
Dira, dia di tatap begitu oleh Tolvar tidak juga melanjutkan pembicaraannya. Dira malah berdiri dan berjalan agak menjauhi kelompok itu. Dan tanpa aba aba dia langsung memutar dan melemparkan 3 jarum yang tepat mengenai leher 3 orang anggota Tolvar.
Ketiga orang itu langsung mati di tempat. Tolvar dan yang lainnya sangat kaget dengan hal ini. Mereka semua diam dengan mata yang melotot.
" Kalian semua sudah dari awal di ikuti oleh mereka. Semua pergerakan kalian dengan mudah di laporkan oleh mereka. Jadi tidak usah kaget begitu. Coba pikirkan lagi bagaimana selama ini saat kalian bersama mereka?. Mereka belum melaporkan aku kepada tuannya karena mereka ingin memastikan dulu bagaimana aku."
" Nona... Jadi anda selama ini sudah tau pergerakan mereka? "
" Tidak ada yang luput dari pengawasan aku soal ini. Apalagi mereka sedang mengawasi aku. Aku tidak suka ada yang mengusik diri aku begitu. "
Tolvar dia sangat tidak menyangka kalau orang yang bersama dirinya adalah musuh juga. Dia mencoba mengaitkan lagi kejadian yang mereka lalui selama ini. Dan apa yang Dira katakan soal mereka memang benar. Dimana pun mereka sembunyi, Selalu dapat di ketahui oleh musuh.
__ADS_1
" Tolvar, apa aku bisa memanggil kamu begitu? aku tidak begitu suka dengan gelar kamu dan tidak ingin mengagungkan kamu juga. Aku juga tidak mau kalian memanggil aku nona lagi. Panggil saja Dira. "
" Saya juga tidak menyukai gelar itu nona, silakan memanggil saya nama saja. Tapi, saya tidak bisa untuk memanggil nama anda saja. Karena saya tidak bisa tidak sopan kepada anda."
Semua anggota Tolvar setuju dengan hal itu. Mereka semua menganggukkan kepalanya. Dan Dira melihat semua itu. Dira hanya tidak ingin berjarak dengn mereka. Tapi keputusan mereka tidak akan Dira campuri.
" Baiklah terserah kalian. Sekarang bisa kalian jelaskan apa saja kemampuan kalian?. Tidak mungkin kalian bisa lolos dari maut berkali kali. Kalian pasti mempunyai kelebihan. "
Mereka semua tersenyum melihat Dira. Karena mereka tau, tidak ada yang luput dari pengamatan Dira soal mereka. Jadi, mereka juga tidak akan berbohong soal kemampuannya.
" Apa di antara kalian ada yang bisa meretas cctv, komputer dan pembuat virus? "
__ADS_1
Semua kaget dengan pertanyaan Dira. Karena pertanyaan itu sangat tepat dengan kemampuan Tolvar. Tolvar belum mengatakan segalanya kepada Dira karena dia takut mengakui segala kemampuannya dan berakhir di manfaatkan.
" Maaf nona.. "
" Tidak perlu kaget, aku hanya menganalisa saja. kamu di antara mereka yang bisa merakit boom bahan paling berbahaya. Jadi aku hanya berpikir kamu mungkin juga bisa melakukan apa yang aku katakan tadi. "
Tolvar sungguh tidak menyangka sepeka ini wanita di depannya. Terlihat umurnya masih muda, Tapi pikirannya sangat dewasa. Dan jauh lebih banyak kejutan di dalamnya.
" Kalau kamu kawatir aku memanfaatkan diri kamu, kamu tidak usah kawatir lagi. Bahkan kamu bisa langsung pergi sekarang kalau mau. "
" Tidak nona, saya tidak akan melakukan itu. Selain kemampuan saya dalam bidang elektronik, kami juga ada tabib dan bisa di bilang dokter juga disini. "
__ADS_1
" Hemmmm baik lah. Dengan kemampuan kalian ini, seharusnya kalian bisa menyerang balik lawan kalian. Bukan malah melarikan diri. Kalian hanya perlu latihan sedikit dan mendapatkan bahan untuk kalian latihan."
Semua kaget dengan perkataan Dira. Yang berarti mereka akan dibantu oleh Dira.