Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Kena Bully


__ADS_3

Ridwan dan Satria datnag tak lama setelah Kinar selesai masak, rencananya setelah sarapan mereka akan menuju ke rumah orangtua Amanda untuk acraa lamaran.


Sengaja makanan di susun di meja panjang ala prasmnaan, untuk membuat semua orang leluasa mengambil sarapan mereka.


Suasana ramai penuh dengan canda tawa.


Mereka semua duduk lesehan agar lebih akrab.


"Bagaimana masakannya?? enak atau tidak??" tanya Sinta meminta perhatian semua orang


"Enak banget, apalagi udang asam manisnya, pas" ucap Adji memberi dua jempolnya


"Iya setuju sama loe Adji, yang kakap fillet nya juga enak, pokoknya semua enak dan ini nasi goreng cabe hijaunya juara" ucap Nugraha menimpali sahabatnya yang di balas anggukan Ridwan yang sibuk mengunyah sarapannya.


Anggi hanya mesam mesem mendengar pujian tersebut, ia tahu jika itu masakan anaknya, Anggi bangga pada putri sulungnya itu.


"Aku suka banget, udah lama gak makan masakan Indonesia, aku ikan tongkol kemanginya, pedas dan wangi kemangi, ini yang menurutku juara" ucap Caroline menambahkan


"Kalau Arfan gimana, suka gak sarapan pagi ini??" tanya Sinta menanya putra sulungnya


"Enak ma, tumben mama masak enak banget" ucap Wawan menyerobot ucapan kakaknya


"Arfan suka semua" ucap Arfan malu-malu


"Kalau pak Satria bagaimana???" pancing Sinta tersenyum penuh arti


"Enak, tapi sepertinya ..." Satria kehabisan kata-kata, ia melirik kepada putrinya yang terlihat tersenyum lebar


"Ini masakan kak Kinar pa" ucap Aisya cukup membuat semua orang mendengar ucapannya, semua mata memandang Kinar kagum


Namun Arfan terbatuk-batuk karena terkejut


"Tuh Fan, kalau cari calon istri seperti Kinar, sudah calon dokter spesialis, jago masak pula" ucap Sinta tujuannya berhasil.


Sementara Adji menggelengkan kepalanya, Nugraha tertawa dan menepuk sahabatnya


"Aku gagal berbesan dengan Satria ku harap kau bisa berbesan dengan dia, Kinar gadis luar biasa yang pernah ku kenal" ucap Nugraha membuat Adji melirik ke arah Kinar


Kinar yang kikuk jadi pusat perhatian hanya bisa memasang senyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Mama selalu bangga padamu sayang" ucap Anggi menepuk tangan putrinya


"Makasih ma, semua karena didikan mama" ucap Kinar bergelayut manja di tangan Anggi


"Anak-anak gadis mama memang luar biasa, mama bangga pada kalian semua" Kinar, Aisya dan si kecil Amera memeluk mama mereka

__ADS_1


Sinta berjalan menghampiri keluarga bahagia itu, ia sangat iri melihat Anggi yang di kelilingi anak-anaknya yang cantik-cantik


"Jeung Anggi, saya ngiri deh sama kamu, punya anak gadis yang bisa diajak manja, diajak ngobrol gak kaya saya anaknya laki semua, ampun susah diatur, kerjaanha kelayapan jarang di rumah, yang satunya hobi ngerem di kamar" gerutu Sinta


"Sama aja Jeung. ini putri saya hanya sebentar aja pulang, beberapa Minggu lagi kembali ke Herman meneruskan kuliahnya, sementara Aisya bekerja di kantor suami, nah Amera masih sekolah, saya kalau siang gak ada orang sepi sendirian di rumah" ucap Anggi menjelaskan


"Owh kinar kuliah di jerman, aduh lama lagi ketemu dong, baru Tante mau bilang sering-sering main ke sini" ucap Sinta tak bisa menutupi kekecewaan nya


"Maunya sih Tan, tapi Kinar masih harus meneruskan kuliah tan"


"Iya gak apa-apa, mumpung masih muda, kejar cita-cita kamu sebelum punya suami" ucap Sinta antusias


"Iya Tan, Kinar mau wujudkan mimpi Kinar, sebelum semua.mistahil"


"Tante suka pemikiran kamu sayang, owh ya tapi bisa kan Tante nanti gangguin kamu nelpon kamu tanya-tanya masakan.


