Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Anakku Yang Malang II


__ADS_3

"Mamaaa"teriak Kinar dan langsung memegang tangan mamanya menggeleng pelan, melarang Anggi


"Jangan halangi mama, pria brengsek ini bahkan tak pantas berada disini.


Mama menyesal merestui pernikahan kalian" ucap Anggi dengan suara bergetar menahan marah


"Mama, huhuhu, ini bukan kesalahan mas Dimas saja ma.


Mas aku mohon keluarlah" ucap Kinar lirih menatap Dimas yang masih terduduk di lantai


Dimas bangkit dan hendak keluar ruangan, ia merasa bersyukur Kinar membelanya di depan orangtuanya, ia masih memiliki harapan.


langkahnya terhenti mendengar ucapan Kinar selanjutnya


"Aku bukan membelamu, aku hanya tak ingin mamaku bertindak di luar nalar" ucap Kinar dingin.


Dimas merasa hatinya di siram air es, dingin.


Dimas menoleh kearah Kinar, namun istrinya itu membuang pandangannya ke arah lain seolah jijik menatapnya, Dimas ingin kembali menghampiri Kinar, namun Satria menghalangi


"Sebaiknya kamu keluar, sebelum saya bersikap kasar padamu"ucap Satria dingin.


Ia tak mau Kinar maupun istrinya histeris karena benci pada pria ini dan melakukan sesuatu yang memperburuk keadaan mereka.


Setelah menutup pintu Satria kembali mendekati putri dan istrinya, terlihat Anggi memegang keningnya dan tubuhnya roboh, beruntung Satria sudah berada di sebelah Anggi sehingga ia langsung menopang tubuh istrinya agar tak ambruk ke bawah


"Mama" teriak Kinar berusaha bangkit


"Sayang, diam di tempatmu, mamamu hanya kelelahan dan shock, sebentar lagi ia akan siuman" ucap Satria membopong tubuh Anggi ke sofa dan merebahkannya


Ia menelpon Adam yang berada di luar ruangan, tak lama dam masuk dan langsung memeriksa Anggi, sementara Satria memeluk Kinar Yangs sesegukan melihat mamanya


"Mama begini karena Kinar pa, Kinar gak akan maafin diri Kinar sendiri kalau mama kenapa-napa. ini semua salah Kinar" ucap Kinar sesegukan.


"Bukan sayang, kamu tak salah, ini semua kesalahan papa.


Papa gak mampu jadi orangtua dan suami yang baik, membiarkan kamu menikah demi menyelamatkan mamamu, jika saja papa tahu alasan kamu menikah demi pengobatan mamamu, papa tidak akan pernah mengizinkannya" Satria menangis, ia merasa sangat menyesal.


Semua kejadian ini bermula dari dirinya yang tak mampu mencari uang untuk pengobatan Anggi, jika saja ia tak terlalu gengsi dan meminta bantuan Bagus atau Ridwan, Kinar pasti masih bersamanya dan tak menderita dalam ikatan pernikahan yang semu.


"Enggak pa, ini murni salah Kinar, bukan salah papa atau mama, ini sudah suratan takdir Kinar"


"Enggak nak ini salah papa. maafkan papa nak" ucap Satria lirih

__ADS_1


"Kinar" ucap Anggi lemah, ia membuka matanya perlahan


"Alhamdulillah Tante sudah siuman" ucap Adam membuat Satria langsung bangkit dan menghampiri istrinya


"Mas, aku tak pernah meminta permohonan apapun padamu, kali ini aku mohon mas lepaskan Kinar dari Dimas.


Mama tak mau anak kita menderita lagi," ucap Anggi lirih


"Ma, papa juga maunya seperti itu, namun semua keputusan ditangan Kinar, kita..."


"Aku mau cerai pa, ma.


Aku tak mau lagi berhubungan dengan pria itu.


Masalah mama Mariska, aku akan menjelaskan padanya saat ia siuman" ucap Kinar lirih


Semua orang menatap Kinar ragu, mereka memang menginginkan perpisahan Dimas dan Kinar, namun saja keputusan final di tangan Kinar.


karena Kinar berhak menentukan hidupnya sendiri.


mereka menatap Kinar tak ada keraguan sediktpun di matanya, namun Satria akan meyakinkan untuk terakhir kalinya.


