Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Memberi Kesempatan


__ADS_3

Kinar mulai menceritakan kisah hidupnya, ia pasrah jika pada akhirnya Michael akan menjauh, itu lebih baik sebelum perasaanya berkembang lebih jauh


Michael tak memotong cerita Kinar, ia mendengarkan dengan patuh dari awal hingga akhir.


Beberapa kali ia menghela nafas kesal hingga jari tangannya terkepal, ia hanyut dalam cerita Kinar yang membuat emosinya meluap, cerita yang membuat hatinya ikut sakit dan terluka.


Michael tak pernah menyangka bahwa kehidupan pernikahan Kinar sangat menyakitkan, Michael sampai mengutuk suami Kinar karena kebodohannya, melepaskan berlian untuk barang imitasi.


Tidakkah otak pria itu dungu???


Jika mantan suami Kinar berada tepat di depannya, ia pasti akan memukul pria itu sampai tak bisa berjalan lagi.


Michael menatap wajah Kinar yang terlihat pucat, pasti sulit baginya menceritakan masa lalunya yang sangat menyakitkan, seolah kejadian itu baru saja terjadi.


Michael menarik Kinar dalam pelukannya dan mengelus puncak kepala Kinar dengan penuh kasih sayang


"Aku berjanji, aku tak akan menyakitimu, aku berjanji tak akan membuatmu menangis lagi.


Aku berjanji akan menjadi pelindungmu, menjadi tempatmu bersandar dan mengadu.


Izinkan aku untuk menjadi bagian dalam hidupmu, walau aku kurang baik untukmu, tapi aku yakin hanya aku pria yang akan setia sampai mati hanya padamu" ucap Michael penuh Keyakinan


Kinar tersentuh dengan kata-kata Michael,.namun ia masih ragu apakah ia bisa lepas dari traumanya atau tidak.


luka yang Dimas torehkan terlalu dalam, ia takut memulai suatu hubungan.


"Maukah kau memberiku kesempatan??? jika pada akhirnya kita tidak cocok, aku akan melepaskan mu.


Tapi sebelum itu biarkan aku menunjukkan keseriusanku" ucap Michael


"Apa kamu mau memberikan kesempatan itu Kinar???" tanya Michael lagi karena melihat Kinar hanya diam.


Kinar mengangguk pelan


"Terima kasih sayang"


"Cup" sebuah kecupan mendarat di kening Kinar, membuat Kinar terkejut


"Ehem-ehem, nyonya, tuan, apakah anda sudah siap memesan makanan??" tanya pelayan canggung karena melihat tamu di depannya malah berpelukan mengumbar kemesraan


Kinar buru-buru mendorong Michy, wajahnya merona Semerah tomat, ia menunduk malu


Michael hanya melirik sekilas lalu memesan makanan mereka, Kinar hanya biasa mengangguk saat pria itu menanyakan makanan yang di pilihnya, ia terlalu malu untuk mengangkat wajahnya.


Michael membuat ia malu setengah mati.


mungkin bagi orang sana itu hal biasa, namun ia adalah wanita Asia yang menjunjung adat istiadat dan masih memiliki rasa malu.

__ADS_1


Michael hanya tersenyum tipis saat melihat Kinar yang terus menunduk malu.


"Kenapa kau terus menusuk, apa kau malu kepergok oleh pelayan restoran tadi?? goda Michael.


ia sangat senang melihat wanitanya, ya kini Kinar salah wanitanya. wanita yang sangat menggemaskan saat malu-malu begitu.


"Sudah tahu malah nanya" ucap Kinar kesal


Michael mencubit hidung mungil Kinar, walau mancung hidung Kinar terlihat mungil, sesuai dengan wajahnya yang mungil


Mas, jangan macam-macam, nanti ada yang masuk lagi"


"Lalu kenapa???" goda Michael membuat kinar makin kesal


"Dasar tak tahu malu" sungut Kinar kemudian.


Setelah makan mereka kembali kerumah sakit, takut Freya terbangun dan mencari mereka.


Terlebih Kinar sudah janji pada Freya akan menginap di rumah sakit.


Benar saja, begitu mereka tiba terlihat freya yang terbangun dan mendapati ruangan itu sepi, hanya ia terbaring sendirian.


Seorang perawat terlihat sedang menenangkan Freya, walau gadis kecil itu kesehariannya sangat mandiri dan terlihat dewasa, ia nyatanya masih kecil dan akan manja saat sakit, sepeti gadis kecil lainnya pada umumnya.


