Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Kedatangan


__ADS_3

Reyhan dan kawan-kawannya masih belum tidur, mereka malah asik ngobrol sampai lupa waktu, sementara Adam sedang asik sendiri memegangi ponselnya, sesekali wajahnya terlihat tersenyum, siapa lagi yang bisa membuatnya seperti orang kurang waras kalau bukan karena Amanda, mereka saling menulis pesan singkat di aplikasi berlogo hijau.


Amanda juga sama sedang senyam senyum sendiri di kamarnya, ia menginap di kamar Aisya, sementara Aisya sudah terlelap tidur karena kelelahan.


Sejak kedua orangtuanya pergi mengunjungi kakaknya ia memiliki pekerjaan double, di samping urusan kantor, ia juga mengawasi adik-adiknya


Wawan, Reyhan dan Miko hanya menggelengkan kepalanya melihat Adam yang Medan mesem sambil memegang ponselnya, sesekali jari-jarinya dengan cekatan membalas pesan singkat di ponselnya


"Liat tuh yang lagi kasmaran, kaya orang gila ketawa, senyum sendiri" sindir Reyhan


"Loe kaya gak pernah muda aja, gitu dah yang lagi jatuh cinta, berjuta rasanya" ucap Wawan tertawa kecil PL


"Sue, gue masih muda, dia tuh yang perjaka tua, jadi baligh nya telat" gerutu Reyhan tak terima


Sementara Miko dan Wawan hanya menertawai Reyhan.


Sudahlah ayo kita tidur bro, besok kita balik ke.bandung, owh ya kalau adik cantikmu mau ikut, aku sangat bahagia" ucap Wawan tersenyum lebar


"Mimpi, gue gak akan mau adik gue Deket sama kumbang kaya loe, Bahaya!!!"


"Cih gue laki-laki baik-baik kali, jangan ngomong sembarangan, jatuhin pasaran gue aja sama calon istri masa depan gue"


"Dih najis, ayo Mik, kita tidur, biarin tuh buaya buntung mengkhayal" ucap Reyhan lngsung berjalan memasuki kamarnya, di ikuti Miko masuk ke kamar tamu


"Wah gak setia kawan loe Miko" gerutu Wawan menyusul Miko masuk ke kamar mereka, sementara Adam tak sadar jika kawan-kawannya sudah kembali ke kamar, ia sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia yang penuh bunga-bunga bermekaran sejak ia menyadari perasaanya pada Amanda dan kini tinggal menunggu kedua orangtuanya lalu Amanda dan dirinya menikah


Setelah mengucapkan selamat tidur pada Amanda, Adam baru melihat sekelilingnya sudah sepi, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal karena baru sadar jika kini ia sendiri.


Adam segera masuk ke kamar Reyhan


"Rey, kenapa loe masuk kamar gak kasih tau sih, gue jadi kaya orang bego di luar sendirian" gerutu Adam


"Percuma, dunia milik loe sama Amanda, yang lain ngontrak, udah tidur dah sekarang, owh ya mama sama papa lagi on the way ke sini, kemungkinan pagi nanti sampai" ucap Reyhan sambil memejamkan matanya yang sudah mengantuk


"Terus mama sama papa gue???" tanya Adam


"Loe anaknya kenapa gak nanya sendiri, aneh" cibir Reyhan.


Baru saja Adam mau protes, terdengar dengkuran halus, Reyhan udah terbuai mimpi dengan cepat

__ADS_1


"Dasar *****, nempel langsung molor" ucap Adam lirih, ia ikut berbaring di samping Reyhan, berusaha memejamkan matanya namun rasanya sulit sekali, ia memilih memandangi wajah imut Amanda di ponselnya yang ia pinta beberapa waktu lalu dari Amanda hingg akhirnya Adam ikut tertidur


Subuh-subuh sekali mang Ujang supir pribadi Satria mengetok kamar Reyhan


Mang Ujang sudah di beritahu jika jam enam majikanya akan sampai di bandara, ia diminta membangunkan Reyhan untuk menjemput mereka karena mereka rombongan, gak mungkin hanya satu mobil


Setelah mengetuk lama akhirnya Adam terbangun dan membuka pintu, ia sampai tak mendengar adzan subuh karena kelelahan


"Ada apa mang???"


