
Sebulan sudah berlalu, Dimas masih terlihat gelisah memikirkan kejadian dirinya dan Bella, ia tak tahu harus bagaimana. Ada rasa bersalah menggerayangi hatinya.
Namun Bella tidak juga mengabarinya, sepertinya semua aman, ia hanya takut Bella hamil karena perbuatan mereka.
Dimas hari ini sengaja tidak pergi ke kantor, Dimas mengikuti saran mamanya menjadi suami siaga untuk istrinya, Siang ini, mereka akan melakukan pemeriksaan rutin kandungan Kinar yang sudah menginjak lima bulan, tubuh Kinar yang kecil dengan perut yang membesar membuat Kinar terlihat lucu.
Namun kondisi Kinar sudah lebih baik, mual muntahnya sudah hilang, kini ia sudah mulai berisi lagi walau masih terlihat kurus, lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya saat mual muntah parah.
Dimas dan Kinar sedang antre di ruang dokter, keduanya terlihat sangat mesra, mereka sedang menunggu giliran antri, hingga seorang wanita muda keluar dari ruangan tersebut, Dimas terkejut melihat orang itu adalah Bella, Kinar belum pernah melihat Bella, sehingga ia juga tak memperhatikan perubahan wajah Dimas, suaminya pucat pasi melihat Bella keluar dari ruangan dokter, hatinya langsung tak enak dengan debar jantung yang berdetak cepat.
"Sayang, aku mau ke toilet sebentar ya" ucap Dimas berpamitan pada istrinya, setelah mendapat anggukan istrinya, Dimas segera pergi, namun ia bukan ke toilet melainkan mengejar Bella, ia sangat yakin wanitabitu Bella, walau menutupi kepalanya dengan pasmina.
Dimas mengedarkan pandangannya, ia kehilangan jejak Bella, keringat dingin membanjiri wajah tampannya, apa yang ia takutkan seolah menjadi kenyataan, walau ia belum yakin sepenuhnya.
Di kejauhan Dimas melihat wanita itu, wanita yang menurut Dimas adalah Bella, namun setelah Dimas mengejarnya, wanita itu dengan tergesa-gesa naik mobil setelah tahu Dimas memanggil-manggil namanya.
, Dimas memukul udara karena kesal, ia hendak berbalik, namun sebuah foto USG terjatuh, dia memungutnya dan alisnya berkerut, Nyonya Bella Savitri
Nama yang tertera diatas foto USG itu membuat seakan dunia Dimas runtuh.
Dimas jatuh terduduk, lututnya terasa lemas tak bertenaga, apa yang ia takutkan akhirnya terjadi juga.
Bagaimana ia harus mengatakannya pada Kinar??? Bagaimana perasaan Kinar jika ia tahu kalau Dimas sudah mengkhianati pernikahan mereka???? Bagaimana jika Kinar tahu jika Dimas juga memiliki anak dari wanita lain yang tak lain adalah mantab kekasihnya
Bagaimana nasib rumah tangganya???
Dimas meremas rambutnya frustasi
Seorang perawat menghampiri Dimas karena melihat ia terduduk lesu
"Pak, apa bapak baik-baik saja???”
"Ah iya sus, saya baik-baik saja" ucap Dimas segera bangkit, ia tersadar kini ia sudah menjadi pusat perhatian orang-orang karena tingkahnya, dengan malu Dimas bangkit dan langsung masuk kembali kedalam rumah sakit, menemui istrinya yang sudah menunggunya di poli kandungan
Dimas melihat wajah istrinya yang khawatir
"Mas kok lama bener ke toiletnya?"tanya Kinar
__ADS_1
"Maaf sayang, antri, belum di panggil juga ya?" tanya Dimas mengelus rambut istrinya yang di balas gelengan lemah Kinar
"Sabar ya sayang, Dede juga sabar ya" ucap Dimas membelai lembut perut istrinya
"Itu mas, nomer kita dipanggil" ucap Kinar, mereka lalu bangkit dan masuk ke ruang pemeriksaan
Sementara di tempat lain
"Bagaimana? apa berhasil? tanya seorang pria di balik kemudi
"Iya mas, aku gak bisa meminta pertanggung jawabannya, namun aku bisa memaksanya secara halus. dengan mempermainkan perasaan bersalahnya, ia pasti akan datang sendiri padaku"ucap Bella menyeringai licik
"Ckckck, kurasa pria itu tidak akan begitu saja percaya.