"Sayang kenapa kamu nangis??? cari papa dan mama Kinar ya?" tanya Kinar langsung berlari mendekat


Tadi Freya mimpi buruk pas bangun mama sama.papa gak ada"


"Maaf ya sayang, kami tadi makan malam" ucpa Michael mengelus kepala putrinya.


Beberapa menit kemudian Freya sudah terdiam, ia kembali tidur setelah Kinar naik ke atas ranjang rumah sakit dan tidur di samping Freya.


Freya memegang tangan Kinar seakan takut Kinar akan pergi darinya lagi.


"Anak itu sulit dekat dengan orang, saat pertama kali aku melihat ia dekat denganmu aku sungguh takjub.


Salahku beberapa kali salah memilih pacar, sehingga Freya trauma.


Semua pacar yang ku kenalkan pada Freya, semuanya bermuka dua.


Di depanku mereka terlihat baik dan sayang, tapi di belakangku mereka acuh dan tak perduli pada freya.


Bahkan ada satu orang yang menjatuhkan tangan, menyakiti putriku"


"Aku juga awalnya sulit mendekatinya, dia gadis kecil yang galak tapi sangat imut, jika ada yang berlaku kasar pada Freya maka orang itu sakit jiwa.


Freya hanya galak dan kasar di permukaan, itu karena ia tak mau terlihat lemah di remehkan."

__ADS_1


"Aku juga sependapat denganmu"


"Apanya yang sependapat??? tidakkah kau punya pemikiran mu sendiri?" goda Kinar


"Aku setuju apapun yang nyonya Michael katakan"


"Kau mimpi, sudah sana tidur, aku juga mengantuk" ucap Kinar pura-pura menguap


"Aku gak bisa tidur, aku ingin memandang wajahmu sepuasnya" ucpa Michael tak tahu malu


"Kau menyebalkan" ucap Kinar mengabaikan Michael, ia menutup matanya karena mata Michael seperti menghipnotisnya. Pria sangat tampan dengan sorot mata menggoda.


Pasti Michael memiliki banyak kekasih sebelumnya.


Kinar tak mau berharap lebih, Kinar takut terluka.


walau Michael sudah berusaha meyakinkan namun keraguan itu masih ada, bisa saja di kemudian hari Michael jatuh cinta dengan wanita lain.


Karena kelelahan Kinar akhirnya tertidur, Michael lalu naik dan tidur si sisi sebelahnya, Freya di apit Michael dan Kinar, mereka bertiga tidur di ranjang yang sama seperti keluarga kecil yang terdiri dari papa, mama dan anak gadis kecil.


Keesokan harinya


Amara sengaja datang pagi-pagi sekali, ia masih khawatir dengan kondisi Freya.


di tangannya sudah ada bekal makan untu sarapan Freya dan Michael, namun begitu pintu ruang perawatan Freya terbuka, Amara dan lucky di suguhi pemandangan yang indah, pemandangan dimana ketiganya tertidur dengan pulas dan Freya berada diantara Kinar dan Michael.


Amara meletakkan paper bag di meja dengan perlahan, memberi tanda suaminya agar tak berisik, lalu ia memvideokan momen langka tersebut.


sementra lucky tak mau ketinggalan, ia mengambil ponselnya dan memfoto mereka sebanyak-banyaknya, setelah itu ia mengirimnya pada Ridwan,sahabatnya


Lucky : "Bro, sepertinya sebentar lagi kita akan berbesan,


ku harap kita bisa jadi satu keluarga dan kau Sudi memberi restu Michael dan Kinar.


Bukankah mereka terlihat seperti satu keluarga yang hangat?????"


Sementara di kediaman Ridwan,


Ridwan sedang meminum susu yang di berikan istrinya, begitu membaca pesan dari sahabatnya, Ridwan langsung tersendak dan menyemburkan susu dari mulutnya, mengenai wajah cantik istrinya


"Sayang, sudah ku katakan berapa kali, kalau minum perlahan dan buang ponselmu, berbahaya!!!" pekik Irine kesal


"Maaf sayang aku gak sengaja, lucky membuatku terkejut" ucap Ridwan dengan muka bersalah


"Apa sih yang lucky katakan sampai kau terkejut begitu???" tanya Irine mengambil ponsel suaminya dan matanya membulat lebar, ia melihat keponakan cucunya sedang tidur di ranjang rumah sakit dengan seorang anak kecil yang cantik dan disebelahnya ada seorang pria yang sangat tampan sedang tertidur pulas sambil menggenggam tangan Kinar.


"Sayang,.... ini.... ini" i

__ADS_1


__ADS_2