Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Menjaga Jarak


__ADS_3

"Hentikan tawamu yang menyebalkan itu Bernard atau ku simpan mulutmu dengan sendalku" bentar Albert kesal karena sejak kepergian Amara, Bernard masih saja tertawa penuh kemenangan


"Bos, apa yang mama anda katakan adalah suatu harapan, sepertinya bos harus secepatnya menikah dan memperoleh cucu demi kedamaian rumah ini"


"Cari mati" ucpa Albert melempar bantal ke muka Bernard, namun d Ngan pindah pemuda itu mengelak ya


"Kau sudah bosan kerja di negara ini??? apa kau mau ku kirim ke Asia yang beriklim tropis biar kulitmu terbakar sekalian"


"Please kirim bos, kau tahu saja jika aku menyukai wanita Asia yang cantiknya alami, aku akan mencari istri sambil bekerja" ucap Bernard sambil nyengir kuda


"Cih, seleranya sama dengan papaku" cibir Albert


"Kau seperti tak rela jika mama adalah mamamu, aku bahkan ingin beliau menjadi mama kandungku


Jaga ucapan mu atau apa yang kau katakan akan membuat mamamu membencimu bro" ucap Bernard menatap tajam sahabatnya.


Albert tersentak kaget, ia sama sekali tak ingin merendahkan mamanya, bagi Albert Amara adalah ibu terhebat dan wanita yang kuat.


Hany saja ia tadi tidak bermaksud ke arah sana, ia hanya berfikir mengejek sahabatnya ini.


"Ah kau membuatku jadi mengatakan hal yang bisa membuatku kesal, bisakah kau menghibur ku bukan membuatku kesal???"


"Kau sudah di hibur dengan wajah cantik dokter Kinar, aku ingin jadi pasiennya.


Bagaimana jika aku pura-pura sakit ya??? ah dia apsti segera tahu.


apa aku menjatuhkan diriku di tangga rumah ini???" gumam Bernard dengan pikirannya sendiri


"Dasar pria gila, tak sekalian kau terjun dari lantai dua puluh kantor kita" Dengus Albert dengan malas.


mengapa semua pria memuja wanita itu, apa hebatnya dia??? Dia hanya dokter kecil yang bahkan tak cantik di mata Albert.


Bagaimana mereka bisa ....


apa yang menarik dari wanita itu???


sore tadi Carl sampai mengirimi ia pesan jika ia merasa hari paling bahagia dalam hidupnya karena bisa makan dan nonton bioskop dengan Kinar, wanita itu hangat, lucu dan menyenangkan jika tidak dalam mode bekerja, namun jika ia bekerja Kinar menjadi sosok yang tegas, anggun dan pandai.


"Bagaimana seorang pria tak akan jatuh cinta pada wanita sempurna itu" Carl


Albert masih terngiang-ngiang ucapan Carl yang begitu memuja Kinar, kini di tambah sahabat sejak kecilnya juga amat memujanya dan rela sakit demi di rawat, Bernard kehilangan akal sehatnya untuk berfikir.


"Apa kau tidak merasakan sesuatu dekat dokter Kinar bro?"


"Tak ada, malah aku sangat membencinya" ucap Albert santai


"Benci awal cinta, ingat bro, jangan merebut wanita yang ku incar" ancam Bernard pada Albert


"Sejak kapan aku mau bersaing denganmu, cih.


sebaiknya tinggalkan kamar ini jika tak ada pembahasan lain.

__ADS_1


hari ini aku sudah cukup kesal pada wanita itu dan Mikhayla juga kena imbasnya.


Mama sampai melarangnya mendekatiku karena Kinar"


"Apa kau berharap adikmu, ah maksudku adik angkatnya menjadi istrimu???"


"Kau gila, aku hanya menganggapnya adikku, tak akan pernah lebih. Aku tak mungkin menikahi dia sampai kapanpun" ucap Albert tegas


Braaaakkk


Suara benda terjatuh membuat kedua pemuda itu terkejut , mereka saling pandang dalam diam


Albert memerintahkan Bernard untuk memeriksa keluar kamar


Bernard tak melihat seorangpun di sana, namun vas bunga yang letaknya di sudut dekat pintu masuk terjatuh, tak mungkin vas sebesar itu bisa terjatuh dengan sendirinya, kecuali ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka, tapi siapa yang kurang kerjaan seperti itu???


"Mama Amara dan papa tidak mungkin kurang kerjaan menguping kami, aku curiga jika wanita itu.


Entah mengapa sejak pertama aku melihatnya, wanita itu seperti memiliki niat jahat, mata, sorot matanya penuh misteri" gumam Bernard dalam hati, ketika ia mau masuk, ia melihat ada sebuah kain yang terlihat berada di pilar , sepertinya wanita itu bersembunyi di sana, senyum licik tersungging di bibir Bernard


"Sepertinya dia mau main-main dengan ku, baiklah kucing gelandangan, aku mau lihat sampai di mana trik dan permainanmu.


