
"Apa???"me...menikah??" tanya Kinar shock.
Ini benar-benar kejutan dan seluruh keluarganya tahu, hanya dia yang tak tahu.
Amera inisiatif ia datang membawa segelas air putih untuk kakaknya.
Seluruh keluarga sudah tahu rencana itu, kecuali Kinar sendiri.
Kinar merasa di kerjain oleh seluruh keluarganya
Bagaimana ia tak di bawa ikut serta dan di mintai pendapat tentang pernikahannya sendiri???
Kinar memang terkejut bahkan sangat terkejut hingga ia tak bisa berkata apa-apa
"Minum dulu sayang" ucap Anggi menyodorkan air putih yang di berikan Amera
Dengan bantuan Anggi, Kinar meminum air putih itu, tangannya bergetar karena masih terkejut
"Jadi bagaimana??
bukankah sesuatu yang baik seharusnya tidak di tunda????"
"Tapi apa ini tak terlalu cepat?" tanya Kinar lirih seolah bertanya pada dirinya sendiri
"Sekarang atau nanti mama yakin kamu akan tetap menikah dengan Michael.
Mama tahu kau bukan belum siap, kamu hanya ragu jika akan tersakiti lagi??? apa perkataan mama benar??"
Kinar mengangguk samar
"Jika Michael tak sungguh-sungguh ia tak akan melakukan semua ini sayang.
Dia sudah memberi begitu banyak, sudah berkorban banyak jadi, apa kau mau membuatnya kecewa???" tanya Anggi menatap serius anaknya.
Kinar melirik Michael dari kejauhan, seperti yang ia duga, Michael terus memandang ke arahnya, wajahnya terlihat sangat khawatir walau ia sedang berbicara dengan Satria tapi fokus matanya ke arah Kinar.
"Aku mau bicara dengan Michael ma"
"Baiklah" ucap Anggi lalu memberi kode Satria untuk memanggil Michael keduanya lalu berbincang
tak jauh dari keluarga mereka berkumpul
"Mas, apa-apaan sih kamu bikin aku kaget tahu.
Kenapa enggak rundingan dulu sama aku sih mas???
"Maaf sayang, aku cuma mau masih kejutan untuk kamu"
"Makasih kejutan nya dan aku benar-benar sangat terkejut" ucap Kinar cemberut membuat Michael ingin sekali mencubitnya, namun tak berani karena Satria sebentar-bentar melirik ke arah mereka berdua.
"Sayang, izinkan aku menghalalkan mu, menjadikanmu wanita pendamping hidupku.
Izinkan aku menjadi imam mu walau ku tahu aku jauh dari kata sempurna dan pantas.
izinkan aku mencintai dan melindungi mu karena Allah
Izinkan kau menghabiskan hidupku bersamamu hingga kita menua dan menutup mata"
Kinar terdiam lama, ia ingin sekali berteriak "Aku bersedia, namun ia tahan.
Masih ada keraguan yang membuat hatinya gamang.
kegagalan rumah tangganya yang terdahulu masih membekas di hatinya, ia takut melangkah, walau ia meyakini jika ia sangat mencintai pria di depannya ini
"Aku tahu kamu ragu padaku, aku tak bisa menjanjikan apapun padamu, tapi aku akan mengatakan satu hal.
Aku mencintaimu, jadilah istriku, ibu dari anak-anakku"
"Mama, jadilah mama freya please.
freya hanya ingin mama Kinar yang menjadi mama freya" ucap freya menatap Kinar penuh harap.
"Sayang...." panggil Michael dengan tatapan yang sama dengan putrinya.
