Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Jodoh


__ADS_3

Mariska sudah kembali ke kamarnya untuk istirahat, begitu juga orangtua Kinar dan Bagus serta istrinya


namun beberapa anka muda masih asik menikmati semilir angin pantai malam hari sambil membakar jagung dan bermain gitar.


"Jadi kapan kakak kembali ke Jerman?" tanya Aisya membuka percakapan


"Lusa de"


"Ya kami pasti akan kangen banget sama kakak" ucap Dian yang di balas anggukan Aisyah


"Ya mau gimana lagi kan pendidikan kakak belum selesai de"


"Iya sih, kakak kah. kesehatan di sana ya kak, dan cepat selesaikan pendidikan kakak lalu kembali lagi ke tanah air, berkumpul bersama kami"


"Mungkin empat atau lima tahun lagi kakak baru selesai, tapi kakak akan usahakan lebih cepat, kakak juga rindu tanah air" ucap Kinar tersenyum kecut


"Iyalah kah, seindahnya negri orang, kita merantau pasti rindu kampung halaman. makanya ada istilah pulang kampung " ucap Dian


" Bener tuh kata Dian" ucap Aisya setuju dengan ucapan Dian


"kalau ada apa-apa langsung kabari kakak ya, Dian ,Aisyah.


Terutama Dian, kalau menikah jangan lupa kabari kakak" ucap Kinar menggoda Dian Membuat gadis itu merona merah karena malu


"Kakak pasti ia kabari lah, orang calonnya aja disini, tuh" ucap Aisya menunjuk Reyhan yang sedang bermain gitar dengan Farel anak dari bagus dan Prapti


"Apa sih kamu ngaco aja syah" ucap Dian dengan wajah merah seperi kepiting rebus


"Hayo, ngaku aja sama kak Kinar, santai aja kak Kinar pasti setuju kok" ucap Aisyah makin menggoda Dian membuat Dian makin serba salah dan berusaha membekap mulut Aisyah


"Aisyaah, kamu jangan mengada-ada" ucap Dian sangat malu


"Is siapa yang mengada-ngada, kalian klo ketemu kan kita Tom and Jerry, biasanya kalau terlalu benci nnati timbulnya cinta loe, karena batasan antara cinta dan benci itu setipis kertas" ucap Aisyah


Kinar tertegun sejenak mendengar ucapan Aisyah.


Benar kata Aisyah, benci jadi cinta, cinta jadi benci.


Allah maha membolak balikkan hati manusia, tiada yang tak mungkin, seperti perjalanan cintanya dengan Dimas, awal benci lalu timbul cinta, namun akhirnya cinta dan kecewa menghasilkan benci.


Itulah hidup, tidak ada yang pernah tau akhirnya,


Akhir dari perjalanan cinta Kinar yang pahit.


Kinar tak pernah menyesali apa yang sudah terjadi, ia mengikhlaskan semuanya.

__ADS_1


Ikhlas, sebuah kata yang simpel dan mudah di ucapkan, namun sulit untuk di jalankan, dan Kinar mampu melewati semuanya dengan ikhlas.


Saat ia ikhlas semua jadi lebih mudah baginya dalam menata masa depannya.


Ada kelegaan dan damai saat seseorang ikhlas


"Bener kan kak ???" tanya Aisyah


"Kak, kok malah bengong???" tanya Aisyah menyentuh pundak kakak sulungnya


"Apa syah??"


"Itu benci jadi cinta" ucap Aisyah mengulang ucapannya karena ia melihat Kinar melamun


"Iya tuh, bisa jadi apa yang kamu benci adalah yang kamu suka, bencilah sesuatu sewajarnya saja, karena bisa jadi yang kamu benci suatu saat kamu cinta dan cintailah sewajarnya saja, karena bisa jadi di kemudian hari yang kamu cinta adalah yang kamu benci" ucap Kinar bijak


"Tuh dengerin ucpan orangtua" ucap Aisyah membut Dian terkekeh


"Jadi kamau naggpa kakak tu Aya???"


"Bukan gitu kak" ucpa Aisy gelagapan


"Tau nih Aisyah, kak Kinar masih muda, cantik gini di bilang tua" timpal Dian sengaja gantian mengerjai Aisya


"Kakak tua?? iya???" ucap Kinar lansgung menggelitik Aisyah bersamaan dengan Dian atas aba-aba Kinar


Suasana damai yang sulit di lupakan.


Bunyi deburan ombak di pantai dengan suguhan lngait penuh bintang berkelipan, suasana begini yang tidak akan bisa di jumpai di Jerman karena kesibukannya.