Ini terakhir kalinya aku membantumu.kalau bukan karena kamu sepupuku, aku gak mau membantumu.
Ingat Bella, dia sudah punya istri, bagaimanapun itu bukan salah dia, justru ku lihat kamu yang memanfaatkan dia"ucap Adrian menggeleng pelan
"Ah tutup mulutmu sepupuku yang bawel. sisanya serahkan padaku, aku tak akan mengganggumu lagi" ucap Bella santai menyulut rokoknya dan menghisapnya dengan elegan
"Aku hanya mempringati mu, dan satu lagi, kamu seharusnya menghindari rokok atau berhenti sama.sekali, kamu sedang hamil dan punyabrieayat penyakit kandungan Bella!!!”
"Sampai ketemu lain waktu sepupuku sayang” ucap Bella mencium sepupunya
"Aku harap tidak bertemu dalam waktu dekat, kau hanya ingat aku jika butuh, huh menyebalkan sekali" ucap Adrian lalu meninggalkan halaman parkir apartemen Bella
"Aku pasti masih membutuhkanmu sepupuku" ucap Bella tersenyum lebar
Dengan senyum masih tersungging di bibirnya, Bella langsung masuk menuju kamar apartemennya, namun langkahnya terhenti seketika ketika melihat seorang wanita setengah baya berdiri di depannya, Bella mengepalkan tangannya sedikit gugup
"Tante Mariska???" ucap Bella lirih, entah mengapa melihat Mariska Bella selalu merasa terintimidasi walaupun wanita itu tersenyum, namun Bella merasakan lampu merah di kepalanya memberi tanda jika bahaya
"Bisa kita bicara?" ucap Mariska langsung
"Ba..baik Tante, ayo masuk ke apartemenku" ucap Bella gugup
"Sejak kapan apartemen putraku menjadi milikmu???" cibir Mariska sinis
__ADS_1
"Maksud Bella..."
"Ikuti aku" ucap Mariska langsung memotong ucapan Bella.
Bella terbengong sekejam, membuat Mariska menoleh kembali padanya, Bela langsung berjalan cepat menyusul Mariska
Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan yang berlangsung, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing, namun Bella terlihat sangat tegang, ia menggenggam dress-nya kencang.
Hingga mereka berhenti di sebuah pusat perbelanjaan, Mariska membawa Bella ke sebuah restoran mewah, ia tahu wanita ini orang yang bergaya hidup mewah.
Setelah memesan makanan mereka keduanya masih membisu, hingga makanan terhidang dan mereka makan masih dengan kebisuan, tak ada percakapan yang biasa terjadi saat makan di luar.
suasana menjadi tegang, Bella ingin segera menyelesaikan semua dan segera pergi dari wanita ini
Setelah selesai, Mariska mengelap mulutnya dengan anggun dan meminta pelayan membereskan meja mereka, setelah meja bersih, Mariska mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, map coklat berukuran besar
"Bukalah" ucap Mariska memerintah
Dengan gemetaran Bella.membuka amplop tersebut, ia tekerjut banyak sekali foto dirinya dan Kristian, termasuk di apatlrtemen mereka di Paris, jika foto-foto yang menunjukkan keintiman mereka.
Taknlupa foto di rumah sakit dimana ia sedang berada di dokter kandungan, berikut hasil pemeriksaan Bella yang menjelaskan usia kan kondisi kehamilan Bella.
Bella tak sanggup melihat lagi, semua bukti tentang dirinya!!!!!
Dia juga melihat sebuah kertas berlogo sebuah rumah sakit, Bella ingat rumah sakit dimana dia mengugurkan kandungannya dan satu lagi rumah sakit dimana ia operasi kanker kandungan.
Betapa menakutkannya wanita di depannya ini, ia seperti lintah yang menempel pada tubuh Bella, mengetahui semua informasi tentang dirinya, Bella gemetaran, ia mati kutu di hadapan Mariska
"Apa kamu tidak ingin bertanya sesuatu??
atau mungkin kamu mau menjelaskan sesuatu???"Ucap Mariska dengan elegannya meminum teh di depannya
”Apa mau Tante?" tanya Bella menatap tak berdaya
"Pergilah, pergi dan jangan pernah kembali lagi ke negara ini.
Pergi jauhi anakku" ucap Mariska
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa meninggalkan mas Dimas, aku sedang hamil anak mas Dimas" ucap Bella tersenyum sinis