Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Penjelasan


__ADS_3

Dimas menanti dengan tak sabar apa yang akan Bella katakan, namun ia tersadar jika kondisi Bella saat ini sangat buruk, bisa saja seseorang datang dan menangkap mereka karena telah berbuat mesum, sebab Bella masih belum berpakaian lengkap.


”Huh, pakai pakaianmu segera, aku tunggu di luar" ucap Dimas kemudian keluar dari mobil membelakangi Bella sambil merokok.Bella tahu jika saat ini pikiran Dimas sedang kacau, mendapat kenyataan bahwa ia telah bercinta dengan Bella, wanita yang merupakan mantannya.


Bella tidak pernah melihat Dimas merokok, jika saat ini ia merokok pasti ia sangat tertekan.


Setelah Bella berpakaian, Dimas kembali masuk ke dalam mobil Bella, bau amis sisa pergelutan mereka selama memenuhi mobil tersebut membuat dada Dimas terasa sesak mengingat semuanya., Dimas membuka jendela.mobil agar udara di dalam berganti.


Dimas masih merokok, ia menunggu Bella menceritakan bagaimana ia bisa berakhir disini dengan Bella.


Bella lalu menceritakan semuanya dari awal, bagaimana ia bisa bertemu dengan Dimas dan bagaimana mereka berada di pinggir jalan tol, Dimas mendengus kesal, dari cerita Bella jelas ia yang sudah berbuat tak pantas pada Bella, dia yang secara tak langsung memperkosa Bella, semua karena ulah Mr Kato. jika saja pria tuaa Bangka itu tidak mengerjainya, semua tak akan terjadi.


Bagiamana ia bisa menegakkan wajahnya di hadapan Kinar istrinya, ia sudah mengkhianati pernikahan mereka, Setelah mendengar cerita Bella, jelas abella adalah korban, apa yang harus ia lakukan pada Bella, jika ia menganggap tak terjadi apa-apa, ia adalah pria buruk dan bukan prinsipnya, namun jika ia harus bertanggung jawab itu lebih tak mungkin, ia sudah mencintai Kinar, ia tak mau menyakiti Kinar terlebih lagi karena wanita itu sedang mengandung anaknya


Dimas terlihat menghela nafas kasar, melempar puntung rokoknya dan kembali menyulutnya kembali, menghisap dan menghabiskannya kasar, ia tak mengatakan apa-apa setelah Bella menceritakannya.


Keheningan menyelimuti mereka, bahkan suara nafas seakan terdengar kencang.


”Aku tidak akan meminta pertanggung jawabanmu mas, biar aku simpan semua sendiri" ucap Bella sambil menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya, membuat Dimas merasa bersalah,


”Maafkan aku bel, aku mencintai istriku, jika kamu ingin aku bertanggung jawab dan menikahi mu, aku tak bisa bel, aku tak mau Kinar tersakiti" ucap Dimas lirih, ia sebenarnya tak tega mengatakan itu, namun ia lebih takut kehilangan Kinar dan anak dalam kandungan mereka, ia tak mau Kinar pergi meninggalkannya.


"Aku mengerti mas, kamu tak usah khawatirkan aku" ucap Bella lirih, walau dalam hatinya ia berteriak memaki Dimas, Ia membenci Kinar karena sudah merebut Dimas dari sisinya.


Jika saja ia tak menginginkan Dimas semalam, ia tidak akan Sudi melayani Dimas yang terus memanggil nama Kinar terlebih saat pelepasan mereka.


"Maafkan aku Bella, maafkan, maafkan aku"ucap Dimas berulang kali membuat hati Bella teras teriris-iris, perih dan sakit,

__ADS_1


Seperti inikah rasanya diabaikan oleh orang yang kita cinta??? betapa menyakitkannya rasa ini, apa ini balasan karena aku sudah meninggalkannya dulu???"gumam Bella dalam hati


” Cukup mas, aku tak butuh maaf mu dan aku tak akan mengemis pertanggung jawabanmu, simpan kata-kata itu untuk dirimu sendiri” ucap Bella berusaha tegar


”Bel...”