Satria mendekati Kinar, ia menggenggam tangan Kinar menatap lekat mata putrinya


"Aku sudah bulat ingin menceraikan mas Dimas pa. Maafkan Kinar pa, ma, karena Kinar menyusahkan kalian"ucap Kinar lirih


"Enggak sayang, kamu gak pernah menyusahkan mama papa, kembalilah pada kami" ucap Anggi yang sudah berdiri di samping suaminya, ia langsung memeluk Kinar diikuti Satria, mereka bertiga berpelukan saling menguatkan


"Papa akan mengurus semuanya, kamu tak perlu khawatir. Papa juga punya sesuatu yang akan memudahkan kamu lepas dari Kinar


Tok Tok Tok


Pintu ruangan di ketuk, lalu Adam membuatkannya, terlihat seorang pria berdiri disana sedang berbicara dnegan Adam, suara pria itu sangat familiar, namun wajahnya tak begitu jelas karena terhalang oleh Adam


Adam mempersilahkan masuk, sehingga wajah pria itu kini jelas terlihat


"Kel.. Kelvin??? " ucap Kinar terkejut melihat kedatangan Kelvin, ia hanya menduga jika Kelvin datang atas perintah Dimas, karena Kelvin adalah sahabat sekaligus asisten pribadi Dimas


"Apa kabar Kinar?? apa kamu sudah baikan?" tanya Kelvin kaku.


Kelvin jarang sekali berbicara, namun Kinar tahu pria itu baik dan banyak membantunya selama ia menjadi istri Dimas, namun kedatangannya ke ruangan ini membuat Kinar tanda tanya dalam hati


"Ba...baik" ucap Kinar tergagap

__ADS_1


"Terima nak Kelvin sudah Sudi membantu bapak" ucap Satria membuat Kinar makin bingung


"Tidak masalah pa, ini yang bapak perlukan, namun saya mohon jangan libatkan saya lagi, ini pertolongan terakhir saya untuk putri bapak,, walau bagaimanapun Dimas adalah sahabat dan atasan saya, Kinar saya permisi" ucap Kelvin membungkuk sopan lalu meninggalkan ruangan tersebut


Semua mata memandang ke arah Satria meminta penjelasan


"Kelvin mengantarkan bukti Dimas sudah menikah lagi tanpa restu, dan dia menelantarkan mu untuk bersama istri keduanya saat kamu sakit”


"Ta..tapi pa, bagaimana Kelvin mau membantuku? Apa yang terjadi?" tanya Kinar bingung


"Karena Kelvin menyukaimu," ucapan Satria seperti petir di siang hari membuat semuanya terkejut


"Kelvin?? papa gak lagi becanda kan??" tanya Kinar tak percaya.


Satria menggeleng


"Ketika kamu koma, dia juga ikut menjagamu saat Dimas dan Adam tidak bisa menjagamu, hanya saja tak ada yang tahu selain papa.


Papa juga tidak memberitahu pada adam maupun Dimas.


Kelvin datang diam-diam, awalnya ia melihat dari kejauhan. Papa tidak memperhatikan dan berfikir jika ia sedang menunggui saudaranya juga di kamar yang lain., namun seiring waktu papa curiga, karena tinggal kmu di ruangan Intensive ini, lalu papa menginterogasinya.


Ia mengaku asisten Dimas awalnya.


Saat papa ingin sholat dan memintanya menjagamu, papa terkejut ketika kembali dari sholat melihat Kelvin menangis sambil membelai rambutmu, tatapan matanya penuh kesedihan, dari sana papa menyimpulkan dia menyukaimu


Dia bersedia memberikan bukti demi kamu" ucap Satria menjelaskan.


Kinar hanya bengong tak percaya, sementara Anggi bersyukur karena bantuan Kelvin.


Lain halnya dengan Adam, pria itu terlihat sedikit cemburu, namun berusaha bersikap normal.


"Jadi pa, kapan kita ajukan gugatan nya, Kinar ingin secepatnya bebas dari masa lalu Kinar" ucap Kinar bersemangat


"Secepatnya, begitu kamu di perbolehkan pulang.


Kamu tanyakan pada dokter tampan mu kapan kamu bisa pulang" ucap Satria mengedipkan matanya sebelah pada Adam, membuat Adam batuk-batuk karena tersedak


"Itu, itu perlu pemeriksaan lebih lanjut om" ucap Adam malu-malu


"Ma, ayo cari cemilan untuk Kinar.


Katanya mama mau belikan buah, karena Kinar sudah siuman , ia perlu makan banyak buah" ucap Satria menarik istrinya

__ADS_1


"Sebentar pa, ih papa apa sih main tarik-tarik segala" protes Anggi. Anggi mencium kening putrinya lalu meninggalkan ruangan tersebut, kini tinggal Adam dan Kinar di dalam ruangan itu.


__ADS_2