__ADS_1
"Aku akan membuat perhitungan denganmu setelah ini mas. Ayo kita temui orangtua ku" ucap Kinar menggandeng tangan Freya, sementara Michael masih terdiam di tempatnya
"Sayang jadinya bagaimana???" tanya Michael, namun alih-alih menjawab Kinar hanya tersenyum
Begitu Kinar duduk kembali dia sebelah mamanya, Anggi penasaran apa keputusan putrinya
"Kinar bagaimana?? apa kamu bersedia???"
tanya Satria mengulang pertanyaannya
Kinar mengangguk pelan
"Bersedia????" ulang Satria ingin mendengar perkataan putrinya
"Iya" ucap Kinar membuat semua orang bersorak gembira, tak terkecuali Michael, ia sampai memeluk Satria, calon papa mertuanya.
Suasana menjadi riuh karena bahagia.
Tiba-tiba seorang asisten rumah tangga berbisik pada Anggi, lalu Anggi meminta asisten rumah tangga itu membawa tamunya masuk
"Sayang, kakek dan nenekmu juga mama undang, mereka berhak tahu tentang cucunya.
Mama harap kamu tak keberatan" ucap Anggi lembut.
"Justru Kinar yang harus berterima kasih mama mau menerima mereka, terima kasih ma, " Kinar memeluk Anggi lalu bangkit dan berjalan menuju pintu utama.
Tak lama ia datang dengan menggandeng sepasang suami istri berusia lanjut
"Assalamu'alaikum, maaf kami telat" ucap seorang pria baya yang merupakan kakek kandung Kinar dari pihak mendiang papa Kinar
"Gak apa-apa om, ayo silahkan duduk" ucap Satria mencium punggung tangan keduanya dengan sopan
"Apa kabar om dan Tante??" tanya Anggi melakukan hal yang sama mencium punggung tangan kakek dan nenek Kinar
"Alhamdulillah, ya seperti ini hehehe" ucap pria baya itu terkekeh
"Jadi mana calon cucu menantu ku" ucap kakek Kinar
Terlihat Michael mengerutkan alisnya, ia pasti bertanya-tanya siapa.
Tapi sebenarnya Michael sudah mengetahui semua. Anggi dan Satria sudah menceritakan semuanya, dan Michael sangat bangga pada kedua mertuanya tersebut.
Walau Kinar bukan darah daging mereka, namun mereka membesarkan Kinar dengan penuh kasih sayang seperti anak mereka yang lain.
"Kakek, nenek, saya Michael calon suami Kinar" ucap Michael memperkenalkan dirinya.
Kedua pasang suami istri tersebut saling menatap lalu mengangguk bersamaan.
Mereka setuju dengan Michael, mereka yakin pria bule ini bisa membimbing cucu mereka.
Kini keresahan mereka sirna sudah
"Kakek dan nenek merestui mu nak" ucap kakek Kinar mengelus puncak kepala Michael.
Michael tanpa sungkan memeluk keduanya.
Kini seluruh keluarga sudah berkumpul, restu sudah di kantongi kini tinggal perhelatan sakral keesokan harinya.
Karena mereka akan menikah besok, Michael terpaksa harus tidur di hotel dimana acara akan di gelar.
Wajah Michael yang serasa tak rela berpisah dari calon istrinya membuat semua orang tertawa melihatnya.
Ya, Michael sangat kentara sekali mencintai Kinar, hanya beberapa jam lagi hubungan mereka di sahkan secara hukum dan agama.
Tidak seperti malam sebelumnya, Michael menelpon Kinar sebentar, biasanya mereka akan ber telponan sampai tertidur, tapi besok hari besar mereka, Kinar tak mau wajahnya buruk di momen bahagianya.
Kinar menyuruh Michael tidur lebih awal, nyatanya pria bule itu sulit memejamkan mata memikirkan besok.
Pagi harinya ia terbangun dengan lingkaran hitam di bawah matanya membuat lucky mengomelinya sepanjang pagi.
Amara yang kasian mengompres mata adik iparnya, sementra Albert dan Bernard meledek Michael hingga Amara terpaksa mengusir dua perusuh itu.
Tepat jam sebelas siang acara akad nikah akan di gelar.
