
Setelah mengantar Albert ke tempat dimana Dira menyembunyikan Yasmin, Chupa dan Asha. Dira pergi ke rumahnya untuk memastikan dugaan dia benar.
Ternyata begitu Dira sampai, benar saja kalau telah terjadi penyerangan di rumahnya saat ini. Robot Yasmin yang bisa Dira kendalikan dari jarak dirinya berada saat ini, segera Dira ambil alih. Dira sudah mengatur mata dari robot itu bisa di jadikan kamera pengintai. Jadi Dira bisa melihat tempat di sekitar robot itu dengan mudah.
" Kau datang dengan anak buah mu saja ternyata. Aku tidak menyangka akan berhadapan dengan kamu saat ini Wuhan. Atau aku harus menyebut mu Viki saat ini? Siapa pun kau, api dendam di hati ini masih membara dan siap membakar kau nanti. "
Dira melihat bagiaman pertarungan mereka dari mata robot itu. Hingga tidak tahan lagi, Dira mengeluarkan katana yang dia bawa dan berjalan menuju arah Viki saat ini.
Setiap anak buah Viki yang Dira lewati tanpa aba aba dia langsung tebas. Arah tatapan mata Dira hanya tertuju pada Viki saja. Bahkan Tolvar dan yang lain mulai menyingkir saat melihat tatapan mata Dira yang mulai menggelap.
" Viki Adiputra. Apa kau selalu akan melakukan perbuatan curang begini untuk menyerang lawan mu? "
Sura Dira menggema dan itu membuat suasana mencekam di sekitarnya. Anak buah Viki yang masih hidup mencoba untuk mundur akan tetapi Tolvar dan yang lainnya sigap menahan mereka.
__ADS_1
Viki yang mendengar nada suara dari wanita yang dia incar tersebut akhirnya merasakan perasaan yang tidak asing untuknya. Dia seperti pernah merasakan perasaan ini dan kejadian saat ini seperti familiar di ingatannya.
" Apa kau tidak mengenal aku Wuhan? "
Sekelebatan bayangan masa lalu mereka mulai muncul di ingatan Viki. Tatapan mata dan sura dingin penuh kebencian itu mengingatkan dia dengan kejadian masa lalu yang pernah dia lihat di mimpinya.
" Siapa kau? "
Nama itu di sebut lagi oleh Dira. Hingga membuat Viki merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya saat ini.
" Aaaakkkhhh siapa kau. Siapa Wuhan? Apa hubungan aku dengannya? "
Dira mendekat dan mencengkram rahang dari Viki. Dia menatap mata Viki dengan tatapan tajam. Mata Dira sudah berubah menjadi hitam pekat hingga Viki menjadi ketakutan untuk menatap mata itu.
__ADS_1
" Aku selalu datang di setiap waktu dan selalu melawan kau untuk membalaskan dendam yang aku punya. Selama ini kau selalu dapat menang melawan aku karena kelicikan mu itu. Namun kali ini berbeda. Kau akan tau kalau aku tidak mudah kau kalahkan lagi. "
Bayangan tentang bagaimana kejadian di masa lalu pertemuan dirinya dan Dira mulai terlihat jelas di ingatannya Viki. Dia bahkan sampai diam kaku di tempat karena kenangan itu bagaikan film yang di putar di kepalanya.
" Kau ingat sekarang siapa aku dan kenapa dendam ini masih aku bawa sampai saat ini? "
" Fu ling.. "
Dira mendengar nama masa lalunya di sebut oleh Viki merasakan luapan emosi yang sangat besar saat ini.
" Akhirnya kau sadar siapa aku Wuhan.. Hahahahaha.. "
Tawa menyeramkan dan mengelegar di tempat itu membuat seluruh orang di sana menjadi merinding ketakutan. Tolvar dan anak buahnya bahkan tidak pernah melihat Dira sampai mengeluarkan aura yang sangat mengerikan begini selama ini. Kali ini Dira benar benar seperti orang lain saat berhadapan dengan Viki.
__ADS_1