"Anu den , den Rey suruh bapak jemput ke bandara bawa mobil sendiri, bapak bilang mereka datang rombongan, jadi gak cukup satu mobil" ucap Mang Ujang sopan


"Bisa tunggu setengah jam mang, saya perlu sholat dan mandi, sekalian bangunkan Reyhan"


"Sok atuh den, mamang mau bangunkan Kirman buat bawa mobil neng Kinar juga


"Loh, emang Kinar ikut juga??? tanya Adam antusias


"Masa itu teh mamang kurang tahu den, mamang tinggal dulu den" ucap mang Ujang pamit lalu pergi


Setelah membangunkan Reyhan, Adam langsung mandi dan sholat, ia menduga jika mama dan papanya ikut rombongan orangtua Reyhan.


Sebelumnya Reyhan sudah membangunkan Aisya untuk mempersiapkan sarapan untuk semua orang, Aisya di bantu dua asisten rumah tangga memasak sarapan di dapur.


Sesampainya di bandara, pesawat sudah mendarat, hanya menunggu brang bagasi.


Tak lama kemudian terlihat Satria dan Anggi berjalan beriringan, diikuti Nugraha dan Caroline sementara di belakang mereka seorang gadis mungil dengan menyeret koper kecilnya


"Papa , mama, om Tante, kaknkinaaar" teriak Reyhan seperti anak kecil, berlari ke arah Kinar


"Hei, harusnya kamu salaman dulu dengan orangtua disini, malah kakakmu duluan" tegur Satria menggelengkannkepala melihat tingkah kekanakan Reyhan.


Reyhan hanya nyengirnkoluda menyalami satu persatu, di ikuti Adam


"Kamu ikut juga????" ucap Adam tak bisa menutupi bahagianya


"Tentu saja, aku mau ikut melihat sahabat tercintaku melepas masa lajangnya" goda Kinar


" Kau meledekku, by the way, thanks ya, akhirnya aku menyadari perasaanku walau hampir terlambat"

__ADS_1


"Luapkan, yang penting sebentar lagi kalian akan menajdi satu. Aku sungguh bahagia untuk kalian"


"Sudah, sudah ayo langsung ke mobil, kita istirahat dulu karena lelah" ucap Anggi yang merasa kelelahan


Mereka lalu meninggalkan bandara menuju rumah Satria.


Sementara di rumah Satria


Aisya sudah selesai memasak, ia sengaja membuat yang simpel untuk menghemat waktu.


Miko yang sudah terbangun sejak subuh membantu Aisya mengangkat makanan ke meja makan, keduanya terlihat malu-malu.


Amanda hanya melihat lucu ke kakaknya, selama ini Miko paling anti jika di mintai tolong di dapur, namun sepertinya Miko tertarik pada Aisya


Miko sangat salut pada Aisya yang berasal dari keluarga kaya raya, namun masih mau turun ke dapur dan terlihat sederhana, dalam hati Miko, ia ingin mengenal Aisya lebih jauh lagi.


Satu jam kemudian rombongan orangtua mereka sampai, Aisya dan Miko serta si kembar dan si bungsu menyambut kedatangan semua orang, rumah langsung ramai karena kehadiran mereka.


Aisya dengan cekatan menuju dapur, Miko dengan suka rela membantu Aisya membawakan minuman untuk semua orang.


Satria yang heran karena tak mengenal siapa Miko menatap penuh waspada kearah pria tersebut


"Owh ya, ini Miko pah, kakaknya Amanda" ucap Reyhan.


Satria mengangguk kan kepalanya


" Jadi kapan kita ke Bandung???tanya Nugraha langsung


"Sore bagaimana??? rasanya tubuhku lelah banget dan Caroline juga pastinya" ucap Anggie menatap sahabatnya


"Oke aku setuju dengan Anggi, kita istirahat dulu.


sekarang kita bersihkan badan lalu sarapan selesai itu istirahat"


di balas anggukan semua orang


"Aisya tolong antar Tante Caroline ke kamar tamu ya satu " ucap Anggi pada Aisya


"Baik ma, ayo Tante" ucap Aisya membantu Caroline bangkit. sementara Nugraha mengikuti mereka dari belakamg

__ADS_1


__ADS_2