
Kinar sedang menata masakan yang ia masak beberapa waktu lalu, bau harus masakan membuat Tante Winda langsung turun dan menuju ruang makan, ia langsung duduk di meja makan.
"Kinar buatkan saya juice tomat, jangan tambahkan gula atau apapun" perintah Winda kemudian fokus pada ponselnya
”Biar saya saja mba, sepertinya nyonya Winda mau cari masalah sama mba Kinar" ucap mbak Jum khawatir
" hanya segelas juice mbak gak akan menimbulkan masalah, makasih sudah memperingatkan Kinar"ucap Kinar tersenyum.
Bukan tak tahu niat Winda, namun Kinar hanya mengikuti alurnya saja dan akan bertindak jika Winda sudah melewati batas, bagaimanapun ia bukan anak manja yang bisa berleha-leha, Kinar sudah biasa hidup mandiri bahkan sejak ia masih kecil, kekerasan masa kecilnya menjadi trauma sekaligus penguat untuk Kinar.
Segelas juice tomat sudah selesai di buat, Kinar membawa dan meletakkannya di meja, sementara Winda hanya melirik sekilas dan kembali tertawa-tawa sibuk bertelepon dengan temannya
Mariska datang dan melihat tingkah adiknya itu, ia sangat paham sikap adiknya yang menjengkelkan.
Winda adalah anak dari istri muda papanya, itulah yang membuat sifatnya dengan sifat adiknya berbeda, sifat Winda diturunkan dari mamanya, Tante Andini.
"Apa makan malam kita sayang” tanya Mariska yang melihat Kianr menata meja makan
”Ikan dori asam manis, cumi telor asin, cah buncis Singapore, tahu sama tempe kesukaan mama sama sambal dabu-dabu, Kinar juga buat sambal mangga muda kalau mau yangs segar-segar”
”Wow, seperti di restoran, bisa-bisa mama tambah gemuk di manja makanan enak terus sama kamu"ucap Mariska melirik adiknya yang mencibirkan bibirnya tak senang
"Kinar akan terus manjain mama, biar mama sehat dan senang terus" ucap Kinar
”Mama mau juice tomat? kebetulan ada sisa segelas" tawar Kinar pada Mariska
"Boleh, terima kasih sayang"
Kinar langsung membawa juice tomat tersebut dan meletakkannya di depan Mariska.
Mariska meneguknya tanpa jeda hingga tinggal setengah gelas.
Melihat kakaknya minum juice begitu menyegarkan, Winda langsung menyeruput juice nya
"Puft apa ini, kenapa rasanya sangat ga enak? kamus sengaja ya mau buat saya sakit perut???" bentak Winda sambil mengelap mulutnya dengan tisu
"Maaf Tante gak ada yang salah sama juice nya, mama saja gak masalah kan ya ma???” tanya Kinar lirih
__ADS_1
"Kamu itu kenapa si win? kamu sengaja ya cari masalah sama mantu kakak? dari baru tiba ada aja yang kamu buat untuk menyakiti Kinar" bentak Mariska kesal
"Kak, ini beneran, aku gak lagi merundung dia, Kinar buatkan juice asin ini buat aku" protes Winda tak terima di pojokan kakaknya sendiri dan yang membuatnya makin salah adalah Mariska justru lebih membela Kinar daripada ia adiknya sendiri
"Jadi kamu nuduh Kakak bohong jika juice ini memang enak dan segar??? begitu Win???”
"Ada apa nih kok ribut-ribut???” tanya Damar menatap Tante dan mamanya bergantian
"Ini kakak ipar tersayang mu mau racunin Tante.
masa buatkan Tante juice gak ikhlas banget, padahal kan Tante minta tolong, coba rasakan juice nya deh" ucap Winda merajuk
Damar menyeruput juice mamanya, dia memang tak menemukan keanehan.
Damar melirik sekilas ke arak Kinar, terlihat wajah tegang Kinar. Damar lalu gantian menyeruput juice Winda, ia merasa lidahnya mati rasa, sangat asin, ia yakin Kinar lah pelakunya, namun ia tahu Kinar hanya membela diri karena ia tahu tantenya lah pasti yang duluan memprovokasi Kinar.
Damar berusaha bertingkah wajar seolah juice itu enak.
Kinar menelan Saliva nya karena membayangkan bagaimana asinnya juice yang Damar minum.
"Gak ada yang beda, juice mama atau Tante sama segarnya, Kak tolong buatkan juice yang baru untuk Tante dan aku, yang enak ya"ucap Damar sambil mengedipkan sebelah matanya.