Untung ada kamu bantu Tante masak"


"Silahkan Tante, kapanpun kalau Kinar senggang pasti Kinar balas kok"


Semua orang sudah selesai makan, Kinar, Aisya dan Sinta serta Anggi membantu mengangkat piring kotor habis makan semua orang, sementara asisten rumah tangga Sinta sudah siap mencuci piring kotor yang mereka bawa.


Setelah semua siap, semua rombongan beriringan menuju kediaman orangtua Amanda.


Nampak Adam yang terlihat tegang, peluh membasahi keningnya membuat Kinar tertawa kecil melihat sahabatnya tersebut bisa nervous juga


"Itu beda, kalau ini..."


"Sama aja, anggap aja mereka pasien mu" ucap Kinar memberi perumpamaan asal membuat Adam dengan gemas mengacak-acak rambut Kinar


"Mas Adaaamm, menyebalkan.


Rambutku berantakan tau" gerutu Kinar merapihkan rambutnya


"Kalian ya seperti anak kecil saja" ucap Caroline yang duduk di kursi belakang di sebelah suaminya


"Sumpah deh Tan, ini mas Adam masa liat deh. grogi gitu xixixi" cibir Kinar masih belum kapok juga


"Kamu tuh ya kaya gak pernah aja, Adam kan sudah lama jomblo, ini pertama kalinya ketemu calon mertua dan calon istri" ucap Caroline lebih sadis membuat Kinar tertawa puas sampai menangis


"Mama kejam bener sama.anak sendiri" gerutu Adam kena bully dua wanita dalam mobil mereka


""Memang kenyataannya kok sewot" timpal.Nugraha membuat Caroline mengecup pipi suaminya yang tumben bisa diajak kerjasama mengusili anak mereka


"Papa jangan ikut-ikutan, papa lupa siapa yang buat mama mau sama papa lagi" protes Adam kesal

__ADS_1


"Mama mau sama papa karena mama cinta papamu bak, bukan karena kamu" ucap Caroline polos.


Kinar hanya bisa tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena banyak tertawa


"Puas kamu, puas.


Tunggu aja kalau kamu menikah, ku buat calon suamimu sangsi menikah denganmu"


"Tanteeee" Rajuk Kinar meminta bantuan Caroline


"Kamu yaaa, jelek bener ancamnya, sebelum kamu bisa menyentuh calon menantu mama, kamu mama depak.


Mama bosan punya anak satu doang kaya kamu" ucap Caroline sambil menjewer kuping Adam


"Ma, sebenarnya anak mama aku apa Kinar sih, dari tadi belain Kinar terus" protes Adam kesal kena bahan bully


"Siapa pa, coba kasih tahu Adam" ucap Caroline manja pada suaminya.Nugraha yang jarang mendapati Caroline manja tidak mau menyia-nyiakan


"Anak kami Kinar dong, kamu kan sebentar lagi akan di Tawan sama Amanda" ucap Nugraha tersenyum lebar


"Kalian kejam.


Jadi kalian restui aku biar gak ganggu kalian pacaran lagi kan bilang aja gitu"


"Ya pa, Adam tahu jadinya"


"Gak apa-apa ma, biar dia tahu diri gak ganggu kita buat adik buat dia" ucap Caroline makin ngawur


"Please ma, pa, jangan aneh-aneh.


mending kalian duduk manis nunggu cucu dari Adam" gerutu Adam sudah sangat kesal dengan tingkah PPA dan mamanya, Kinar hanya tertawa tak bisa berkata apa-apa


"Bukan bantu malah ketawa aja, awal lalat masuk baru rasa" Kinar langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia melihat Adam yang merah padam karena kesal


"Mau nikah itu jangan ngomel-ngomel, gak lucu kan pengantinnya darting cuma karena di bully keluarganya"


"Enggak lucu"


"Aku gak ngelucu, tapi sebagai dokter aku menasihati kamu" ucap Kinar yakin


"Kau pikir aku bukan dokter perlu nasihatmu???"


"Dokter tidak bisa mengobati diri sendiri nah disitulah peranku di perlukan.


Takan tante, om???"

__ADS_1


"Betullll!!!!" jawab Nugraha dan Caroline serempak


"Terserah kalian lah" ucap Adam pasrah karena percuma membalas, ia kalah jumlah


__ADS_2