
Kinar menahan tangis haru saat Michael resmi melamarnya di depan kedua orangtuanya.
Kinar tak pernah berharap jika Michael akan melamarnya romantis di sebuah tempat.
Tapi Kinar memang menginginkan Michael melamarnya pada kedua orangtuanya karena itu lebih indah dari apapun.
"Om, Tante, saya ingin melamar Kinar menjadi istri saya.
Saya tidak bisa berjanji yang muluk-muluk, tapi saya akan mencintai dan melindungi Kinar selamanya.
Saya sangat mencintai anak om dan Tante.
Saya sadar jika saya banyak kekurangan dan tak sesuai dengan harapan om dan Tante.
Namun satu yang bisa saya katakan bahwa saya akan menjadi imam untuk Kinar dunia akhirat" ucap Michael penuh ketegasan
Lucky mengangguk penuh rasa bangga.
Adiknya kini menjadi pria yang dewasa baik secara emosi maupun pemikiran.
dia sudah berubah banyak karena Kinar
"Om dan Tante sangat bahagia kami mencintai putri kami sebesar itu, namun nak Michael keputusan ditangan Kinar.
Kami menyerahkan semuanya pada Kinar, karena Kinar yang akan menjalani kehidupan nantinya.
Kami sebagai orangtua hanya bisa mendukung dan mendoakan untuk kebahagiaan anak-anak kami" ucap Satria
"Sayang, bagiamana???
Apa kamu menerima lamaran Michael???" tanya Anggi menatap putri sulungnya
"Terima aja kak, kak Michael tampan bener kaya..."
"Hus, biar kakakmu bicara" ucap Anggi memperingati Aisya
"Aisya km cuma mengatakan yang bener ma" ucap Aisya lirih
"Kak Aisyah kan gak boleh liat yang licin ma" ucap Amera membuat Aisya ingin sekali menjitak adik nya itu
"Sudah, sudah.
Kenapa Kalian yang ribut sih???
malu di lihat orang" ucap Anggi melerai.
"Ma, pa, boleh Kinar bicara sama Michael sebentar???" tanya Kinar ragu
"Kinar, papa Ridwan ingin bicara. juga denganmu sebelum kau bicara dengan calon suamimu" ucap Ridwan tersenyum penuh arti.
"Bicaralah om, kami menunggu" ucap Satria yang tak tahu ap yang akan Ridwan sampaikan, tapi sepertinya sesuatu yang serius.
Michael terlihat khawatir, ia menatap lucky meminta penjelasan.
Lucky langsung maju dan duduk di samping adiknya
"*Tenang saja, Ridwan mendukungmu seratus persen" ucap lucky lirih
"Kok bisa??"
"Aku sudah menceritakan semua.
Ridwan juga tahu kau mualaf dan yang terpenting adalah kau sangat mencintai Kinar" ucap lucky berusaha menenangkan adiknya
"Tapi kak???"
"Sudah tenang saja" ucap lucky menepuk bahu Michael
Sementara di ruang kerja
__ADS_1
"Papa meminta untuk bicara denganmu karena ada yang ingin papa sampaikan.
Michael sudah mualaf sejak beberapa bulan lalu"
"Masya Allah, Allahuakbar
Beneran pa???"
"Bener dong, masa bohong.
Dia pernah pamit padamu kan urusan bisnis??
Itu bukan untuk urusan bisnis tapi Michael memperdalam pemahamannya tentang agama kita.
Lalu sebulan kemudian ia mualaf"
Kinar terdiam, dalam hati ia tak henti-hentinya bersyukur pada sang Khalik.
"Dia bahkan sudah merancang pernikahan kalian.
Dia sungguh-sungguh mencintaimu.
Sebenarnya ia memang mau menemui papa dan mamamu, namun karena kamu pulang jadi sekalian dan tercetuslah gagasan ini.
Terima dia, kami yakin dia yang selama ini kamu cari.
Papa dan mama mu sudah tahu rencana Michael,, kami sangat mendukung kau dengannya"
"Pa...."
"Bahagia lah dan buang masa lalu mu di belakang.
Sudah waktunya kamu bahagia" ucap Ridwan membuat Tangis Kinar pecah.
Pintu ruang kerja terbuka dan masuklah Anggi dan Satria
"Jangan menangis sayang, mama gak bisa melihatmu menangis" ucap Anggi membuat Kinar tersadar.
Nyatanya ia menyakiti perasaan ornagtua dan keluarga besarnya.
