Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Menarik Batas


__ADS_3

Mikhayla masuk dengan membawa nampan dengan segelas teh hangat dan sepotong cake, ia memutar matanya malas lalu meletakkannya di atas meja


Sejak mengenal Kinar sikap mamanya padanya sedikit berbeda.


Amara terus saja membicarakan Kinar dengan sorot mata kekaguman, dan Mikhayla tidak suka.


Ia sudah bersusah payah masuk ke dalam keluarga ini, seharusnya ia tak menjadi anak angkat keluarga ini, tapi istri dari Albert, betapa Mikhayla sangat menyukai pria tampan itu, namun Bert selalu memperlakukannya hanya sebagai adik, tidak lebih.


Pernah suatu ketika Mikhayla menjebak Albert, ia mempertontonkan tubuh moleknya di depan Albert namun pria itu seolah tak melihatnya sebagai seorang wanita.


Alih-alih tergoda, Albert malah langsung keluar tanpa menoleh ke arah Mikhayla, dan rencana Mikhayla gagal bahkan sebelum memulainya.


Dan tiba-tiba muncul wanita lain.


Vivian seorang model cantik berkebangsaan Spanyol telah mencuri hatinya.


Albert yang sedang mengembangkan bisnisnya di negeri matador itu langsung jatuh cinta pada Vivian.


Di negara itu Albert tinggal dengan ayah angkatnya yang merupakan sahabat papanya Albert.


Steven namanya, seorang pengusaha kaya berkebangsaan Inggris yang memilih menetap di negara itu.


Dalam waktu singkat hubungan Albert dan Vivian semakin dekat dan menjalin hubungan serius, namun Albert tak pernah tahu jika wanita itu hanya menyukai uang, Albert memanjakan wanita itu dengan uangnya.


Vivian hanya tahu jika Albert hanya seorang pengusaha kecil yang baru merintis karier.


Saat Albert membawa Vivian pulang, Albert mengenalkannya pada Steven, duda kaya beranak satu.


Dari sanalah hubungan Albert dan Vivian renggang, dan berujung putus.


Satu bulan kemudian Steven meminta maaf pada Albert bahwa ia dan Vivian dekat, Albert yang kala itu masih sakit hati makin sakit hati mendapati kenyataan Vivian ternyata mengincar papa angkatnya, Albert tak bisa menyalahkan Steven, Albert menghormatinya seperti papanya sendiri, Albert berhutang nyawa pada steven.


Karena anak kandung semata wayang Steven harus meregang nyawa demi menyelamatkan Albert sehingga detik itu juga Albert berjanji akan menjaga dan membuat bahagia steven.


Vivian tak pernah tahu jika Albert di negara asalnya adalah seorang pembisnis yang sukses, bahkan kekayaannya melebihi steven.


silau akan harta membutakan Vivian.


Bulan kedua setelah kedekatan mereka Vivian dan Steven menikah.


Albert sakit harus sekaligus marah, Vivian memanfaatkan kebaikan Steven, demi menjaga perasaan Steven, Albert kembali ke Paris dan menenggelamkan dirinya dalam alkohol untuk menutupi hatinya yang sakit, berita tentang hubungannya yang retak dan Vivian yang menikahi Steven terendus media lokal, dan beritanya langsung menjadi taq line di semua media hiburan.


Hingga akhirnya Albert di larikan ke rumah sakit karena kecanduan alkohol dan disinilah Kinar sekarang, di kamar bernuansa putih hitam, sangat membosankan.


mencerminkan penghuninya yang kaku, dan perfeksionis.

__ADS_1


"Dokter Kinar silahkan diminum" ucap Mikhayla berpura-pura sopan, padahal di hatinya gondok


"Miki tolong sampaikan ke pelayan Bahwa dokter Kinar akan makan siang di sini" perintah Amara melirik sekilas pada anak angkatnya


entah mengapa Amara baru menyadari jika Mikhayla memiliki pandangan yang tak biasa pada putranya, sebagai seorang wanita, ia peka akan hal itu.


itu bukan pandangan sayang adik kepada kakaknya, tapi pandangan seorang wanita pada lawan jenisnya.


Amara merasa ucapan suaminya kali ini terbukti.


Amara harus berusaha memberikan jarak untuk keduanya.


