
Malam itu tidak ada yang di biarkan oleh Dira untuk tidur. Mereka di haruskan melatih setiap gerakannya dengan gesit. Semua yang berlatih tidak ada yang merasakan mengantuk karena semangat mereka yang membara.
Tolvar, diam diam merasa semakin kecil hatinya di hadapan Dira. Dia merasa semua yang dia lakukan selama ini, tidak penah bisa di bandingkan dengan Dira.
" Tolvar, ikut aku sebentar. Yang lain lancutkan latihan kalian."
Dira masuk kedalam rumah dan di ikuti oleh Tolvar. Sedangkan Chupa, dia sudah tertidur karena Dira membiarkannya istirahat.
Sesampainya di dalam rumah, Dira langsung berbalik dan memberikan serangan mendadak kepada Tolvar. Empat gerakan awal yang di lakukan Dira, semua berhasil di tahan oleh Tolvar. Tapi, saat berlanjut, akhirnya gerakan Dira mengenai tubuh Tolvar.
" Kau tau apa maksud yang aku lakukan ini? "
Tolvar hanya diam dan mendengarkan saja. Dia sama sekali tidak ada menjawab apapun.
" Tolvar, gerakan yang aku lakukan pada kamu, semua itu gerakan dasar. gerakan yang aku ulangi beberapa kali untuk menjatuhkan lawan. Kamu bisa melakukan itu dan coba lah. Kamu jangan cepat menyerah saat melakukan gerakan itu. "
__ADS_1
" Maksud kamu? "
" Kau ingin menjadi pemimpin yang di segani oleh kelompokmu bukan? "
Tolvar sangat kaget dengan apa yang Dira ucapkan. Karena dia tidak pernah mengatakan hal ini pada siapapun. Dia hanya memendam semua yang dia rasakan sendiri.
Jadi saat Dira mengatakan apa yang dia inginkan, dia merasa kaget dan tidak percaya kepekaan Dira sangat besar.
" Aku bisa mengetahui itu karena melihat sorot mata kamu.Tingkah laku kamu. Dan gerak badan kamu. Kamu merasa minder dan tidak percaya diri saat aku datang. Tapi apa pernah kamu mencoba untuk berlajar cara memimpin dengan baik? Sudahkah kamu belajar cara peduli dan peka dengan lingkungan? Bila kamu ingin punya wibawa di depan kelompok kamu. Kamu harus lebih bisa peduli kepada sekitar."
" Baca itu, kamu bisa belajar dari sana bagaimana cara memimpin sebuah pasukan. Jangan pernah ragu mengeluarkan perintah kamu saat itu memang di perlukan. "
" Ra... ini.. "
" Kamu bisa pelajari sambil kamu berlatih fisik kamu. Itu penting untuk kamu nantinya bila ingin meminpin kerajaan kamu. "
__ADS_1
Tolvar diam. Dia merasa tidak menginginkan untuk mengambil alih kerajaan itu. Dia hanya ingin membalaskan rasa sakit hatinya. Dan dia mau selalu berada di bawah perintah Dira.
" Aku tidak berniat untuk menjadi Raja. "
Dira tau apa yang Tolvar pikirkan. Tapi tetap saja dia ingin Tolvar bisa memimpin. Karena yang berada di dekat Dira, harus bisa memimpin anak buahnya dengan baik. Dan memiki wibawa yang di segani oleh anak buahnya. Seperti Raka. Dia sangat di hormati oleh anak buahnya saat ini.
" Terus, kalau kamu tidak ingin jadi Raja, apa kamu akan terus berada bersama aku? "
" Apa itu tidak boleh? "
" Boleh. Tapi tetap saja kamu harus jadi pemimpin dulu. Karena orang yang ada di dekat aku, harus bisa memimpin pasukannya sendiri. Aku tidak akan membiarkan orang lemah ada di dekat aku. Ingat itu. Jadi bila kamu saat ini masih di dekat aku, berarti kamu masih layak untuk dissebut orang yang kuat. "
Ini yang Tolvar suka dari Dira. Di saat dia merasa sudah tidak percaya diri, Dira langsung menyemangati dirinya lagi.
Di sisi yang berbeda, terdapat beberapa anak kecil yang sedang menangis ketakutan saat ini. Mereka di kurung di sebuah ruangan dan jumlah mereka cukup banyak.
__ADS_1