
Dimas memandang wajah cantik Bella yang pucat, wanita yang pernah ia cintai, kini terbaring tak berdaya.
Dimas terus menggenggam tangan Bella.yang terasa dingin, ia melupakan keberadaan Kinar, melupakan waktu, hingga seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut dan tiba-tiba
Buuuggghhh
Sebuah pukulan kencang mendarat di wajah Dimas, hingga Dimas terjengkang kebelakang, ia terkejut tak siap menerima bogem mentah yang di arahkan padanya
Gubrakkkk
Dimas terjatuh dari kursinya dengan sempurna, ada darah keluar dari sudut bibirnya, ia melotot melihat siapa yang memberinya bogem mentah,
"Kelvin, apa-apaan loe????" bentak Dimas marah, ia menyeka sudut mulutnya dengan punggung tangannya
"Itu pantas untuk laki-laki bajingan seperti loe" Dengus Kelvin kesal tanpa rasa bersalah sedikitpun
"Apa maksud loe, loe memang sahabat gue tapi loe tahu batasannya, dan gue gak terima loe maki seperti itu??? loe gak punya hak" ucap Dimas marah
"Gue gak punya hak??? hahahhaa Dimas selama ini gue sabar liat kebodohan loe, satu yang gue sesali adalah, gue gak pernah berusaha keras nasihati loe dan bongkar semua kebusukan wanita itu" tunjuk Kelvin sinis pada Bella yang tertidur
Bella memang sudah terbangun karena terkejut Dimas berteriak, ia melihat Kelvin memukulnya, tak ingin bermasalah, ia lebih memilih memejamkan matanya lagi.
"Tutup mulut busuk loe, jangan pernah menghina Bella” Dimas tak terima Bella di hina oleh siapapun sekalipun sahabatnya sendiri.
"Loe bener-bener lelaki bodoh. Wanita yang sedang tertidur ah mungkin pura-pura tertidur dan terlihat lemah adalah ular berbisa.
__ADS_1
Dia sudah memanfaatkan loe sejak lama, kalau saja Tante Mariska tak melarang udah gue bawa loe liat buktinya” ucap Kelvin mencibir Bella, ia tahu wanita itu sudah terbangun sejak ia memukul Dimas hingga Dimas berteriak, namun Bella masih tidak bergeming, ia ingin mencuri dengar dan mencari tahu mengapa kedua sahabat sekaligus atasan dan bawahan itu bertengkar.
Bella sangat membenci Kelvin, Mariska dan Damar adiknya Dimas, karena secara tak sengaja mereka mengetahui rahasia Bella, Mariska malah pernah menemuinya dan memberikan bukti tersebut pada Bella, namun Bella menyangkal dan malah bertaruh antara dirinya dan Mariska, siapa yang akan Dimas pilih,. Bella sangat yakin bahwa dirinyalah yang akan memang dalam taruhan itu, ia sudah membuat Dimas cinta mati padanya dan menghasut Dimas sedemikian rupa.
Kini ia hanya tinggal mencari celah untuk menghancurkan persahabatan mereka.
Kelvin sangat berbahaya jika masih berada di dekat Dimas, karena Kelvin membencinya terlebih lagi Kelvin menyimpan bukti perselingkuhannya dengan Kristian secara tak sengaja, ah ia benci mengingat itu semua.
Setelah Kelvin disingkirkan, ia akan meminta Dimas mempekerjakan kekasihnya Kristian.
"Dasar Kelvin sialan, dia tahu gue pura-pura tidur, tunggu aja loe Kelvin, gue akan hancurkan loe berkeping-keping melalui tangan Dimas.
Kali ini gue punya alasan bagus untuk kembali pada Dimas, ternyata penyakit gue membawa keuntungan gue gue, hahaha" Bella tertawa dalam hati dan mulai merencanakan semuanya.
"Owh gue tahu sekarang, jadi loe bersekongkol sama mama gue untuk menyingkirkan Bella?? Jangan-jangan kepergian Bella karena kalian???” tuding Dimas membuat Kelvin geram dan menggelengkan kepala. Ia sungguh miris melihat sahabatnya yang benar-benar di buta kan cinta pada seorang wanita ular seperti Bella.