"Tante jangan repot-repot, Kinar sudah selesai periksa Albert kok"


"Tapi Tante juga mau di periksa, ayo ke kamar tnate" ajak Amara meraih tangan Kinar


"Ma, Kinar kan perawat ku, kenapa jadi mama yng di periksa" ucap Albert, padahal Albert sudah menyusun rencana, ia mau mengerjai Kinar, membuat wanita sombong itu kesal dan akhirnya mengundurkan diri dari merawatnya, jika itu terjadi Albert akan bisa kembali ke apartemennya, bukan ia tak betah di kediamannya sendiri, tapi Albert menyukai kebebasan, ia tak merasa seperti anak kecil yang terus di atur oleh mama nya.


Terlebih saat sakit, Amara sangat memperhatikan asupan makanan putranya dan baru sehari di rumah, Albert sudah kena ceramah mamanya karena ia mengorder junk food.


Setelah sampai di kamar Amara, Kinar langsung memeriksa Amara, kesehatannya biak, sepertinya wanita ini hanya mencari alasan agar ia tinggal lebih la di kediamannya.


Akhirnya mereka memilih duduk di taman dan mengobrol ngalir ngidul sampai tak terasa jam makan siang tiba.


Kinar makan siang dengan keluarga Albert setelah itu ia pamit pulang.


"Ma, ada apa panggil aku?"


"Miki, mama mau bicara, mama harap kamu mengerti.


kamu dan Albert adalah saudara, walaupun kalian tidak terikat hubungan darah. tapi kamu anak angkat kami.


mama harap kamu tahu itu.


Albert hanya menganggap kamu adiknya.


jangan pernah memiliki perasaan lebih, mama tidak mau hubungan ini rusak karena perasaan salah itu"


"Ma, mama salah sangka, aku sama kak Albert cuma perhatian aja"ucap Mikhayla terpojok


"Mama harap begitu nak.


carilah lelaki lain di luaran sana, jangan nodai persaudaraan kalian, karena mama ataupun papa tidaka akan pernah menyetujui itu"ucap Amara tegas


Mikhayla merasa hatinya di hantam palu, sakit.

__ADS_1


"Apa karena aku berasal dari keluarga miskin mereka memandangku seperti ini???


apa karena aku tak berpendidikan seperti wanita itu mama langsung memberitahu batasan ku.


Aku mencintai kak Albert, harusnya aku tak masuk keluarga ini" gumam Mikhayla dalam hati.


ia di liputi rasa marah dan kecewa


"Istirahatlah, biar Albert mama yang jaga.


mama tahu kamu menunggui Lambert semalaman.


terima kasih ya sayang" ucap Amara tulus


"Tidak masalah ma, aku ke kamar dulu"


ucap Mikhayla menunduk


Mikhayla lalu masuk ke dalam kamarnya, ia rasanya ingin berteriak meluapkan kemarahannya, tapi tak bisa.


ia sudah berakting sopan dan lembut sejak masuk ke keluarga ini, berprilaku seperti wanita penurut dan berpendidikan namun kedua orangtua angkatnya masih mengingatkan posisinya yang hanya anak angkat.


Mikhayla melempar bantal dan memukuli kasur, setelah puas ia masuk ke dalam kamar mandi menyalahkan shower dan berdiri di bawahnya, berharap dinginnya air bisa meredakan kekesalan hatinya


Di kamar Albert


Amara mengetuk pintu kamar anaknya dan masuk dengan nampan berisi jus alpukat untuk putra semata wayangnya, terlihat Albert sedang memeriksa laporan keuangan yang di bawa oleh Bernard asisten pribadinya


"Ayo anak-anak tampan mama diminum juice nya nih biar pikirannya segar" ucap Amara meletakkan dua gelas juice alpukat dan cake slice di atas meja


"Makasih mama Amara," ucap Bernard sopan


"Malam sayang, bagaimana papamu? apa penyakitnya sudah baikan??" tanya Amara menanyakan kabar papanya Bernard yang merupakan mantan supir di keluarga mereka


"Baik ma, beliau hanya penyakit tua."


"Sebaiknya kau cepat menikah agar pikiran papamu tidak kusut" goda Amara


"Bernard akan menikah setelah perjaka tua di depan aku menikah" ucap Bernard malah menarik Albert ke dalam percakapan tentang pernikahan.


Albert melayangkan pandangan membunuh pada asistennya itu


"Dia sebentar lagi menikah, calonnya sudah mama siapkan.


kalau nunggu dia yang cari nanti seperti si model itu lagi gak kawin-kawin deh. kapan mama punya cucu" gerutu Amara membuat Bernard ingin tertawa.

__ADS_1


sementara Albert menatap kesal Bernard


"cari mati" ucap Albert lirih


__ADS_2