
"Diaaaaaa..." Dimas mengepalkan tangannya, ia mengenali salah satu ria yang ada dalam foto tersebut, Pria itu yang mengaku sebagai mantan kekasih istrinya.
waktu itu Kinar menyangkalnya, namun sepertinya apa yang pria itu katakan tidak mungkin salah, bahwa mereka mungkin saja pernah memiliki hubungan.
Dimas merasa panas, ia tak mengerti mengapa ia tak suka melihatnya, berulang kali ia meyakinkan dirinya bahwa harus kembali ke pikiran normalnya, namun tak bisa dipungkiri secra tak sadar ia cemburu.
"Perasaan apa ini? apa aku sedang cemburu, tapi itu masa lalu Kinar, apa aku sudah gila?????” gerutu Dimas menarik rambutnya sendiri
Kinar keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di rambutnya, aroma mawar ringan memenuhi ruangan.
"Mas, kok gak mandi??? cepat mandi kita kan tadi habis jalan" ucap Kinar langsung berdiri di meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya.
wajah tanpa make up itu terlihat polos dan sangat menggemaskan.
"Maaaas, kok malah bengong diajak ngomong"panggil Kinar karena melihat Dimas masih terdiam di tempatnya
"Apa kamu tidak mau menjelaskan sesuatu???” tanya Dimas melirik foto di meja belajar Kinar
"Menjelaskan apa mas? kamu tuh ya kalau bicara suka setengah-setengah. Bagaimana aku bisa mengerti jika kamu gak mengatakannya? aku bukan dukun yang bisa menebak isi hati manusia" ucap Kinar menatap suaminya dari depan kaca tanpa menoleh
.
”Sial kenapa aku jadi bodoh ya? benar juga yang Kinar katakan. Dimas, Dimas loe kok jadi bego gini sih” ucapnya mengumpat dalam hati
Sementara Kinar melanjutkan kegiatannya, ia masih sibuk mengeringkan rambutnya yang hitam panjangnya
"Masa lalu mu" ucap Dimas membuat tangan Kinar yang sedang menyisir rambutnya terhenti, ia menaikan sebelah alisnya
"Masa lalu yang mna maksud mas Dimas? apa...?
apa mas Dimas sudah tahu kalau aku hanya anak adopsi? atau dia tahu masa lalu kedua orangtua kandungku?” gumam Kinar menatap bayangan suaminya di depan kaca
"Jika kamu tidak ingin mengatakan, kau tak akan mengatakannya, itu hak mu" ucap Dimas kembali merebahkan tubuhnya, ia kecewa melihat Kinar yang terlihat gugup , namun enggan untuk mengatakan apapun.
__ADS_1
Kinar menghela nafas panjang, ia sadar, cepat atau lambat suaminya akan tahu siapa sebenarnya Kinar, latar belakang hidupnya.
Kinar menguatkan hatinya, ia sebenarnya enggan mengungkapkan sekarang karena melihat hubungan mereka yang sudah membaik, namun ia juga tak mau bersikap tertutup, toh suaminya akan tahu kebenarannya juga
Kinar bangkit dan melangkah ke tempat tidur, lalu duduk di samping suaminya
”Aku tak mau menyembunyikan ini pada mas, hanya saja ini permintaan kedua orangtuaku, sebagai anak aku hanya bisa menghormati keputusan mereka" ucap Kinar lirih
"Maksud kamu apa? aku gak ngerti ??? apa foto itu berhubungan dengan kedua orangtuamu? apa mereka melarang aku tahu siapa mantan dari istriku sendiri?" selidik Dimas membuat Kinar terhenyak, ia ternyata salah sangka dengan Dimas. Ia berfikir jika Dimas menanyakan tentang dirinya, namun ia menanyakan tentan mantan kekasih Kinar????
Kinar melempar pandangan pada foto diatas meja belajarnya, ada kegetiran melihat foto mantan kekasihnya disana.
”Aku gak menyembunyikan apapun mas” ucap Kinar lirih
"Pria itu, pria yang kita bertemu di cafe benar adalah mantan kekasihmu kan?? tapi kamu menyangkalnya, dan aku bisa lihat sendiri dia ada dalam foto itu.”
