Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Wanita Sederhana II


__ADS_3

Wajah Kinar istrinya memiliki bola mata besar, hidung mancung dan bulu mata panjang dan lentik dan kulit sawo matang


Sedang mama dan adik Kinar berwajah oriental, dengan kulit putih bersih wajah mungil hidung mancung kecil.


Dimas tertegun sejenak, ia tak menemukan keanehan lain, orangtua Kinar terlihat sangat menyayangi Kinar, sama seperti pada anak-anaknya yang lain.


Namun dapat ia lihat jika Kinar sangat dekat dengan keluarganya.


Seperti janji Dimas pada si kecil Amera, sore nanti akan membawa Amera membeli ice cream. Kinar menyambut baik usulan suaminya itu, ia sangat senang karena suaminya mencoba membaur dengan keluarganya.


Saat hendak pergi, si kembar Raffa dan Raffi pulang, Mereka langsung memeluk Kinar , Dimas kemudian mengajak si kembar ikut juga.


Sementara Kinar mengajak Aisya, ia tahu adiknya itu pasti kerepotan mengurus adik-adik mereka setelah ia menikah


Mereka semua lalu menuju sebuah mall terbesar di kota itu, tempat yang pertama mereka tuju langsung counter ice cream gelatto


sementara adik-adik mereka makan ice cream Kinar dan Aisya memesan pasta dan pizza


Tiba-tiba ponsel Dimas berbunyi, ia izin menerima telepon, lalu menjauh dari mereka semua


"Kak, apa kakak baik-baik saja???” tanya Aisya meneliti wajah kakaknya


"Apa maksudmu Sya? kakak baik-baik saja seperti yang kamu lihat" ucap Kinar tak mengerti arah pembicaraan adiknya


"Maksud Aisya apa kak Dimas memperlakukan kakak dengan baik?" selidik Aisya


"Kamu tuh aneh-aneh aja, dia kan suami kakak, kami menikah karena cinta" ucap Kinar berusaha meyakinkan adiknya


"Aisya tau semua, kakak gak usah berbohong di depan Aisya"ucap Aisya menatap kakak iparnya yang berdiri di kejauhan


"Apa maksud kamu de??? kakak gak mengerti"Kinar merasa gelisah, Aisya memang memiliki kepekaan luar biasa di banding orang lain, itulah mengapa ia mengambil kuliah psikolog


"Kak, jika kakak berharap Aisya diam, Aisya gak bisa. Aisya tahu semua sejak hari dimana kakak menikah"


"Ma..maksud kamu???"


"Aisya gak sengaja mendegar ucapan kak Dimas , waktu itu Aisya mau memberikan air minun utuk kakak, gak disangka kakak sama kak Dimas lagi di ruang make up.

__ADS_1


Aisya merasa bersalah pada kakak.


Kakak mengorbankan cinta kakak dan menikah dengan Dimas, pria yang gak pernah kakak cintai demi pengobatan mama.


Aisya merasa sangat buruk kak, demi kami kami kakak juga berhenti kuliah. Sekarang Aisya sudah bekerja paruh waktu kak, Aisya bisa bantu mama dan papa walau gak banyak dan nabung untuk biayai kuliah Aisya.


Kak, maafkan kamu sudah menyusahkan kakak selama ini" ucap Aisya, tangisnya pecah.


Kinar tak bisa berkata apa-apa, suaranya tercekat di tenggorokan. kini ia mengerti mengapa Aisya menjaga jarak pada Dimas dan terlihat sangat membenci Dimas.


"Aisya sayang, dengar kakak.


Kakak melakukan itu semua karena kakak mau,


mengenai hubungan kakak itu sudah berlalu.


kamu tahu sendiri dia anak dari rekan yang menipu papa kita, apa kakak masih punya hak mempertahankannya????


Lagi pula mas Dimas sekarang sudah baik sama kakak.


Sekarang hubungan kami sudah baik, aku dan mas Dimas memutuskan memulai semuanya dari awal.


Walau belum ada cinta, kami berjanji saling mendukung dan berusaha yang terbaik" ucap Kinar mantab


"Apa kakak yakin menjalani hubungan ini?" Aisya ragu


"Kakak sangat yakin, kakak maupun dia saling menyayangi, walau belum cinta, itu sudah cukup.


