda Freya, terlihat gadis kecil itu tersenyum kikuk


"Mau cerita???" tanya Kinar kemudian


"Cerita apa ma?"


"Ya cerita apa aja, cerita apa yang mengganjal hati kamu, cerita apa yang membuat kamu melamun"


"Freya gak punya sesuatu yang mau di ceritakan ma" kelit Freya tak mau menyakiti Kinar karena membahas mamanya


"Uhm ini tentang mama Caroline kan???" tanya Kinar membuat Freya terkejut


"Dari mna mama Kinar tahu kalau Freya lagi mikirin mama.caroline???" Kinar tersenyum kecut, tebakannya benar


"Itu di kening Freya ada tulisannya" ucap Kinar tersenyum


"Masa sih ma??? Freya kok gak tahu???


Freya lalu berjalan mendekati pintu kaca dan bercermin, namun ia tak melihat apapun.


Saat Bu Tumini lewat ia memanggil pengasuhnya itu


"Nani Tum, apa di kening Freya ada tulisan??? kok Freya gak bisa lihat ya??"


Bu Tumini hanya tertawa kecil membuat Freya mengerutkan alisnya dan berfikir

__ADS_1


"Mama ih ngerjain Freya aja" ucap Freya cemberut membuat Kinar tertawa dan menjawil hidung mancung Freya


"Habis Freya kaya nenek-nenek sih melamun aja.


Tahu gak, orang yang sering melamun, marah itu buat cepet tua loh.


Emang Freya mau cepet tua?"


"Ih gak mau ma, Freya mau tetap imut biar di sayang mama.terus" ucap Freya bergelendot manja pada Kinar


"Kalau ada yang mau di ceritakan, Freya harus cerita sama mama Kinar.


mama akan mendengarkan apapun keluhan Freya.


Termasuk tentang mama Caroline.


Freya wajar memikirkan mama Caroline karena beliau adalah mama Freya" ucap Kinar lembut


"Mama gak marah???"


"Kenapa harus marah sayang.


Freya kan anak baik, anak baik harus berbakti sama orangtua dan mama Caroline kan Mama kandung Freya"


Ucap Kinar membuat Freya menatap Kinar dalam


"Freya benci mama Caroline, dia meninggalkan Freya waktu kecil" ucapnya dengan mata berkaca-kaca


Kinar memeluknya dan gadis kecil itu mulai menangis sampai bahunya berguncang-guncang


Setelah tangis Freya reda, Kinar menghapus Ir matanya dengan jari tangannya


"Terkadang permasalahan orangtua anak-anak tak akan mengerti. Anggap saja mama Caroline khilaf


Jadi sebagai anak Freya harus memaafkan.


Ingat surga berada di bawah telapak kaki mama"


"Jadi Freya harus memaafkan ya ma??" tanya nya dengan mata polos


"Tentu sayang, harus.


Allah saja maha pemberi maaf masa mahluk ciptaanya gak mau memaafkan???"


"Mama harus tahu, Freya sayang mama"


"Tentu saja mama juga sayaaaaaang banget sama Freya" ucap Kinar mengecup kening Freya.


Setelah dua jam di kediaman Michael Kinar berangkat kuliah. Ia juga tak lupa menelpon Michael mengenai Maslah Freya, walau Michael awalnya ragu dan tak yakin, Kinar terus berusaha meyakinkan bahwa ia baik-baik saja, asalkan Michael bisa menjaga jarak dan bisa dengan tegas menarik benang diantara mereka.


Bahwa Caroline adalah masa lalunya.


"*Apa kau yakin dengan ini semua sayang??" tanya Michael khawatir menyakiti hati wanita pujaanya


"Aku yakin mas, demi Freya. Lagi pula aku yakin pria ku bisa menjaga hati dan pikirannya hanya untukku" ucap Kinar lirih. untungnya ia mengatakan via telepon, jika langsung mungkin wajahnya akan memerah seperti tomat

__ADS_1


"Aku mau dengar lagu, ulangi yank.


Aku siapa mu?? goda Michael membuat kinar tersendak


"Astaga wanitaku* sangat pemalu, menggemaskan.


Tunggu aku pulang ya sayang, aku tahu kau pasti merindukan aku" ucap Michael genit membuat wajah Kinar semakin merah karena malu


"Kau gak tahu malu, aku sudah sampai kampus, bye"


"Sayang ciumnya mana???" goda Michael


"Dasar hidung belang" ucap Kinar kesal, terdengar tawa renyah di ujung telepon sana.


Kinar langsung menutup panggilan telepon nya


Ia tersenyum simpul masih memandang ponselnya dengan wallpaper Michael dan dirinya


"Semoga kau jodohku mas" ucap Kinar lirih


tak lama terdengar pesan masuk dari Michael


"*Sayang lekas pulang setelah kuliah, Karen aku pria pencemburu. Aku tak suka kekasihku di pandang lelaki lain" Michael


"Dasar posesif" balas Kinar


"Jelas, karena Hany Asatu dari seribu orang, dan aku pria paling beruntung karena mendapatkan cintamu" balas Michael membuat hati Kinar menghangat.


"Terima kasih tuan wide mencintaiku dengan begitu besar" balas Kinar


"Tentu saja nyonya Wide, aku yang berterima kasih.


Lope u"


"Lope u too" balas Kinar lalu memasukkan ponselnya ke dalam tasnya*.


Dua hari kemudian


Michael sudah kembali dari perjalan bisnisnya malam tadi, ia juga memperbolehkan Caroline datang menemui Freya atas permintaan Kinar.


Michael sudah menjelaskan pada Caroline jika ia mengizinkannya bertemu Freya, namun hanya sebatas itu.


Ia tak ingin memiliki hubungan apapun dengan caroline.


Namun di luar dugaan saat ia pulang semalam, Caroline menginap di rumahnya, Michael ingin marah, namun melihat wajah putrinya ia akhirnya mengurungkan niatnya mengusir Caroline.


Demi kebaikan hubungannya dengan Kinar, Michael memberitahu hal tersebut pada Kinar, mereka akhirnya menghasilkan malam sambil ber teleponnan hingga Kinar akhirnya tertidur, Michael tak mematikan panggilan telepon ya melalui video call.


Melihat wajah tenang Kinar saat tidur membuat Michael makin membulatkan tekadnya akan segera meminang Kinar.


Pagi harinya Michael bangun dan mendapati Caroline dengan menyiapkan sarapan pagi, mood Michael langsung menguap melihat wanita itu.


"Papa... papa, mama membuatkan kita sarapan" ucap Freya antusias, dan lagi demi Freya Michael mengalah.


ia mendekati meja makan dan termangu, hanya ada telor ceplok yang sedikit gosong dan sosis yang terlihat menghitam dan tak layak di makan, apa dia masih wanita??? bagaimana Kinar dan Caroline bagai bumi dan langit???

__ADS_1


Michael memejamkan matanya berusaha meredam emosinya.


__ADS_2