Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Kejutan


__ADS_3

Kinar memang tak memberitahu keluarganya jika ia pulang ke Indonesia hari ini, ia hanya mengatakan akan pulang berlibur, tak mengatakan tepatnya kapan.


Namun begitu sampai di tanah air, ia mendapat telepon dari papa nya


"Assalamu'alaikum pa"


"Wa'alaikum salam, kamu sudah turun dari pesawat???" tanya Satria membuat Kinar menatap ponselnya sejenak, bingung


"Iiya, kok papa tahu?? yah enggak surprise lagi deh.


Pasti papa Ridwan deh yang kasih tahu, ya kan pa???" desak Kinar


"Enggak kok, papa hanya insting aja.


Cepat keluar kami menunggu nih" ucap Satria lalu mengakhiri panggilan teleponnya


"Dari siapa??" tanya Michael


"Papa, aneh saja papaku tahu.


Mas kamu nginep di hotel mana??? biar papa yang antar" ucap Kinar


"Aku?? aku belum tahu nih, emang gak bisa ya nginep di rumah mu??" tanya Michael polos


"Ih mas, gak enak sama mama dan papa kalau mas nginep di rumah


Lagian ya, rumahku tuh banyak orang ga nyaman deh" ucap Kinar beralasan.


Padahal ia sudah di minta menginap di rumah Satria oleh Satria sendiri.


Saat keluar dari bandara rupanya Satria, Anggi dan Reyhan yang menjemput mereka


"Assalamu'alaikum om, Tante" ucap Michael sopan mencium punggung tangan Anggi dan Satria aku bersalaman pada Reyhan


Kinar di buat melongo seolah mereka sudah lama kenal, atau hanya pikiran Kinar saja


"Hai bro, kakak gue sering ngomongin loe" ucap Reyhan yang langsung mendapat tatapan tajam Kinar


"Jangan dengarkan omongan Rey, dia mengada-ada" ucap Kinar malu


Sementara Michael hanya tersenyum, ia tahu Rey mengerjai kakaknya


"Nak Michael selamat datang ya.


Ayo kita langsung pulang. pasti kalian lelah" ucap Satria merangkul calon menantunya.


Ia sudah tahu jika pria ini bersungguh-sungguh pada putrinya, Satria tak perduli jika Michael duda anak satu, baginya asalnya putrinya bahagia, itu sudah cukup.


Kinar terus merasa heran namun Anggi merangkulnya dan kini mereka sudah masuk ke dalam mobil.


Sepanjang jalan papanya dan Michael terlibat percakapan, Kinar dan Anggi hanya sebagai pendengar setia, sementara sang supir Rey sesekali melirik dari kaca spion mobil dengan senyum penuh arti

__ADS_1


"Ma, Rey gak sakit kan??? kenapa dia senyam senyum gak jelas gitu??" tanya Kinar bergidik ngeri


"Adikmu hanya bahagia melihatmu" ucap Anggi beralasan, padahal Rey sedang menggoda kakaknya yang sebentar lagi akan di lamar oleh Michael.


Hanya saja semua di rahasiakan.


Bagi keluarga mereka, Kinar dekat dengan seorang pria saja mereka sudah sangat bersyukur, apalagi sampai Kinar menikah nanti, itu suatu anugrah.


Mereka sangat khawatir dengan Kinar karena sejak perceraiannya menutup diri dari semua laki-laki dan baru Michael yang berhasil menaklukkan gunung tinggi di hati Kinar.


Sesampainya di kediaman Satria, Michael langsung di jamu masakan buatan Anggi,. Anggi sengaja memasak untuk menyambut putri dan calon menantunya.


Setelah sarapan Michael dan Kinar beristirahat, perjalanan yang jauh membuat keduanya kelelahan.


Sore harinya mereka berbincang santai di taman belakang rumah Kinar, Kinar sangat senang Michael dengan mudah beradaptasi dengan keluarganya.


Keesokan paginya Bagus dan istrinya tiba, tak lupa anak mereka Reza juga ikut.


Kinar merasa sangat bahagia, ini seperti reuni keluarga besar mereka. sayangnya kurang Ridwan dan keluarganya, jika saja Ridwan disini juga pasti akan lebih seru.


Tanpa Kinar ketahui, Ridwan beserta keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Indonesia untuk menghadiri pertunangan Kinar.


Namun betapa terkejutnya Ridwan saat ia sudah berada di bandara, Ia di beritahu oleh lucky jika acaranya berubah menjadi lamaran pernikahan,


Ridwan memaki pelan, ia hanya izin untuk beberapa hari, bagaimana bisa dadakan.