Kakak yakin seiring waktu cinta itu akan datang dan makin mempererat hubungan kami”


"Apa kakak seyakin itu??? bagaimana jika sebaliknya”


tanya Aisya


"Jika seperti itu maka Allah sudah mentakdirkan begitu, artinya kami memang tidak berjodoh"cap Kinar pelan walau di hatinya juga ia tak tahu bagaimana rumah tangganya kedepan, ada rasa tak nyaman yang mengusik hatinya.


"Jika ia sampai mempermainkan kakak, Aisya akan mencekiknya sampai mati" ucap Aisya menatap penuh benci pada Dimas

__ADS_1


"Sya, tak baik berucap begitu, kakak tahu kamu sangat menyayangi kakak, jangan sampai ketika kamu berucap, setan lewat" ucap Kinar menasihati Aisya


"Tapi kak , Aisya bersungguh-sungguh. Aisya tidak mau kakak di sakiti” ucap Aisya dengan mata berkaca-kaca


"Kakak mengerti, kamu jangan khawatir, tapi kakak tidak semudah itu di sakiti orang"ucap Kinar menenangkan adiknya


"Jika dia berani macam-macam, kakak kasih tau Aisya" Kinar mau tak mau menganggukkan kepalanya dan tersenyum ada rasa haru di cintai adiknya sebesar ini


"Kamu bersikap lah sewajarnya, bagaimanapun mas Dimas suami kakak, kamu juga harus menghormatinya, ok sayang???" tanya Kinar khawatir dengan sikap Aisya.


Aisya yang blak-blakan dan belum dewasa, ia tahu Aisya akan melakukan apa yang dia katakan tanpa peduli pendapat orang.


Setelah mereka makan ice cream, mereka meneruskan menuju toko mainan, Dimas memberikan mainan untuk adik-adik Kinar berlanjut ke toko pakaian, Kinar selalu menolah setiap Dimas menawarkan pkaian, hingga akhirnya Dimas memaksa dan sedikit mengancam pada Kinar.


Biasanya wanita sangat senang berbelanja, namun istrinya ini lebih suka membeli buku, ia sampai membeli beberapa buka untuk di bacanya di rumah nanti.


Hari sudah malam, mereka langsung pulang karena Mama mereka meminta agar pulang sebelum makan malam.


Anggi dan Satria sangat senang sekali karena kini kelurga mereka lengkap, ditambah kehadiran Dimas di tengah-tengah mereka menambah kebahagiaan kedua orangtua itu.


Setelah makan malam dan lanjut ke acara kumpul keluarga, akhirnya mereka beristirahat.


Dimas mengedarkan pandangannya pada kamar Kinar, kamar yang sederhana terkesan bukan kamar seorang gadis.


Malah berjejer rak buku di sudut ruangan, hanya ada sebuah boneka yang menandakan kamar ini adalah kamar seorang gadis.


Kinar pamit pada Dimas untuk mandi, kini Dimas sedang merebahkan tubuhnya di kasur, ia memandang sebuah foto keluarga di pasang di dinding kamar itu, ada beberapa foto Kinar waktu kecil berjejer rapih di atas meja belajar.


"Piagam penghargaan?????” gumam Dimas lalu bangkit dan mendekati meja belajar Kinar


itu memang piagam penghargaan untuk Kinar, ada beberapa disana, ternyata istrinya adalah siswa berprestasi


Alisnya berkerut melihat sebuah foto berukuran agak besar, ia melihat Kinar sedang tersenyum lebar, diapit dua pria tampan di kanan dan kirinya, darah Dimas seakan mendidih, walaupun itu foto masa lalu Kinar, entah mengapa ia tak suka melihatnya, ataukah ia cemburu buta?????


Dimas menggelengkan kepalanya, menghalau pikirannya sendiri, ia meletakkan kembali foto tersebut dan memilih berbaring kembali di ranjang, namun tatapan matanya terarah pada foto itu, ia penasaran siapa lelaki dalam foto itu, setelah beberapa saat tiba-tiba ia bangkit dari tidurnya dan duduk dengan wajah kesal


"Diaaaaa.....????”

__ADS_1


__ADS_2