"Pa, ma, apa kalian menyukai Michael???
apa kalian menerima jika aku dan..."
"Kami mendukungmu nak.
Mama dan papa yakin jika Michael pria yang Allah kirim untuk mengobati lukamu dan mewarnai hidupmu yang abu-abu"
"mama...."
"Selama ini Michael sering menghubungi kami hanya sekedar menanyakan kabar.
Jika ada pria yang bisa menerima dan menyayangi orangtuamu. Maka nikahi ia.
Karena sangat jarang pria yang bisa menerima keluarga istrinya dan menyayangi mereka seperti menyayangi orangtuamu sendiri" ucap Satria pada putrinya
"Pa ma, papa Ridwan tolong restui kami" ucap Kinar menatap orang-orang yang paling ia sayangi di dunia ini
"Tentu sayang, tentu kami akan merestui kamu.
jemput lah kebahagiaanmu" ucap Anggi.
Kinar bersimpuh di kaki kedua orangtuanya.
Anggi dan Satria membangunkan Kinar dan memeluknya bersama.
Ridwan ikut memeluk mereka.
Ia tahu penderitaan keponakanya karena gelisah memikirkan Kinar
__ADS_1
"Ayo kita temui calon suamimu" ucap Ridwan membuat Kinar merona merah karena malu
"Kalian keluar duluan.
Aku perlu merapihkan riasan putriku, jangan sampai calon suaminya kabur karena melihat make up yang berantakan" Ridwan dan Satria tertawa kecil, mereka berdua meninggalkan ruang kerja dengan wajah sumringah.
"Anggi dengan lembut mengelap wajah putri kesayangan dengan tisu.
Juju ia sangat menyayangi Kinar lebih dari putrinya sendiri, karena Kinar sejak kecil adalah anak mandiri yang banyak melewati kesulitan dalam hidup.
"Ayo temui calon suamimu.
Bismillah, Allah beri kelancaran dan kemudahan dalam urusan kalian"
"Amin, mama makasih"
"Kenapa terima kasih sama mama??? papa Ridwan mu yang seksi sibuk.
Kau harus baik-baik pada beliau"
"Siap bos" ucap Kinar membuat Anggi mencolek hidung bangir putrinya.
"Ma, jadi kalian sudah tahu kalau.."
"Kalau Michael akan melamar mu?" tebak Anggi yang di balas anggukan Kinar
"Tentu dong"
"Jadi kalian menyembunyikannya???" protes Kinar
"Hahaha kalau gak gitu, namanya bukan kejutan dong" goda Anggi membuat Kinar memeluk manja mamanya
"Woi udah gede" ucap Aisya yang menyusul Kaka dan mamanya
"Ngiri aja, sini peluk juga" ucap Anggi.
Tiba-tiba Amera datang dan langsung memeluk mamanya dan Kinar,
"Bocil nyelak aja"
"Biarin Wek" ucap Amera menjulurkan lidahnya, mereka semua tertawa bahagia.
"Susah deh kalau Teletubbies hobby nya pelukan aja
Di panggil big bos tuh, tamu nya nunggu" ucap Rey sambil mengunyah makanan
"Astaga lupa, ayo cepet-cepet nanti kak Michael keburu karatan nunggu" goda Aisya yang di balas tawa semua orang.
Sementara di ruang tamu Michael terlihat gelisah.
Ia sangat khawatir Kinar menolaknya.
Michael terus menatap kedatangan Kinar dan keluarganya, alisnya berkerut melihat Kinar terlihat habis menangis, perasaanya makin tak menentu.
"Calon pengantin wanitanya sudah datang, langsung aja ya. Apakah adinda Kinar menerima pinangan kakanda Michael??" goda Ridwan membuat Kinar merona merah.
"Sayang" bisik Anggi yang melihat Kinar terus menunduk malu.
Kinar mengangguk pelan
"Bagaimana apa Kinar menerima lamaran Michael???" goda Ridwan membuat Kinar makin malu, ia kembali mengangguk
"Iya" ucap Kinar lirih
"Alhamdulillah, karena Kinar sudah menerima kini kita bahas acara buat besok" ucap Ridwan tanpa menunggu lama
"Acara buat besok??" tanya Kinar bingung, semua orang tersenyum penuh arti
"Iya acara pernikahanmu besok" ucap Anggi membuat Kinar terkejut
__ADS_1
"Apa???"me...menikah??" tanya Kinar shock.
Ini benar-benar kejutan dan seluruh keluarganya tahu, hanya dia yang tak tahu.