
"Sayang, aku mau udang goreng kaya Freya" ucapnya manja membuat Kinar menghela nafas kesal.
Pria ini bersikap melebihi putri nya, manja dan menyebalkan.
Apa ia tidak punya urat malu??? saat ini mereka bukan hanya berdua, tapi ada dua orang asisten rumah tangga dan Freya terlebih ada mama kandung Freya.
Kinar merasa sangat malu, wajahnya merasa seperti tomat. Kinar mencubit Michael dengan gemas, tapi pria itu tidak meringis kesakitan malah tersenyum lebar.
Apa pria itu sudah mati rasa
"Ih sayang genit, malu sama Freya dong cubit-cubit" ucap Michael dengan senyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya
"Dasar gak tahu malu" ucap Kinar kesal.
Freya tertawa terkekeh melihat kelakuan papa dan calon mama tirinya. Freya bahagia melihat papanya bisa tersenyum tulus.
"Papa genit tuh ma, cubit aja yang kenceng hahahaha" ucap Freya masih tertawa senang.
Bi Tumini ikut tertawa melihat kelakuan manja majikanya. Namun di depan mereka ada orang yang sangat marah dan kesal melihat kelakuan dua insan yang sedang jatuh cinta di depannya.
Ia melihat Kinar dengan tatapan penuh kebencian
"Sudah makan sana, atau aku gak akan masakin kamu lagi. mau???" ancam Kinar membuat Michael dengan patuh makan tanpa berkomentar lagi.
Caroline kembali di buat menganga tak percaya.
Apa pria ini adalah Michael yang ia kenal????
Sulit di percaya. Apa wanita itu punya sihir atau semacamnya hingga Michael terlihat tunduk padanya???
"Mama Kinar, suapi Freya please" ucap Freya menyodorkan sendok pada Kinar.
Kinar melihat tatapan tajam Caroline padanya, ia lupa jika wanita itu ada di sana. Kinar jadi merasa tak enak hati.
"Sayang, makanya minta suapi mama caroline aja, katanya Freya pengen di suapi oleh mama Caroline???"
"Oh iya, mama Caroline, Freya minta suapi dong" ucap Freya dengan mata berbinar
Caroline dalam hati kesal, bagaimana putrinya bisa membuatnya menjadi cadangan setelah di tolak oleh wanita itu??? Apa Freya beneran anaknya???
Dalam hati Caroline membenci anak ini.
Jika bukan karena ingin mendapatkan Michael kembali ke sisinya, ia tak mau bermain-main dengan Freya.
Caroline tersenyum lembut dan mengambil mangkok berisi bubur Freya. Ia mulai menyuapi Freya dengan sabar.
Caroline tidak menyukai ekspresi Freya saat memakan masakan Kinar, bahkan berkali-kali Freya mengacungkan jari jempolnya ke arah Kinar tanda memuji masakan Kinar.
Dan masakannya teronggok seperti sampah di atas meja makan, tak tersentuh bahkan di lirik pun tidak oleh semua orang.
"Sayang, kok sosis sama telor nya gak di makan??" tanya Caroline lembut
"Iiiiyaa ma" ucap Freya tergagap menatap papanya meminta bantuan.
__ADS_1
Lidahnya sedang asik menikmati makanan enak buatan Kinar, jika ia harus memakan sosis dan telur gosong itu, tentu selera makanya akan rusak
"Tidak usah, lauk di depan saja belum habis.
Lain kali kau harus banyak belajar pada Kinar.
Kau itu seorang ibu, masa kalah dengan wanita belum menikah, memalukan" cibir Michael langsung menyentil dengan sadis ego Caroline.
Siapa yang mau di banding-bandingkan dengan wanita lain di depan putri mereka sendiri.
"Sayang..." tegur Kinar yang tahu jika perkataan Michael sangat menyinggung Caroline.
Kinar tak mau Caroline membencinya.
Ia harus merangkul Caroline jika nanti Michael dan Kinar menikah, Kinar ingin bahu membahu mendidik Freya karena Kinar tak ingin memisahkan mama dan anaknya.
Freya tetap anak Caroline , dan Kinar ibu kedua bagi Freya.