Saudara bodohku itu mungkin tak tahu, tapi kau tidak bisa menipuku dengan wajah sok polos mu itu" ucap Bernard dalam hati.


"Siapa??? apa yang jatuh?" tanya Albert dari dalam kamar


"Hanya kucing gelandangan yang menerjang masuk, mungkin penjaga lupa menutup pintu" ucap Bernard kencang


"Mana kucingnya sayang?" tanya Amara membuat Bernard kaget


"Mana kucingnya???" tanya Amara tak melihat ada seekor kucing di sana.


Benard lalu menunjuk Mikhayla yang bersembunyi di balik pilar, raut mukanya tak suka


"Dasar kucing tak tahu diri, usir sayang" ucap Amara kesal


"Ini bawa masuk, mama membuatku juice wortel dan Apple kesukaanmu, dan beri saudaramu juice ini, ingat suruh anak nakal itu minum Allahu perlu paksa" ucap Amara mengedipkan belah matanya lalu melenggang pergi kembali ke bawah.


"Apa kau sudah mengusir kucingnya bro??? kau sangat aneh, apa ada kucing naik ke lantai tiga???


apa ini hany alasanmu saja? atau kau menyembunyikan sesuatu?" tanya Albert bersedekap dada menatap sahabatnya itu dengan mata memicing


"Itu Mikhayla, ia menguping pembicaraan kita, aku rasa bukan hanya sekali ini"


"Miki??? come on bro, impossible


Dia adikku"


"Adik angkat, aku harap ku tak lupa itu.


Adik angkat yang berharap jadi nyonya Albert, itu gila"

__ADS_1


pekik Bernard


"Kau, jangan omong kosong"


"Bahkan jika aku membuat, tak mungkin mamamu mencoba terus memisahkan kau dengan Mikhayla.


Dengar bro, sejak dia datang di keluargamu, aku sudah bisa mengendus bahwa wanita itu tak sesederhana terlihat."


"Please hentikan, aku tak mau penilaian ku tentangmu buruk" ucap Albert lirih ia tak percaya


"Aku hanya menyampaikan yang ku tahu, percaya tau tidak itu urusanmu.


Jangan pernah salah lagi menilai wanita, karena wanita seperti teka teki" ucap Bernard mengambil gelas juice nya dan berjalan keluar dari kamar Albert


"Mau kemana kau, aku belum mengusirku???" teriak Albert kesal


"Kamarmu sumpek, lebih baik aku di bawah" teriak Benard tanpa menunggu jawaban Albert


Setelah kepergian Benard , Albert merenungi ucapan Bernard dan masih sangsi.


ia tak pernah memberi perhatian lebih pada Mikhayla, hanya perhatian kakak pada adiknya, apa Miki salah mengartikannya?


Terlalu banyak yang ia pikirkan,membuat Albert langsung tertidur beberapa saat kemudian.


Keesokan paginya


Albert paling belakangan turun dari kamarnya, Miki yang melihat Albert langsung bergelayut manja di lengannya


"Miki, lepaskan.


Tak enak ada mama dan papa" ucap Albert lirih mendapat tatapan aneh kedua orangtuanya


Miki langsung melepas pegangan tangannya, ia bermaksud menarik kan bangku untuk Albert, namun Albert memilih duduk dekat mamanya


"Ma, Albert mau sandwich" ucap Albert, Amara bergegas bangkit ingin mengambilkan


"Biar aku aja ma, mama layani papa saja" ucpa Mikhayla bersiap mengambilkan sarapan untuk Albert


"Miki, makan sarapanku.


Aku mau di layani mama, aku rindu di siapkan sarapan pagi oleh mama" ucap Albert beralasan karena tak tega melihat wajah sedih Mikhayla


Sampai selesai makan, Albert masih juga menghindari Mikhayla, ia langsung menuju ruang kerja di ikuti Bernard yang datang setelah mereka selesai makan.


Mikhayla membawakan minum untuk Albert dan Bernard sekaligus melihat apa yang dua pria itu lakukan di dalam.


Nampak Albert dengan kacamatanya nya , terlihat tampan dan berwibawa, ia sedang memeriksa beberapa dokumen, sementara Bernard berdiri di sampingnya


"Kak, minumnya"


"Terima kasih Miki.

__ADS_1


tolong tinggalkan di sana, karena kami ada hal penting yang harus di bicarakan" ucap Albert mengusir Mikhayla secara halus.


Mikhayla mencoba tersenyum walau hatinya masam karena sikap Albert padanya berubah seratus delapan puluh derajat.


__ADS_2