
Dira sudah melumpuhkan semua anak buah Fredi berserta dengan Fredi juga. Dan saat ini Fredi dan anaknya sedang di tawan oleh Dira dan kelompoknya.
" Ra.. "
Dira langsung menatap tajam ke arah Raka saat Raka inngin ikut campur dalam masalahnya.
" Kau tau Bryan, sampai detik ini, bahkan ayah kandungmu ini sama sekali tidak ada peduli dengan dirimu. Kalau memang bisa, dia akan melarikan diri sendiri tanpa dirimu ikut dengannya. Dan kau masih ingin mencari pengakuan dari dirinya? waaahhh sungguh anak yang berbakti dirimu. "
Cibiran Dira membuat hati kecil Bryan merasakan sakit sekali dengan itu. Tetapi dia tidak bisa membantahnya. Memang apa yang Dira ucapkan itu, semua kenyataan. Sebuah pengakuan yang dia inginkan dari dulu tidak pernah dia dapatkan dari papanya.
__ADS_1
" Kau tau Bryan, bila aku jadi dirimu, bukan pengakuan dari orang tua ini yang aku inginkan. Melainkan kasih sayang dan kebahagiaan ibu yang kamu abaikan yang aku mau. Kau tau, apa yang kau rasakan saat ini itu, tidak sebanding dengan apa yang ibumu rasakan. Dia sudah di abaikan oleh pria yang menikahinya dan sekarang anak yang dia sayangi juga tidak menghargainya. Pikirkan bagaimana ibu kamu saat ini. "
Bryan langsung menangis. Apa yang di katakan Dira sangat benar. Emosi dia sungguh di obrak abrik oleh Dira saat ini. Yang awalnya dia sangat ingin membunuh Dira karena ingin pengakuan papanya, menjadi dirinya merasa bodoh di permainkan oleh Dira. Dan sekarang dia malah merasakan sedih karena ibunya.
Dira benar benar pintar bermain denga psikologis dari Bryan. Dira ingin Bryan tertekan dan memilih untuk memohon kehidupan untuk dirinya nanti. Disaat itu Dira akan lebih mempermainkan dirinya.
Dira ingin musuhnya semakin putus asa dengan apa yang dia akan lakukan. Dan ini cara paling menyenangkan yang Dira lakukan. Dengan mengontrol emosi lawan, Dira sudah seperti bisa membuat lawannya menari atas peribtah dirinya. Pelajaran kejiwaan yang Dira pelajari selama ini sudah sangat membantu dia untuk menjatuhkan musuhnya tanpa menyentuh langsung.
Dira tau sebatas apa dia harus membuat Bryan sedih saat ini. Dan sekarang dia beralih kepada Fredi.
__ADS_1
" Pak tua, apa kau masih ingin menyetubuhi aku? masih berpikir kalau aku akan selemah ibu aku? "
" Brengsek. "
" Kau itu hanya beruntung sebelumnya. Karena papa ku saat itu masih menaruh rasa hormat kepada keluraga mu pak tua. Tapi jangan pikir dia akan selalu diam kalau kau injak terus. Semut pun akan menggigit bila terus di injak. Jadi ini saatnya pembalasan untuk kamu pak tua. "
Dira lalu mengambil pisau baru dan untuk dia gunakan pada Fredi. Dengan perlahan Dira mendekati Fredi yang masih duduk di lantai.
"Kau tau pak tua, aku paling tidak suka dengan mata mu yang jelalatan melirik tubuh aku sebelumnya. itu sangat mengganggu untuk aku. Jadi saat ini aku akan mulai dari mata dulu. Bagaimana? "
__ADS_1
Dira mengucapkan kalimat itu dengan santai tetapi yang berada di ruangan yang sama dengan dirinya merasa ngeri dan gemetaran.
Mereka tidak menyangka kalau gadis kecil yang terlihat polos sebelumnya mempunyai sisi yang berbeda begini.