
Bella tampak menguping dari balik ruang kerja, ia mendengar dengan samar namun ia tahu dengan jelas jika kedua orang di dalam sana sedang memadu kasih.
Ia sudah bertekad akan membuat Dimas menyesal, entah apa yang akan dia lakukan, sorot matanya tajam penuh dendam
Di kejauhan Asisten rumah tangga memperhatikan apa yang Bella lakukan, ia bingung mengapa wajah tamunya itu kesal bukan main
"Bu, maaf tadi mba Kinar katanya sedikit pusing, jadi beliau beristirahat di kamar" ucap asisten rumah tangga itu ramah.
walau Bella tahu asisten rumah tangga itu berbohong, ia tak mungkin mengatakan jika Kinar di dalam sedang memadu kasih dengan suaminya, itu sama saja membuka aib dirinya karena ketahuan menguping.
"Ah baiklah, titip salam saja ya mba, saya pamit"ucap Bella berusaha tersenyum, ia lalu langsung pergi
"Cantik tapi suka kepo dengan urusan orang"ucap si asisten rumah tangga mencibir
Ia menengok kanan kiri, sebabnya ia juga penasaran apa yang di lakukan wanita tadi, perlahan ia menempelkan kupingnya ke pintu ruang kerja.
"Astaghfirullah" pekiknya lalu buru-buru menjauh dengan wajah merona merah
"Ya Allah ampuni kuping hamba yang masih perawan ini" gumamnya lalu buru-buru berjalan ke dapur, membersihkan peralatan dapur yang kotor
Setelah keduanya sampai pada puncak dan pelepasan, Kinar terbaring di Sofa, kehamilannya membuatnya mudah lelah, ini baru sekali, namun tubuhnya terasa sakit semua, terlebih ia tadi diatas meja kerja suaminya , sehingga punggungnya tak nyaman, entah apa yang merasuki suaminya hingga meminta jatah tanpa liat waktu dan kondisi
"Mas kamu sungguh menyebalkan, aku sedang ada tamu tapi kamu malah minta jatah, apa yang akan aku katakan pada mba Adriana nanti??? gerutu Kinar berusaha bangkit, ia teringat jika Adriana pasti sudah menunggunya lama
"Maaf sayang, tapi aku tiba-tiba menginginkanmu" senyum Dimas
"Iya tapi lain kali kalau mau diatur timing nya" ucap Kinar masih kesal
"Astaga sayang, kalau jaguar nya sudah bangun, apa aku harus tidurkan lagi???"
"Harus, kamu kasih tau dia kalau mau bangun ilang dulu" ucap Kinar membuat Dimas tertawa terkekeh gemas dengan istrinya ini
"Is mas , jauh-jauh, aku takut kamu masih tegangan tinggi, aku sangat lelah, bisa dosa aku kalau aku nolak" ucap Kinar beringsut menjauh
Dimas tertawa terkekeh, ia sengaja mendekati istrinya membuat Kinar mendengus kesal, buru-buru memakai pakaiannya, lalu kabur dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Setelah kepergian Kinar wajah Dimas langsung berubah gelap.
Kali ini ia bisa lepas dari jerat Bella, tapi entah esok apa yang akan Bella lancarkan untuk menjebak dirinya.
"Sial, wanita ini sungguh sudah hilang akal, pa yang dia pikirkan sampai kerumah ini, apa ia akan mengatakan semuanya pada Kinar?? bisa-bisa Kinar akan membenciku dan aku bis aku bisa kehilangan anak dan istriku, aaaarrrggh sial” Dimas memukul meja kerjanya.
Sementara di luar ruang kerja
Kinar langsung menuju teras belakang setelah keluar dari ruang kerja, namun ia tak mendapati Adriana di sana, lalu Ia mencari Adriana ke kamar tamu, tidak ada orang.
"Mba, teman saya tadi kemana ya?" tanya Kinar
"Owh sudah pulang mba Kinar, beberapa menit lalu.
Tapi mba Kinar gak merasa aneh gitu?? wanita itu aneh mba, saya perhatikan dari jauh, dia menguping ruang kerja... eh maaf" ucap Asisten rumah tangga yang usianya masih belia bernama Mimin itu menutup mulutnya
"A..apa??? menguping di ruang kerja??? ya Allah" lirih Kinar, wajahnya merah padam karena malu
Kinar melirik ragu-ragu ke arah Mimin, melihat wajah Mimin juga merona merah
"Ah itu Mimin tolong buatkan aku teh hangat ya, antar ke kamar saja langsung"ucap Kinar langsung masuk ke kamarnya menyembunyikan rasa malunya.
rasanya ia ingin menggali lubang dan bersembunyi karena malu.
