
"Mas kamu kok di tanya diem aja???" tanya Kinar menyentuh bahu Adam, membuat kesadaran ada kembali
"Ah iya, aku baik-baik aja" ucap Adam berusaha tersenyum walau hatinya terasa nyeri
"Oh ya bagaimana keadaan tante Caroline??" tanya Kinar yang mendengar kabar dari Ridwan yang merupakan sahabat Caroline dan mantan suaminya dokter Nugraha tentang kondisi Tante Caroline yang cukup mengkhawatirkan
"Mama sudah stabil, ini mama yang minta aku kesini" ucap Adam walau tak sepenuhnya benar,
sebenarnya ia yang mengatakan akan datang dan Caroline mendukungnya, ia memberi kesempatan Adam mengejar wanita yang ia cintai, namun jika sampai Kinar menolaknya lagu, terpaksa Caroline akan mencarikan gadis yang sesuai untuk Adam.
lima tahun yang lalu Adam berusaha meyakinkan Caroline jika waktu akan membuka hati Kinar, namun nyatanya waktu yang berjalan tetap tak mengubah apapun, kebekuan hati Kinar sulit untuk cair
Adam merasa hampa di hatinya.
Adam sebenarnya ingin mempertahankan Kinar sebagai wanita yang ia pilih, namun ia tak memiliki waktu lebih, dokter sudah mendiagnosa Caroline jika penyakit kanker yang menggerogotinya membuat ia hanya bisa bertahan kurang lebih tiga tahun lagi, dan Adam tak mungkin membiarkan mamanya sedih dan keinginannya tak tercapai di akhir usianya.
Caroline ingin melihat anaknya menikah dan memiliki anak, ia membiarkan Adam menemukan sendiri wanita yang ia cintai, namun kini ia harus mendesak Adam, tak mungkin terus berharap pada Kinar, jika wanita itu tidak pernah mencintainya, hari ini adalah kesempatan terakhirnya, namun rupanya ia sudah gagal.
Akhirnya baik Adam maupun Kinar memilih pulang kerumah karena haru juga sudah malam, terasa ada jarak kasat mata yang terbentang diantara mereka, terlebih Adam lebih banyak diam setelah tahu Kinar masih seperti Lima tahun lalu, masih menutup rapat htainya untuk cinta.
Sesampainya di gerbang rumah Ridwan ,Kinar turun, sementara Adam tidak ikut turun, ia lngsung pulang ke hotel tempatnya menginap.
Kinar masih berdiri menatap kepergian Taxi yang Adam tumpangi, hingga mobil itu berbelok.
Kinar menghela nafas berat, ada rasa bersalah yang menggelayuti dirinya, bagaimana ia bisa sekejam itu pada Adam??? pria baik hati dan tampan itu???
Kinar memegang dadanya yang terasa sakit, sebenarnya bukan hanya Adam yang merasa sakit, Kinar pun juga merasakan sakit itu
"Maafkan aku mas Adam, aku sebenarnya menyayangimu, namun aku tak tahu apakah itu cukup membuatku bersanding denganmu sementra cintamu begitu besar padaku,
Aku takut perasaanku tak cukup membuatku bertahan, nyatanya pernikahanku yang kandas itu kami saling mencintai, tetap saja badai lebih kuat daripada hati kami"
Kinar menitikkan air mata, trauma akan kegagalan pernikahannya selalu menghantui langkahnya, sehingga ia membatasi diri bergaul dengan pria di kampusnya, karena ia tak mau jatuh cinta.
baginya yang terpenting saat ini Karir dan cita-citanya.
Baru saja ia melangkah masuk ke dalam rumah, telihat seluruh keluarganya nampak tegang, Ridwan langsung menghampiri Kinar
__ADS_1
"Kinar, apa Adam sudah pulang ke hotel???" tanya Ridwan panik
"Sudah pa, setengah jam lalu ia baru saja menurunkan Kinar di depan, tapi ia berkata pusing dan tidak mampir ke rumah, ada apa ya pa, kelihatanya serius???" tanya Kinar penasaran
"Papanya sudah menghubunginya, sepertinya ponselnya di matikan.