"Kak, apa kakak sekarang lebih baik??" tanya Aisyha hati-hati


"Kakak??? apa maksud kamu hati kakak?? atau ynag lain???" tanya Kinar balik


"Semuanya kak, kami, mama, papa, aku dan Rey sampai detik ini masih khawatir dengan kakak"


ucap Aisyah tak bisa menutupi sedihnya


"Kakak baik-baik saja, bukan karena kakak berusaha membuat kalian tidak khawatir, namun kakak sungguh sudah mengikhlaskan semuanya de.


Apa yang terjadi di masa lalu kakak, kakak sudah lupakan. Kakak hanya ingin menggapai cita-cita kakak yang pernah kakak ucapkan di depan makan mama Widya, kakak mau bahagia dengan cara kakak sendiri" ucap Kinar menoleh kearah Aisya


"Aisyah senang kakak sudah bisa move on, jika kakak ada masalah dan merasa tertekan, ingatlah, kami menyayangi kakak dan selalu ada buat kakak" ucap Aisyah menatap kakakny


"Dian juga akan selalu dukung kakak"

__ADS_1


"Makasih adik-adikku, kalian penyemangat kakak" ucap Kinar mengecup kening Dian dan Aisyah


"Kebahagiaan terbesar Dian selama hidup adalah memiliki kak Kinar sebagai kakak Dian, makasih ya kak sudah memberi Dian keluarga yang tak pernah Dian punya" ucap Dian menitikan air mata


"Hei kenap Akau jadi Mello gitu?? kau adalah keluargaku juga, seperti halnya KK Kinar, kita bersaudara, apalagi kalau kau menikah dengan anak nakal itu, kau jadi adik ipar ku"goda Aisyah


"Aisyaaaahhhh" teriak Dian kesal, namun Aisyah ybagbtau Dian kali ini sudah gemas dengannya berlari menghindar, Dian langsung mengejar Aisyah, terlihat mereka kejar-kejaran seperti anak kecil, pemandangan yang indah, membuat hati Kinar hangat, keluarga salah satu tempat ia menemukan kebahagiaan


"Sayang, kok bengong??" tanya Anggi tang duduk di samping Kinar


"Mama, kok belum tidur???"


"Mama jug amau ikutan kumpul sama anak gadis mama dong" ucap Anggi mengedipkan sebelah matanya


"Ih mama gak mua kalah"


"Pasti dong, umur boleh tua, tapi jiwa muda" ucap Anggi membuat Kinar tertawa mendengarnya


"Ma, lusa Kinar kembali ke Jerman, mungkin akan kembali ke tanah air empat atau lima tahun, mama jaga kesehatan ya, Kinar pasti akan kembali dan membuat mama dan papa bangga"


"Astaga sayang, mama gka kaan mau nunggu lama sekali untuk bisa bertemu denganmu, mama akan mengunjungimu dua tahun sekali" atau bila perlu setahun empat kali" ucap Anggi sombong


"Mamaaaa" Kinar memeluk Anggi, membenamkan wajahnya di bahu wanita yang sudah membesarkannya itu


"Ma, Kinar sayang mama, mama cahaya hidup Kinar"ucap Kinar dengan mata berkaca-kaca


"Kamu juga cahaya hidup mama sayang, ingat pesan mama , di manapun kamu berada, jangan lupa prinsip hidup, jujur, tekun, rendah hati, insha Allah apa yang kamu cita-citakan akan di kabulkan oleh Allah"


"Amiiinnnnnn"


"Ada ap nih kayanya serius banget??" tanya Satria yang tahu-tahu langsung duduk di sebelah. Anggi


"Ih papa datang-datang langsung kepo deh" ucap Anggi mencubit hidung Bagir suaminya.


Kinar tersenyum bahagia melihat kedua orangtuanya, walau mereka sudah menikah berpuluh tahun namun mereka tetap mesra dan ada cinta di kedua mata mereka.


"Pa, ma, Kinar titip Dian dan mama Mariska ya , mereka orang-orang yang Kinar sayang setelah kalian"


"Tentu sayang, Dian sudah mama anggap seperti anak mama sendiri, malah kami berencana menjodohkan Rey dengan Dian" ucap Anggi serius


"Biarkan cinta bersemi diantara mereka tanpa paksaan ma, pa, karena sesuatu yang di paksakan tidak akan baik"


"Papa setuju, kalau mereka sudah jatuh cinta, langsung Kita nikahkan"ucap Satria antusias


"Kinar setuju" ucap Kinar, sementara Dian yang sudha berada di dekat mereka langsung menutup wajahnya malu dan berlari masuk ke dalam rumah, karena terburu-buru, ia tak melihat jika Reyhan sedang berjalan dengan membawa segelas kopi di tangannya lalu...

__ADS_1


Brughh, aaaaaaawwww


__ADS_2