
"Siapa pria itu???? apa dia mantanmu?" selidik Kristian menatap tajam Bella
"Dia mantan kekasihku mas yang aku ceritakan. Aku mohon biarkan aku menutupinya. Kota butuh uang untuk hidup, dan uang yang aku miliki tidak cukup untuk pengobatan dan masa depan kita" ucap Bella lirih
"Bell, waktu itu kamu meninggalkanku karena aku kuliah, apa kamu pikir aku tak sakit hati melihatmu berpacaran dengan pria itu????
Baru kali ini kulihat sosoknya,. dia tampan dan kaya, aku yakin kamu lebih memilihnya ketimbang aku" ucap Kristian lirih
"Mas, kalau aku mau, aku sudah menjadi istrinya.
Kamu tahu sendiri aku cintanya sama kamu, dan kita sampai melarikan diri ke negara ini untuk menghindari pria itu.
Kamu tahu uang yang kita pakai untuk biaya hidup berasal dari mana??? jika mengandalkan mu yang dokter honorer mana bisa mas, come on jangan naif”
"Baik aku sadar siapa aku, tak sebanding dengannya” ucap Kelvin lirih
"Bukan gitu mas, aku lakukan itu semua demi kamu, Tapi sekarang dia menemukan kita, aku gak mau masuk penjara mas, ditambah aku masih butuh pengobatan untuk penyakitmu, aku hanya ingin kamu jadi ayah anak-anakku" ucap Bella terisak, mendengar ucapan Bella, Kristian luluh, ia memeluk kekasihnya menenangkannya
”Katakan apa yang akan kita lakukan?" tanya Kristian
"Kita harus bersandiwara, aku tak mau masuk penjara karena membawa kabur uang Dimas.
berpura-pura lah menjadi dokterku, sisanya serahkan padaku. percaya padaku, aku mencintaimu" ucap Bella mengecup singkat bibir Kristian
Kristian hanya mengangguk lemah, berjalan keluar pintu memanggil Dimas masuk
Ketika kembali masuk ia melihat Bella pura-pura memejamkan matanya kembali, Kristian ingin melihat bagaimana kekasihnya itu bersandiwara.
”Bella, ya tuhan apa yang terjadi padamu?” ucap Dimas menggenggam tangan Bella
Bella membuka matanya yang sayu, ia menitikkan air mata semudah mengedipkan matanya membuat Kristian dalam hati takjub.
”Maafkan aku mas, kamu pasti membenciku karena kabur dari pernikahan kita, kamu bisa menamparku atau membawaku ke kantor polisi sekalipun, tapi aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu”ucap Bella lirih
”Kita bahas itu nanti, kenapa kamu bisa operasi, sejak kapan kamu sakit???” tanya Dimas beruntun, terlihat ia sangat khawatir pada Bella membuat Kristian cemburu dalam diam
__ADS_1
”Itu adalah Kristian, dokter yang menangani penyakitmu" ucap Bella tiba-tiba membuat bola mata Kristian melotot karena terkejut
”,Ah iya Ita sudah berkenalan tadi,Bella baru tahu sekitar tiga bulan lalu" ucap Kristian mengatakan yang sebenarnya, karena mereka memang baru tahu tiga bulan lalu saat Bella pendarahan dan hasil lab mengatakan jika ia menderita kanker kandungan stadium awal.
"Kenapa kamu tidak mengatakan padaku??? kenapa harus kamu sembunyikan kenyataan itu?” ucap Dimas kecewa
”Maaf" Bella menundukkan kepalanya
"Aku yang minta maaf, sebagai tunangan mu aku bodoh hingga tak tahu penyakit kekasihku sendiri" ucap Dimas membawa Bella dalam pelukannya, Kristian ingin marah, namun ia tak bisa melakukan apapun selain pasrah mengikuti alur yang Bella mainkan
”Tapi aku harus meminta maaf karena akuemgacaukan segalanya, aku, aku...." Bella menangis sesegukan.
ia menangis bukan karena bersedih telah meninggalkan Dimas , namun kebetulan obat bius sudah hilang efeknya sehingga perutnya terasa berdenyut , sangat sakit.