Namun tidka dengan Caroline.
Caroline ingin secepatnya menyingkirkan Kinar.
Ia sedang memikirkan berbagai cara untuk menyingkirkan Kinar.
"Sayang Aaa" Michael menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk. Kinar ingin menolak namun Michael memaksa dengan terpaksa Kinar membuka mulutnya dan menerima suapan Michael
Caroline rasanya ingin berteriak marah, jelas jika Michael sedang memancing kesabarannya.
Apa artinya ia masih punya kesempatan???
Apa Michael mengujinya saat ini karena ingin tahu apakah ia masih mencintai pria itu atau tidak???
Entahlah, yang jelas Caroline sangat marah saat ini.
Ia bangkit dan langsung meninggalkan meja makan
"Mama, mama Caroline mau kemana??" tanya Freya bingung melihat Caroline meninggalkan meja makan
"Kamu sih mas, cepat bujuk Caroline kembali"
ucap Kinar memukul lengan kekar kekasihnya
"Biarkan saja sayang, dia sedang cari perhatian" ucap Michael cuek
"Papa sih bikin mama Caroline cemburu" ucap Freya cemberut
"Kenapa harus cemburu??? Dia bukan siapa-siapaku" ucap Michael santai tak perduli
"Papaaaaa"
"Mas..."
"Memang aku gak salah kok" ucap Michael tak terima di protes dua wanita yang ia cintai
__ADS_1
"Ajak Caroline kembali ke meja makan mas.
Demi aku dan Freya" ucap Kinar
"Astaga Kinar, wanita itu jelas sengaja melakukan itu agar aku membujuknya.
Apa kau mau menyodorkan kekasihmu yang tampan ini pada wanita itu??" tanya Michael lirih
"Aku percaya calon suamiku, dan aku percaya cintanya.
Aku tak akan cemburu asal kau bisa menepatkan diriny.
Aku memohon demi Freya"
"Baiklah, kau tahu aku ingin menyeret wanita itu keluar setiap melihat wajahnya. Hanya karena kalian aku menahannya" ucap Michael berbisik pada Kinar
Kianr mengecup pipi Michael
"Sana panggil" ucap Kinar dengan wajah memerah.
Michael tidak akan mau pergi jika tidak di paksa dengan manis
"Cie mama cie" goda Freya melihat Kinar pertama kalinya mengecup pipi papanya.
"Sudah selesaikan makan mu sayang, sore nanti mama kembali kesini lagi, siang ini mama ada jam kuliah"
"Siap Bu bos" ucap Freya langsung dengan patuh memakan sarapan paginya.
Sementara di kamar tamu.
Caroline sedang duduk dan menghitung, ia memang sengaja terlihat marah dan meninggalkan ruangan tersebut. Caroline yakin bocah itu akan meminta papanya untuk memanggilnya kembali. Melihat dari sikap Kinar, ia yakin wanita bodoh itu juga akan ikut membujuk Michael untuk membawa dirinya ke ruang makan.
Namun yang mereka tidak tahu adalah, otak Caroline langsung bekerja cepat.
Ia harus melakukan sesuatu secepatnya.
mumpung pria itu ke kamarnya, Caroline akan melakukan trik kotornya segera.
Caroline sedang duduk ia terlihat menangis.
Terdengar ketukan pintu, ia yakin itu adalah Michael.
Sepuluh menit cukup membuat ruangan itu penuh dengan aroma harum.
Michael membuka pintu, bau wangi menyengat langsung terhirup, ia memanggil-manggil caroline, namun wanita itu tak mengindahkan nya, ia tetap menangis.
Dengan enggan Michael masuk ke dalam kamar Caroline, ia merasa aroma itu makin lama membuatnya pusing. Michael menyentuh bahu Caroline, ia merasa tangannya hangat dan bergetar.
Entah mengapa Michael merasa ada yang aneh pada tubuhnya.
Tubuhnya terasa panas, bahkan hanya menyentuh bahu Caroline ia sudah bergetar.
"Sial, Caroline melakukan sesuatu di kamar ini, aku merasa... pusing, sial" maki Michael dalam hati
__ADS_1