"Cukup, aku lelah, aku ingin pulang” ucap Bella lirih.


Dimas mengangguk dan memaksakan sebuah senyum yang malah nampak sebuah seringai


"Ayo kita pulang, pindahlah, aku yang akan membawa mobilnya"ucap Dimas, Bella tak menjawab, ia langsung keluar dari mobil, Dimas membantu membukakan inti untuk Bella, jika bukan dalam situasi saat ini, mungkin bella.akan bersorak gembira, namun kalimat beberapa saat lalu kembali terngiang di kepala Bella


Dimas mencintai istrinya dan tak mungkin menikahinya!!!!


Fakta itu membuat dada Bella kbali.berdenyut nyeri, air mata jatuh di sudut mata Bella, ia berusaha tegar, mengigit bibirnya menghalau air mata uang mendesak keluar.


Dimas mencabut kunci mobil Bella,meyerahkan pada resepsionis lalu ia memilih mencari taxi dan kembali kerumah


Sepanjang perjalanan pikirannya memikirkan Kinar, pasti istrinya itu khawatir karena ia tak pulang, dan ponselnya pun dalam keadaan mati, Dimas harus segera pulang kerumah, ia tak mau Kinar khawatir.


Benar saja dugaan Dimas, ia melihat Kinar yang mondar mandir di depan rumah, melihat kedatangan Dimas Kinar segera menghampiri suaminya itu


"Mas kamu buat aku khawatir, apa kamu baik-baik saja??" tanya Kinar langsung menangis, dimas memeluk istrinya menenangkan , ia tak menyangka reaksi Kinar membuatnya merasa sangat jahat.


"Sudah jangan menangis, mas sudah pulang.


maaf semalam mas mabuk jd diantar ke hotel oleh kawan, dan hp mas lowbat ”Dimas memapah istrinya masuk ke dalam rumah

__ADS_1


”Mas mandi dulu ya, aku siapkan" ucap Kinar, Dimas hanya mengangguk lesu, tubuhnya terasa sakit semua, ketika membuka baju, ia terkejut banyak sekali bekas kissmark yang di buat oleh Bella, juga ada bekas gigitan kecil di lehernya, sepertinya ketika wanita itu mencapai klimaks.


Dimas kembali memakai pakaiannya, ia memijit keningnya, ia melihat jika Bella sudah tidak virgin Tak ada bercak darah dan rasanya berbeda ketika ia bermain dengan istrinya.


Dengan Kinar terasa istrinya itu masih virgin, sedang Bella....


Dimas mengacak rambutnya kesal.


Melihat Kinar keluar dari kamar mandi ia berusaha menyunggingkan senyum


"Mas, apa perasanku saja ya, aku mencium ada parfum lain di kemeja mu, kamu???"


"Itu parfum Kelvin sayang, dia punya parfum yang baru di belinya dan mas minta sedikit karena bau sekali tubuh mas"ucap Dimas canggung


"Ah , baiklah aku siapkan sarapan buat mas, selesai mandi turun ya"ucap Kinar tersenyum lebar, ia melangkah keluar dari kamar, Dimas segera masuk ke kamar mandi, membasuh tubuhnya yang terasa lengket.


Dimas sudah selesai mandi, ia tak langsung keluar dari kamar mandi, namun mengintip dari pintu kamar mandi, ia tak mau Kinar melihat bekas di tubuhnya, setelah memastikan tak ada orang Dimas segera keluar, memakai kemeja dan celananya dengan tergesa-gesa, tiba-tiba Kinar masuk, membuat Dimas melompat kaget dan buru-buru mengancing kemejanya


"Sayang kamu membuatku kaget saja"ucap Dimas sambil mengancing kemejanya


"Mas tuh ya lebay, biasanya juga aku selalu mondar mandi, aku lupa membawa ponselku, karena mama tadi menelpon


"Apa mama tahu aku tidak pulang semalam?”


"Iya mas, mama tadi menanyakan mu, aku gak bisa bohong"ucap Kinar dengan polosnya


"Aduh mati aku, alamat mama akan mengintrogasi ku" ucap Dimas alam hati

__ADS_1


__ADS_2