Caroline masuk rumah sakit dan terus mencari Adam". ucap Ridwan dengan wajah sedih
"Bukankah Tante Caroline sudah sehat, tadi Adam berkata jika kondisinya sudah baik" tanya Kinar bingung
"Kondisinya memang tak stabil nak, itu karena Tante Caroline mu menderita kanker hati stadium akhir" ucap Satria lirih
"Aaaapa??? papa gak lagi bercanda kan????"tanya Kinar tak percaya
"Sayang buat apa masalah penting begini bercanda, beberapa waktu lalu om Nugraha menelpon, meminta Adam segera kembali ke Paris
"Sebenarnya maksud kedatangan Adam ingin memintamu menjadi istrinya, karena Caroline di diagnosa kanker hati stadium akhir dan hanya punya waktu kurang lebih tiga tahun" ucap Ridwan dengan suara bergetar
Sementara Anggi dan irine sudah meneteskan air mata mereka
"Pa bolehkan Kinar menerima permintaan Adam???" tanya kinar tiba-tiba membuat semua orang terkejut tak terkecuali Rasya
Itu tak adil buat kak Adam maupun kak Kinar.
Karena kakak gak bisa memberikan hati kakak, bagaimana kakak menjalani rumah tangga kakak????"
ucap Rasya bijak
Irine tak menyangka putranya memiliki pemikiran yang dewasa, karena mereka selama ini tahunya Rasya hanya senang bermain-main
"Kakak yakin kakak sanggup" ucap Kinar berusaha teguh dengan pendiriannya
"Sayang, kamu selalu tahu jika mama selalu akan mendukungmu apapun keputusanmu, begitu juga papamu.
Namun kami juga harus memperingatkan mu nak, jangan sampai pernikahanmu gagal kembali.
rumah tangga harus di dasari satu hati nak, bukan hanya tentang cinta, apalagi karena kasian, itu tak benar sayang.
__ADS_1
Jangan buang masa depanmu untuk sesuatu yang kamu saja tak tahu bagaimana alurnya nanti jika kamu memilih menikah bukan katena cinta.
karena pernikahan itu ibarat mendayung sampan harus butuh kerjasama dan satu arah agar tidak karam" ucap Anggi membelai rambut Kinar
"Papa setuju dengan ucapan mamamu, walau papa sangat menyukai Adam, tapi pernikahan itu bukan perkara sembarangan, jangan pernah kamu mempermainkan pernikahan" ucap Satria menambahkan
"Tapi Tante Caroline???" ucap Kinar lirih
"Jika kamu sayang Tante mu, jangan bohongi dia, walau dia mau kalian menikah, namun bukan berarti kami bisa membohonginya, ia akan sangat sedih jika tahu kamu menikah hanya karena dirinya.
Tante mu sangat menyayangimu, mama Irine harap kamu jangan meninggalkan kesan buruk di akhir usianya.
Ada banyak cara untuk membahagiakan tabtemu tak harus menikah dengan Adam" ucap Irine menimpali
"Bolehkan Kinar ikut mas Adam pulang ke Paris, Kinar mau merawat Tante Caroline, kebetulan Kinar ada liburan selama sebulan" ucap Kinar menatap kedua orangtuanya
"Kita pergi bersama" ucap Satria membuat semua orang menatap tak percaya
"Aku setuju" ucap Ridwan
"Baiklah kita pesan tiket siapa saja yang mau ikut, "
"Aku ada operasi cecar pa, aku akan menyusul setelah selesai" ucap Irine
"Rasya juga gak bisa besok ada mata kuliah penting" ucap Rasya
"Baiklah kita berempat yang jalan dengan Adam jadi berlima," ucap Ridwan a kemudian
"Pa, kita harus menemui mas Adam segera" ucap Kinar
"Baiklah, ayo biar papa Ridwan yang menyetir" ucap Satria santai, Ridwan ingin protes namun ia sadar jika keponakannya itu tidak tahu negara ini, mereka lalu segera memuju mobil Ridwan menuju hotel dimana Adam menginap.
Setelah menelpon Nugraha, Ridwan akhirnya tahu hotel dan nomor kamar Adam.
Setelah mereka sampai,mereka lalu langsung menuju resepsionis, Ridwan memilih duduk menanti di lobby, sementara Kinar dan Satria diantar pegawai hotel.menuju kamar Adam
Lampu terlihat sudah padam, Kinar mengetuk pintu beberapa kali namun tak terdengar sautan dari dalam, karena sudah berada di luar selama setengah jam akhirnya Satria meminta petugas hotel untuk membukakan pintu dengan kunci cadangan
__ADS_1
ketika pintu di buka, bau alkohol langsung menyeruak, Satria menekan saklar lampu dan terlihatlah Adam yang tertidur di lantai dengan botol alkohol di sampingnya
"Mas Adaaaaammm" pekik Kinar langsung menghampiri Adam