
Satu jam kemudian Kinar keluar dari kamar Freya, ia mencari keberadaan Michael untuk menjelaskan ucapnya beberapa waktu lalu, ia takut Michael salah paham padanya.
Setelah bertanya pada sistem rumah tangga, ia melihat Michael sedang duduk di meja bar, meneguk wine di tangannya, ia terlihat sedang berfikir dan tak menyadari kedatangan Kinar
"Mas, mas Michael" panggil Kinar, namun lelaki itu masih tak bergeming.
Kinar mengulurkan tangannya menyentuh bahu Michael
"Mas"
"Ahhh maaf aku tak mendengar " ucap Michael terkejut
"Gak apa-apa"
"Apa freya tertidur???" tany. Michael tak enak hati
"Sudah, tertidur nyenyak bahkan mendengkur.
kurasa ia sulit tidur beberapa hari ini karena kesakitan, jadi biarkan ia tertidur "
"Maaf dan terima kasih.
Maaf sudah menyusahkan mu " ucap Michael tulus
"Enggak masalah kok, Freya gadis yang menyenangkan, aku menyukainya" ucpa Kinar jujur
"Kalau papanya bagiamana???" tanya Michael menggoda, wajah Kinar langsung bersemu merah
Michael sangat menikmati perubahan di wajah Kinar, ia makin terlihat cantik.
Kecantikan alami yang sudah jarang ia temui.
"Lupakan aku hanya bercanda"
Kinar memasang senyum canggung, lelaki ini sering membuatnya kesal saja.
"Tapi mengenai perasaanku aku tak bercanda, aku sangat serius.
Aku tak akan memaksamu, aku akan menunggu dan mengejarmu sampai kapanpun" ucap Michael dengan wajah serius membuat Kinar menunduk tak tahu harus berkata apa
"Pria ini terlihat serius.
Tapi apakah ia akan tetap pada perkataanya jika mengetahui statusku yang seorang janda???
kenyankan orang memandang sebelah mata statusku ini.
walau di negara modern ini pemikiran para pria berbeda dengan lelaki dari Asia, namun tetap saja status ku .....
Apa yang harus aku lakukan padanya?" gumam Kinar diam dalam lamunannya.
__ADS_1
"Kok malam melamun??? sedang memikirkan untuk mempertimbangkan lamaran ku ya???" goda Michael lagi
"Kamu terlalu berfikir jauh.
Aku hanya ingin memberitahu jika Freya harus makan dan minum obat satu jam kedepan, aku harus memastikan makanan yang ia makan sesuai.
perutnya sedikit bermasalah, jadi ia harus makan yang lembut dulu" ucap Kinar mengalihkan pembicaraan
"Nani Tum sedang menjenguk anaknya, biasanya beliau yang membuatkan bubur kaldu ayam.
Freya sangat pemilih dalam makanan" ucap Michael bingung
"Tunjukkan saja dapurnya, aku yang akan membuatkan makan siang untuk Freya"
"Apa papa nya tidak??" tanya Michael menaikan sebelah alisnya
"Baik" ucap Kinar singkat, walau begitu Michael meloncat kegirangan dalam hati.
Michael langsung berjalan menuju dapurnya yang berada di sisi sebelah kanan.
Ia duduk di meja makan, memperhatikan Kinar sambil tak henti-hentinya tersenyum senang.
Michael jadi membayangkan jika Kinar akan menjadi ibu dan istri yang hebat.
Ia masih ingat masakan di kediaman kakaknya saat kaka iparnya ulang tahun, semua adalah masakan Kinar.
Michael menelan Saliva nya memikirkan lezatnya masakan itu, ia menunggu dengan Patuh seperti anak kecil memperhatikan mama mereka masak.
Kinar jadi jengkel sekali, bagaiman aada seorang lelaki yang sangat tidak tahu malu
Ingin sekali Kinar mencolok matanya yang menatap Kinar seperti itu, namun ia tahan.
Bagaimanapun Michael adalah tuan rumahnya.
Empat puluh menit kemudian bubur untuk Freya siap dan beberapa masakan untuk makan siang mereka sudah selesai di masak.
Kinar menata semuanya di atas meja, ia tak tahu selera Michael, ia memasak soup tofu, chicken garlic, steam ikan dan makanan penutup ia buat puding karamel
Freya terbangun dan langsung keluar dari kamarnya begitu tak melihat Kinar di sampingnya, ia ketakutan Kinar pergi saat ia tertidur, namun setelah asisten rumah tangga mengatakan jika Kinar sedang memasak di dapur, hatinya tenang dan bahagia.
Freya langsung menuju dapur dan dari kejauahan, ia melihat Kinar yang sedang memasak, hatinya merasa kehangatan.
Ia membayangkan jika Kinar menjadi mamanya, tentu ia akan di suguhkan pemandangan seperti ini, sayangnya Kinar tak bisa menikahi papanya.
Ia tak menolak juga tak menyetujui, hanya memberitahu alasan mengapa papanya dan Kinar tak bisa menjadi satu.
Freya juga melihat pancaran kebahagiaan di mata papanya, Freya tahu jika kali ini papanya benar-benar jatuh cinta pada Kinar
pasalnya Freya tak pernah melihat papanya memandang seorang wanita dengan cara papanya memandang Kinar
__ADS_1
dalam, dan lembut, penuh cinta.
"Eheeemm, eheeemmm"
"Eh sayang, sudah bangun?, sini duduk.
mama sudah buatkan kamu bubur kaldu ayam" ucap Kinar penuh kasih sayang
mendekati Freya dan menuntunnya duduk.
lalu menyiapkan semangkuk bubur dan ayam serta kuah kaldunya.
Freya hanya dia menatap Kinar sambil tersenyum.
tiba-tiba air mata menetes dari sudut matanya.
"Freya sayang, kenapa kok malah nangis?? apa ada yang sakit???" tanya Kinar lembut
"Freya menangis karena bahagia ma.
Freya belum pernah merasakan di masakan oleh mama dan di layani saat makan oleh mama.
Freya akan ingat ini, ini ...ini....
terima kasih ma, Freya sangat bahagia" ucap Freya malah sesenggukan.
dengan lembut Kinar berjongkok di sebelah Freya dan menghapus air mata gadis cantik itu
"Kalau Freya mau, mama akan sering memasakan untuk Freya.
Freya tinggal bilang saja mau makan apa"
"Beneran ma???" tanya Freya tak percaya
"Kapan mama bohong sama Freya???"
"Makasih mama Kinar, Freya sayang sama mama Kinar" ucap Freya memeluk Kinar.
Mereka lalu makan layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia, terkadang terdengar ucapan manja Freya pada Kinar.
seorang asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di sana sampai terharu dan menitikkan air mata, ia juga tak lupa mengabadikan momen berharga itu dan mengirimkannya pada rekannya, Tumini.
Tumini yang mendapat pesan dari temannya tersenyum bahagia sampai menangis begitu melihat foto yang di kirim rekannya tersebut.
Ia mendoakan agar mereka bisa bersama selamanya.
Namun Tumini juga sadar jika masalahnya adalah perbedaan keyakinan, semoga saja mereka bisa melewatinya dan berlabuh ke pelaminan.
Setelah makan siang, Kinar pamit pada Freya, sebenarnya Freya enggan melepaskan kepergian Kinar, ia bergelayut manja pada Kinar dengan wajah sedih.
__ADS_1
Michael memberi pengertian pada Freya sehingga gadis cantik itu mengangguk dengan berat hati.