Kinar langsung masuk ke kamar dan mandi, sisa percintaan tadi membuatnya sangat lelah dan tubuhnya lengket, ia berendam di bathtub untuk mengendorkan syarafnya yang tegang
Dimas masuk ke kamar dan melihat istrinya sedang mandi, ia lalu ikutan membuka bajunya dan masuk ke dalam bathtub membuat Kinar terkejut
"Mas apa yang kamu lakukan??" teriak Kianr kesal
"Aku juga mau berendam sayang, karena hanya satu jadi kita berbagi ya?"ucap Dimas sudah memeluk istrinya dari belakang Kinar ingin bangkit, namun segera Dimas menarik tangannya sehingga ia kembali terduduk.
sesuatu di bawah sana membuatnya terkejut,sedang Dimas sudah aktif membelai dan meremas D**a Kinar, membuat Kinar akhirnya terlena juga, mereka melakukan kegiatan mereka sambil berendam, setelah membersihkan tubuh istrinya, Kinar membopongnya, memakaikan baju, lalu ia pamit untuk keluar sebentar
Kianr yang kelelahan langsung tertidur,sementara Dimas mengendarai mobilnya menuju apartemennya dimana Bella berada.
__ADS_1
Setelah sampai Dimas langsung masuk ke dalam rumah, ia melihat Bella yang sedang duduk meringkuk di sofa
"Mau apa kamu kesini" bentak Bella yang terlihat menangis
"Bella, ini peringatan pertama.dan terakhir, aku tak suka jika kamu kerumah mu. ingat Bella, jangan berani bermain kotor di belakangku, atau aku akan mengirimi ke luar dan tak akan pernah bisa kembali" ucap Dimas sangat marah
"Aku juga istrimu mas"
"Benar kamu istriku, tapi aku menikahi mu karena anak dalam kandunganku dan aku tidak mencintaimu Bella" ucap Dimas dingin
"Kenapa kamu bisa mencintai wanita kampung itu???, Apa yang kamu lihat dari dia??? wajah, body? aku lebih dari wanita kampungan itu"Dimas mendekati Bella lalu mencekik leher Bella dengan wajah marah.
Dimas tak senang Bella mengatai istrinya kampungan dan membandingkan wanita yang ia cintai dengan Bella,
"Dengar baik-baik, namanya Kinar, ia lebih baik seribu kali dari kamu. wajahnya cantik alami secantik hatinya, tidka seperti kamu, cantik tapi hatimu busuk.
Aku sungguh menyesal tidak mengenal Kinar sejak dulu, tapi aku sungguh menyesal pernah mencintai kamu.
Kamu manusia ter-egois yang pernah aku kenal.
Kamu meninggalkanku , membuatku hancur dan malu, namun kamu justru tidak tahu malunya kembali dan berharap aku masih mencintaimu.
Introspeksi diri Bel, apakah wanita seperti kamu patut di cintai. setelah anak itu lahir, pergilah sejauh mungkin dari hidupku, aku akan tetap menafkahi anak itu dan memberi namaku padanya, tapi untukmu, sudah berkahir dan tak akan pernah ada kata "Kita" mengerti???" ucap Dimas menghempas Bella hingga Bella terbatuk-batuk walau cengkraman Dimas tidak kencang, namun tetap saja menyakitkan
Kebencian di hati Bella makin dalam, ia makin membulatkan tekadnya akan memisahkan Kinar dari Dimas, dan membuat Dimas menjadi miliknya lagi, ia mau atau tidak, cinta atau tidak, Bella tidak perduli
"Jangan pernah datang lagi atau menghubungi istriku, aku tidka pernah main-main dengan ucapan ku"
Dimas langsung keluar, membanting pintu apartemennya kencang.
Bella tertawa nyaring hingga menangis, ia merasa sudah di injak-injak harga dirinya oleh Dimas.
Tak pernah terpikirkan olehnya jika semua itu karena ulahnya sendiri yang tak bisa menghargai dirinya sendiri.
Jika kita berharap orang lain bisa menghargai diri kita maka hargailah orang lain, seperti kita ingin di hargai
__ADS_1