”Mau kemana loe??? gue belum selesai bicara” teriak Dimas marah karena tahu-tahu Kelvin pergi begitu aja
Mendengar teriakan Dimas Kelvin berhenti sejenak
tersenyum sinis pada sahabatnya
”Gue rasa loe udah lupa kalau punya istri, gue datang karena wanita malang itu menangis khawatir dengan suaminya, loe puas kan nyakitin dia???” ucap Kelvin kembali meneruskan langkahnya
Deg
__ADS_1
Dimas tersadar jika ia sudah melupakan Kinar, pasti istrinya itu khawatir menunggunya,Dimas menatap ke arah tempat tidur dimana Bella masih terlelap tidur, Dimas tahu kenapa Kelvin mengatakan jika Bella pura-pura tertidur dan ia melihat kebenaran itu, wanita itu adalah masa lalunya, namun kini ia demi masa lalunya melupakan janji yang ia buat dengan wanita masa depannya, Dimas menggembuskan nafas kasar, ada rasa bersalah menghinggapi hatinya.
Dimas meraih jas nya dan hendak meninggalkan ruangan itu, namun tiba-tiba sebuah tangan menahannya, ya Bella terbangun dan sedang memegang tangannya
"Kamu sudah bangun dari tadi dan berpura-pura tidur, dan aku dengan bodohnya percaya kamu tidur. Kmau benar-benar membuatku nampak bodoh di depan sahabatku.
Aku harap ini pertemuan terakhir kita, aku tak ingin melihatmu lagi.
Satu lagi yang harus kamu tahu, aku sudah menikah, dan wanita itu adalah wanita yang menggantikan kamu di hari pernikahan kita”
"Maafkan aku mas, aku, aku..."ucap Bella tergagap tak menyangka Dimas tetap melangsungkan pernikahan walau dia sudah meninggalkannya, dan siapa wanita itu??? beribu pertanyaan berputar di kepala Bella
”Mengingat hubungan kita, aku gak akan permasalahkan lagi, toh karena kepergian mu aku memperoleh istri yang sholeha” cibir Dimas membuat Bella kesal
”Mas dengar dulu penjelasan ku, ” teriak Bella
”Tak ada lagi yang harus di jelaskan, aku merawatku karena sisa kepedulian ku padamu, jangan pernah muncul lagi di hadapanku" ucap Dimas dingin ia berjalan menuju pintu keluar
”Aku meninggalkanmu bukan karena aku mau, tapi karena aku di diagnosa sakit kanker kandungan, aku merasa tak sempurna, dan mamamu memintaku meninggalkanku dengan memberikan aku sejumlah uang” teriak Bella mencoba menyentuh titik sensitif di hati Dimas, namun Dimas hanya diam sejenak mendengarkan ucapan Bella, lalu meneruskan langkahnya tanpa menoleh.
Bella terkejut, ia tak menyangka ucapannya tak berpengaruh pada Dimas, padahal ia sudah membumbuinya sedemikian rupa agar Dimas iba dan menyalahkan mamanya, Memang benar Mariska pernah menyodorkan uang pada Bella dan Bella menerimanya , namun itu jauh sebelum ia di diagnosa mengidap kanker.
Ada rasa sakit diabaikan oleh Dimas, selama ini ia selalu mengabaikan Dimas, apakah ia memiliki perasaan pada Dimas????? Dan wanita seperti apa yang sudah mengubah Dimas nya????
Dimas meninggalkan rumah sakit, walau perkataan Bella terus mengiang-ngiang di telinga Dimas, namun ia berusaha mengusirnya.
__ADS_1
Sesampainya di mobil Dimas meremas rambutnya kasar, urat-urat keningnya keluar karena ia terlalu keras berfikir. Perkataan Bella sedikit banyak mempengaruhinya, namun ia harus kuat, ia sudah berjanji pada Kinar akan melupakan masa lalunya dan berjalan bersama Kinar menempuh masa depan mereka berdua.