Lucky tertawa terkekeh, ia memaklumi keterkejutan kawannya itu.


"Tenang, masalah Michael sudah selesai, wanita itu kini di penjara" ucap Lucky yang melihat wajah khawatir sahabatnya.


"Kita bicara di tempat lain" ucap Lucky pada Ridwan.


Kedua pria itu lalu memilih bar mini yang ada di pesawat itu, melanjutkan pembicaraan ,sementara Rasya dan Albert mengajak Freya bermain. irine dan dan Amara yang memang sudah saling mengenal langsung terlibat pembicaraan serius.


"Jadi bagaimana kejadiannya" tanya Ridwan to the poin


"Ya Michael pisah rumah dari putrinya ada hikmahnya. Caroline membuka kedoknya sendiri sampai Freya akhirnya membencinya.


Freya mengalami kekerasan fisik oleh mama kandungnya sendiri.


yang kedua kami jadi tahu jika Caroline kabur dari suaminya, ia meracuni suaminya itu"


"Gila!!!!" ucap Ridwan terkejut, pandangan matanya mengarah pada Freya. Ridwan merasa sangat kasian padanya.


"Wanita itu tak pantas disebut ibu"


"Iya, sejak awal aku tidak menyukainya dan tambah membencinya kini"


"Yang terpenting kini adalah Michael bisa menikah dengan Kinar, makin cepat makin baik, agar tak ada pemisah lagi diantara mereka" ucap lucky menambahkan


"Gue sih setuju bro, tapi loe ya sukanya dadakan"

__ADS_1


"Bukan gue, adik gue yang udah ngebet" ucap lucky di balas tawa keduanya.


Sesampainya di Jakarta, mereka tak menuju ke rumah Satria, melainkan mengadakan pertemuan rahasia di hotel tempat Ridwan dan lucky menginap.


Mereka semua yang mengurus pernikahan dadakan Kinar dari wedding organizer sampai katering dan tempat ijab qobul dan resepsi berlangsung.


Satria sangat antusias dan bahagia putri sulungnya sebentar lagi akan menikah.


Setelah selesai membahas semua keperluan acara, Satria, Anggi dan Bagus kembali ke kediaman Satria, mereka bersikap seolah tak ada yang terjadi.


Kinar baru kembali stelah mengajak Michael ke mall, ia sangat kesal karena Michael ke toilet dan lama sekali kembali, hampir satu jam ia di dalam sana, sementara Kinar menunggu di dalam restoran seperti orang bodoh.


Ketika sampai di rumah, suasana kediaman Satria ramai membuat Kinar bingung, namun Michael tersenyum dan mengucapkan terima kasih tanpa suara.


Anggi beralasan jika itu pesta penyambutan dirinya, walau Kinar merasa ada yang janggal.


Selepas sholat Maghrib, Anggi datang ke kamar Kinar dan membawa baju kebaya membuat Kinar bertanya-tanya


"Ma, kenapa harus pakai kebaya, dan mama juga??"


"Kita kedatangan tamu kak" ucap Aisya masuk ke dalam kamar Kinar


"Apa...???? Kinar menduga tamu itu untuk melamar Aisya,


"Selamat ya adikku" ucap Kinar memeluk Aisya, Aisya melongo ingin meralat namun Anggi menggelengkan kepala melarang.


Birkan Kinar mengira yang lain, yang terpenting kejutan mereka berhasil.


Sementara Michael sejak sore tadi pamit keluar menemui keluarganya.


Kinar penasaran apakah Michael memiliki keluarga di Indonesia, namun ia hanya mengangguk mengizinkan.


Semua keluarga sudah berkumpul, lalu datanglah beberapa mobil memasuki halaman rumah mereka, Satria dan istrinya mengajak Kinar menyambut tamu tersebut, dan betapa terkejutnya ia melihat siapa tamu yang datang.


Ridwan, irine dan Rasya masing-masing membawa parcel berisi pakaian, tas dan lain-lain, lalu ada lucky dan Amara serta anak mereka Albert dan juga Freya .


Freya sangat cantik di dandani memakai kebaya.


Tadi kecil itu langsung berlari menghampiri Kinar


"Mama Kinar, Freya datang" ucapnya membuat semua orang tersenyum


"Sayang, kamu cantik sekali" ucap Kinar mencium pipi Freya.


"Mama juga cantik."


"Ayo semua nya masuk" ucap Satria mempersilahkan tamunya masuk


"Mas, sebenarnya ini apa??" bisik Kinar saat Michael mendekatinya


"Nanti kamu juga tahu" ucap Michael tersenyum penuh arti

__ADS_1


__ADS_2