Ia bersyukur sehingga ia bisa berakting maksimal di depan Dimas.
"Sudahlah, kita bahas nanti,aku masih butuh penjelasan mu mengapa kamu meninggalkanku menjelang pernikahan kita. sekarang kamu sebaiknya istirahat" ucap Dimas lembut membantu Bella tiduran, menyelimuti dan mengecup keningnya
Ada rasa sakit melihat wanita yang pernah ia cintai dalam kondisi seperti ini, kebersamaan lebih dari tiga tahun, bohong jika Dimas berkata ia sudah tidak menyayangi Bella, walau posisinya Bella sedikit berbeda, ada wanita lain yang sudah membuat hari-hatinya penuh warna, Kinar, istrinya.
Sementara di tempat lain
tanpa sadar ia menangis, tak tahu apa yang harus ia lakukan. melapor polisi ini belum dua puluh empat jam, menelpon mama mertuanya lebih tak mungkin
Tiba-tiba Kinar ingat seseorang yang mungkin saja tahu keberadaan Dimas
Kinar meraih ponselnya segera menghubungi Kelvin, i baru ingat Kelvin berada di negara ini, mungkin saja mereka sekarang sedang bersama
”Halo????” ucap seorang pria dengan suara malas di ujung telepon
"Kelvin, ini Kinar istrinya Dimas. Apa Dimas denganmu sekarang???” tanya Kinar di ujung telepon
” Kinar. " ucap Kelvin setengah berbisik. Kelvin masih dalam pengaruh alkohol ,namun ia masih bisa mengingat istri sahabatnya itu
”Iya Kinar, Dimas belum pulang sejak pagi tadi.
__ADS_1
Tadi pagi ia pamit bertemu kamu, tapi sampai sekarang dia belum kembali" Ada kekhawatiran terdengar di suara Kinar, bergetar ingin menangis
”Aku akan mencari nya” ucap Kelvin singkat, ia mencoba berpikir waras, pengaruh alkohol membuatnya mabuk tapi tidak dengan otaknya
"Terima kasih Kelvin, terima kasih.
Kalau begitu aku matikan teleponnya. assalamu'alaikum”
”Wa Alaikum salam" ucap Kelvin lirih.
ia bangkit berjalan menuju toilet, merogoh mulutnya untuk memuntahkan isi perutnya, ia juga mandi air dingin membiarkan tubuhnya berada di bawah shower.
Udara dingin Paris membuat ia mengigit, namun ia tahan, setelah setengah jam kemudian mengeringkan tubuhnya, berpakaian lalu melajukan kendaraannya menuju rumah sakit, perasaannya berkecamuk dalam hati.
Sementara di rumah sakit, Dimas masih setia menunggui Bella, Bela juga bertingkah sangat manja, Kristian yang melihat itu tak tahan dan memilih pulang ke apartemen yang mereka sewa.
Kristian merasa gagal sebagai seorang laki-laki, bahkan untuk bertahan hidup saja masih mengandalkan Bella.
Harga dirinya di injak-injak, namun demi cinta ia menahan semua.
Kristian sangat mencintai Bella, Dia wanita yang mengisi kekosongan dalam hatinya
Sementara di rumah sakit
Dimas masih mengelus rambut Bella, terlihat Bella berkeringat menahan sakit, sejak beberapa waktu lalu setelah efek bius hilang ia trus menangis kesakitan.
Dimas dengan penuh kesabaran merawat Bella
Setelah meminum obat, Bella tertidur lelap.
Dimas dengan lembut membelai rambutnya, menyelimuti nya.
Dimas masih penasaran apa yang membuat Bella pergi darinya,
” Apa alsan kepergiannya berhubungan dengan penyakitnya??? apa yang harus aku lakukan?????”
__ADS_1
Dimas memandang wajah cantik Bella yang pucat, wanita yang pernah ia cintai, kini terbaring tak berdaya.
Dimas terus menggenggam tangan Bella.yang terasa dingin, ia melupakan keberadaan Kinar, melupakan waktu, hingga seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut dan....