”Astaga mas, kamu salah
Adam itu sahabatku, kami baru saja bertemu setelah sekian lama dia tinggal di luar negeri dengan mamanya” ucap Kinar
"Kalau kamu gak percaya tanya saja Reyhan atau mama sekalian. aku gak bohong.
Kami sahabatan sejak kecil, Adam itu anak dokter Nugraha, dokter yang merawat mama.
Dokter Adam juga yang mengoperasi mama beberapa waktu lalu” ucap Kinar
”Owh dia seorang dokter? apa itu alasan kamu sering membaca buku kedokteran???"
Kinar menggeleng pelan, ia tak tahu jalan pikiran suaminya
"Dengar suamiku yang tampan, aku sudah menikah denganmu, aku mohon kamu bisa percaya padaku,, seperti aku percaya padamu. apa yang sudah menjadi masa lalu kita masing -masing, biarlah menjadi masa lalu jangan pernah usik atau bawa ke kehidupan kita sekarang.
Aku sudah menetapkan hatiku padamu, maka aku akan setia di sampingmu mas " ucap Kinar tulus.
__ADS_1
Dimas tersenyum lega, ia melihat kejujuran Dimata Kinar, ia hanya terbawa perasaan karena cemburu
"Maaf sayang, aku hanya tidak suka mengingat pria itu" ucap Dimas pelan
"Mas Adam orang yang baik mas, jika kamu mengenalnya kamu akan suka"
"Berhenti memujanya, kamu sekarang istriku" ucap Dimas kesal karena Kinar masih saja membela sahabatnya itu, sebagai sesama lelaki, Dimas tahu bahwa Adam memendam perasaan pada istrinya, namun Kinar tidak pernah tahu itu.
Dimas harus menjauhkan Adam dari Kinar, sekalipun ia percaya Kinar tidak akan berpaling pada Adam, namun siapa yang tahu rumah tangganya kedepan nanti, ia takut jika Adam akan masuk saat kelurganya sedang ada konflik, itu akan menguntungkan Adam.
"Ya sudah mas mandi sana, sudah aku siapkan air hangatnya, nanti kemalaman" ucap Kinar
"Mandiin" ucap Dimas manja
"Mas, ih gimana kalau ada yang masuk???" ucap Kinar risih karena suaminya sudah mulai menciumi lehernya
Tiba-tiba Dimas mengangkat Kinar menuju kamar mandi, Kinar terpekik tertahan karena terkejut,Dimas memasukkan istrinya ke dalam bathtube , baju Kinar basah kuyup
"Mas kamu mau aku kedinginan dan masuk angin??" ucap Kinar kesal
Dilihatnya suaminya hanya tersenyum, membuka seluruh bajunya, hingga Kinar menjadi malu sendiri, Tahu-tahu Dimas ikut masuk ke dalam sana dan memeluk istrinya
Kinar kembali terkejut, ia berusaha melepaskan diri dan ingin keluar dari dalam bathtube, namun tangan kekar Dimas menghalangi
Ia membuka baju tidur Kinar, Kinar hanya pasrah karena takut suaranya terdengar di kamar samping, kamar mama dan papa nya
Tiba-tiba sesuatu di bawah sana sudah tegang, menusuk, Dimas menatap istrinya sayu, lalu mereka melakukan penyatuan di kamar mandi lagi dan lagi, terakhir Dimas memandikan istrinya yang sudah kehabisan tenaga, membopongnya sampai kasur dan memakaikan Kinar pakaian, mereka tidur sambil berpelukan.
tak berapa lama kemudian terdengar nafas halus teratur suaminya, Dimas sudah tertidur pulas.
Kinar menatap Dimas, ia tersenyum dan berdoa , semoga Dimas bisa mencintainya dan mereka bisa menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah.
Kinar masih teringat beberapa waktu lalu saat Dimas cemburu dengan Adam, ia tahu suaminya sudah mulai mencintainya, hanya saja ia belum sadar.
__ADS_1
Walau masih ada keraguan di hati Kinar, ia memilih untuk percaya pada suaminya.
"Bagaimana jika kekasih yang sangat kamu cintai kembali mas??? apa kamu masih berlaku baik dan menyayangiku seperti ini???? ataukah kamu akan meninggalkanku???” bisik pelan Kinar