__ADS_1
namun sejak pagi tadi Kinar sudah di dandani, ia memakai gaun pengantin muslim, Kinar sejak hari ini berkomitmen menutup auratnya dan hanya Michael yang berhak melihatnya.
Ini kejutan Kinar untuk suaminya.
Gaun pengantin yang sudah di pesan akhirnya di rubah sesuai keinginan Kinar, beruntung sang designer yang merupakan sahabatnya bernama Anggi memiliki koleksi terbaru gaun pengantin muslim, jadilah kini ia terlihat anggun dan cantik dalam balutan gaun pengantin muslim sederhana.
,
Wajah Kinar yang seperti orang timur tengah membuatnya terlihat sangat mempesona, bahkan Anggi pun di buat kagum oleh aura kecantikan yang terpancar pada putri sulungnya
"Sayang, kau sangat... sangat cantik" ucap Anggi memeluk putrinya.
"Mama, papa, Kinar mohon doakan rumah tangga Kinar dengan mas Michael bisa samawa"
"Tentu sayang, tanpa kau minta kami selalu akan mendoakan mu"
"Ma, pa, terima kasih kalian sudah mau menjadikanku anak" ucap Kinar meneteskan air matanya.
"Jangan menangis sayang, kau harus tersenyum dan mendongakkan wajahnya, Songsong kebahagiaanmu dan jangan pernah melihat kebelakang lagi.
Doa mama dan papa selalu menyertaimu, di manapun kamu berada" ucap Anggi dan Satria memeluk putri sulung mereka
"Ayo acaranya akan di mulai" ucap Irine di depan pintu.
Anggi dan Satria menuntun putri mereka menuju tempat ijab qobul.
kali ini senyum terukir di wajah cantik Kinar,
Michael yang tak sabar menunggu istrinya terlihat gelisah, begitu MC mengumumkan mempelai wanita memasuki ruangan, mata Michael membelalak terkejut, ia melihat Kinar tak berkedip.
Senyum lebar tersungging di bibirnya
"Masya Allah, dia bidadari surgaku" gumam Michael membuat Lucky dan Amara tertawa kecil
"Bro jaga pandangan, dia belum sah istri loe" ucap lucky membuat Michael tersadar dan langsung menunduk.
Michael mengucapkan kalimat ijab qobul tanpa kendala, dengan lantang dan lugas membuat semua orang tertawa
"Bagaimana sah???
"Saaaaaahhhh" teriak semua orang antusias
Lalu acara dilanjutkan pembacaan doa lalu penyematan cincin dan penyerahan mahar.
"Sayang kau sangat cantik, aku terkejut" bisik Michael
"Terima kasih suami tampanku" ucap Kinar tersenyum simpul
"Kenapa kau tak memberitahu ku jika memakai hijab??" tanya Michael
"Karena kau juga tak memberitahu ku saat kau melamarku dan langsung menikahiku" balas Kinar membuat Michael tersenyum lebar.
Point mereka satu sama kini, seri.
Acara resepsi di gelar, Kinar dan Michael terlihat sangat bahagia, kini mereka sudah menjadi satu dalam ikatan suci pernikahan.
Kegagalan pernikahan Kinar bukan akhir dari segalanya
Allah mematahkan hatinya untuk di pertemukan dengan yang terbaik.
Mariska dan Dimas datang di acara resepsi tersebut, Mariska terlihat sangat bahagia walau ada rasa sedih di matanya namun melihat kebahagiaan Kinar, ia turut senang.
Sementara Dimas hanya bisa menyesali kebodohannya karena melepas wanita sehebat Kinar, ia memilih mengurus Mariska hingga ia bisa melupakan Kinar dan memulai hubungan baru.
Sayangi dan hargai wanita yang mencintaimu dengan tulus tanpa pamrih, karena saat ia melangkah pergi, kau hanya bisa memeluk kenangan dan rasa bersalah.
Kekecewaan dan penyesalan itu selalu datang terakhir, karena waktu tak bisa di putar mundur.
TAMAT
__ADS_1