
Dira dan Alvin di ajak keruangan Albert dan selama di perjalanan menuju ruangan Albert, Dira ters saja memperhatikan sekelilingnya. Dira tidak ada menunjukan sikap elegan dan dewasanya di depan Albert. Malah Dira menunjukan sikap yang cuek dan kampungan.
Dia sengaja melakukan hal itu agar Albert tidak tertarik pada dirinya. Dan risih bersama dengan dia. Dira mendengar semua yang di pikirkan oleh asisten Albert dan hal itu sangat lucu bagi Dira.
" Wanita ini gayanya sangat kampungan. Dan tidak ada yang menarik sama sekali. Tetapi kenapa tuan malah membiarkan dia masuk ke ruangannya? Apa tuan dapat terbentur kepalanya tadi pagi? Dia pasti sedang sakit saat ini. Maka dari itu tuan membiarkan wanita gila ini ikut bersama kami. "
Salah satu pikiran yang di pikirkan asisten Albert yang membuat Dira menggelengkan kepalanya. Dira sebenarnya hanya ingin memastikan apa di perusahaan Albert ada orang jahat itu atau tidak. Karena Dira pikir Albert pasti saat ini sudah di incar oleh mereka.
" Hemmm ada beberapa orang ternyata. Tapi, bila aku bereskan sekarang juga, mereka pasti akan semakin mengincar Albert ini. Sungguh merepotkan. "
__ADS_1
Dira masih seperti orang kampung melihat dan kagum dengan tempat itu. Dan itu membuat Alvin semakin heran dengan akting dari Dira. Dia sangat tay seberapa kaya dan apa saja yang di miliki Dira. Tapi dia tidak berani berkata apapun dan menanyakannya pada Dira soal kenapa dia harus berakting begitu. Alvin hanya mengikuti alur yang Dira buatnya.
Seaampainya di ruangan Albert, Dira tiba tiba menutup bibir Albert agar tidak bicara. Dan memberikan kode pada yang lain untuk tidak ribut juga. Semua agak bingung dengan apa yang Dira lakukan. Tapi Albert mulai paham. Wanita di sebelahnya memang bukan wanita biasa. Sepertinya dugaan dia sebelumnya benar. Kalau Dira datang memang bukan untuk merayu dirinya.
" Wahhh sayang... kantor kamu sangat besar ya... "
Dira mengatakan hal itu sambil berjalan mencari apa yang ingin dia temukan. Dengan pelan tapi pasti dira mendapatkan berberapa alat penyadap dan juga beberapa cctv tersembunyi di tempat itu.
Albert sendiri hanya memperhatikan gerak gerik Dira dan mulai mengikuti permainan Dira.
__ADS_1
" Apa kamu suka di ruangan ini sayang? Apa ada yang kamu tidak sukai dari tempat ini? Aku akan rubah sesuai keinginan kamu kalau kamu mau. "
Permainan itu saat di ikuti oleh Albert membuat Dira merasa tidak nyaman dan merinding mendengarnya. Padahal dia yang memulai hal itu.
Semua dapat melihat bagaimana reaksi Dira terhadap apa yang Albert katakan tadi. Dan mereka kompak berpikir " Sangat lucu ".
Mendengar hal itu, membuat Dira langsung membalikan badannya dan menatap mereka semua dengan tajam. Dira sudah selesai mengambil semua alat penyadap di ruangan itu dan akhirnya dia mulai bisa tenang.
Tatapan tajam Dira mungkin membuat Alvin dan asisten Albert takut. Tapi tidak dengan Albert. Dia malah semakin suka dengan gaya Dira ini.
__ADS_1
Merasa Albert yang mulai berpikir ngelantur, Dira lalu berjalan mendekati Albert dan mengucapkan kalimat yang membuat Albert kehilangan senyumannya.
" Anak kamu ada bersama ku. "