Kinar tersenyum dan mengangguk dan mengangkat juice Winda ke wastafel
”Enggak, gak perlu, nanti dia buatkan juice yang gak enak lagi, gimana bisa bahagiakan Dimas, buat juice aja gak becus" sindir Winda karena melihat Dimas memasuki ruang makan
"Kenapa Tante?"tanya Dimas pelan
"Itu Dim, istri kamu bener-bener deh keterlaluan, masa.huatkan Tante juice asin banget, mau buat Tante struk apa???” ucap Winda merajuk pada keponakannya
"Mana juice yang tadi??? biar Dimas coba" teriak Winda, namun mbak Jum yang melihat situasi langsung mengamankan barang bukti, ia langsung menuang juice Winda ke wastafel
"Maaf nyonya, sudah saya buang"ucap Mbak Jum dengan wajah bersalah, walau sebenarnya sejak tadi ia menahan tawa melihat kejahilan Kinar, mbak Jum tidak khawatir lagi karena Kinar bisa menjaga dirinya dari Winda.
"Ah menyebalkan, percaya deh Dim, istri kamu beneran gak suka sama Tante"adu Winda pada Dimas
Dimas yakin apa yang dikatakan tantenya tidak bohong, ia yakin Kinar sudah mengerjai tantenya apapun itu semua orang yang berada di ruangan ini justru menutupi perbuatan Kinar.
__ADS_1
Dimas menatap Kinar tajam kemudian duduk di samping Winda menghiburnya
"Biarkan Kinar membuat juice yang baru ya Tan, nanti kalau dia macam-macam biar Dimas yang urus karena Kinar istri Dimas, maka Dimas yang akan membimbingnya, bukan begitu sayang?????”tanya Dimas penuh penekanan dalam kalimatnya.
Kinar diancam secara halus, sepertinya Dimas tahu ia sudah berbuat usil pada tantenya.
"Tentu saja, sesuai perkataan suamiku tercinta"ucap Kinar tersenyum lebar
Tak berapa lama kemudian ia membawa tiga gelas juice, satu untuk Kinar dan duanya untuk Damar dan Dimas .
"Sudah ayo kita makan, mumpung masih hangat, mama sudah gak sabaran"ucap Mariska mengalihkan pembicaraan
Mereka semua makan dengan lahap nya, pada awalnya Dimas tak mencolek ikan asam manis, namun begitu melihat keluarganya begitu menyukai menu itu, ia mengambil satu potong dan ia merasa ikan itu berbeda dari yang biasa ia makan, ia lalu mengambil lagi membuat Kinar tersenyum samar.
"Kak, sejak kapan mbak Jum masak enak banget begini, bisanya cuma masakan ndeso, masak gini nih yang buat orang betah makan di rumah, sumpah enak banget. belajar masak dimana mbak Jum tuh kak???” celoteh Winda sambil menyuapi mulutnya dengan nasi
"Owh enak kah masakannya?"tanya Mariska meyakinkan
”Enak banget kak, taste nya sama kaya restoran tempatku biasa makan" ucap Winda kembali melahap makanannya, Dimas yang duduk di sampingnya hanya menggeleng, Dimas merasa mamanya sedang mengerjai adiknya sendiri
”Tentu saja enak, ini semua mantu kesayangan kakak yang masak, hebat kan???” ucap Mariska menyombongkan Kinar
Winda terkejut hingga tersedak makanannya sendiri, Dimas huru-buru menyodorkan air putih pada tantenya itu
"Kamu baik-baik saja Win???"tanya Mariska khawatir
"Baik kak, aku sudah selesai makan"ucap Winda bangkit, Winda sangat kesal kakaknya juga mengerjainya.
"Loh kok gak di habiskan makannya?" tanya Mariska
"Sudah, gak enak, enek rasanya" ucap Winda malu
"tadi katanya enak, kok sekarang enek, yang bener yang mana tan??” goda Damar
Winda tidak memperdulikan ucapan Damar ia terus berjalan menuju ruang keluarga, Damar lalu menyusul di ikuti Mariska yang sudah selesai makan, tersenyum dan memberikan jempol pada Kinar lalu berjalan menyusul damar dan adiknya Winda
Sementara Dimas masih duduk manis di tempatnya, ia menatap Kinar sekilas, mengelap mulutnya dengan tisu, lalu berdiri.
__ADS_1
"Ikut aku" ucap Dimas tanpa menoleh lalu ia menaiki tangga berjalan menuju kamar mereka.