Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Kau Menginginkan Aku Ikut Bergabung


__ADS_3

Dira sangat lihat menggunakan senjatanya sampai Raka, Angga dan Alvin yang melihat cara Dira menggunakan senjatanya menjadi kagum. Namun di mata Angga, Dira telihat sangat berbeda dengan dirinya yang biasa. Ini pertama kali Angga melihay cara Dira bertarung dan memang benar kata Raka, kalau Dira sangat hebat saat melakukan hal itu.


" Apa dia putri ku? "


" Dia sangat berbeda bila sudah melakuka hal ini om. Banyak rahasia yang dia simpan selama ini dari om dan yang lainnya. "


Ucapan Raka membuat Angga sadar kalau dirinya memang kurang dekat dengan putrinya. Bahkan lebih dekat Albert daripada dirinya dengan Dira.


" Apa yang om pikirkan? Dia memang Dira kita. "


" Hanya merasa waktu berlalu cukup cepat karena om belum sempat mengurus Dira dengan benar. "


Mereka asyik mengibrol sedangkan Dira sudah selesai mengatasi semua orang yang menyerang rumah Angga. Dira lalu berjalan ke arah kamar Bulan dan ingin masuk. Namun, saat menempelkab telinganya di pintu, Dira merasa Bulan ada di balik pintu dan ingin menyerang dirinya.


" Bi.. bi.. ini aku Dira. Apa boleh aku masuk? "


Dengan memberitahu Bulan begini Dira yakin kalau Bulan bisa lebih tenang saat ini. Benar saja Bulan menjatuhkan lampu yang dia pegang untuk memukul orang yang mau masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


" Bibi baik baik saja? "


" Ra... tolong.. "


Dira mengepalkan tangannya saat mendapati tubuh Bulan bergetar hebat dan wajahnya terlihat pucat.


" Kau meminta aku untuk ikut bergabung dalam permainan ini Nicolas. Padahal aku hanya ingin kau menghadapi sepupu mu saja. Aku tidak menyangka kau mengirimkan surat undangan ini kepada aku secara langsung. "


Dira memeluk tubuh nyonya Bulan dengan erat sambil bergumam begitu dalam hatinya. Angga, Raka dan Alvin yang baru datang menghampiri mereka melihat juga keadaan nyonya Bulan yang tidak baik baik saja.


" Ra.. kamu baik baik saja nai? "


Mereka bertiga langsung menyebar karena mendapatkan perintah dari Dira. Raka mengambil air minum untuk nyonya Bulan sedangkan Angga mengambil obat yang di minta Dira. Hanya Alvin yang berani mendekati Dira untuk menyapa mamanya.


" Ma.. "


Nyonya Bulan kembali ketakutan karena mendengar suara laki laki dan melihat ada darah di tangan Alvin.

__ADS_1


" Menjauh dulu Vin. Mama kamu sedang tidak baik sekarang. Lagian tubuh kamu masih penuh dengan darah dan itu menambah ketakutan untuk dia. "


Alvin menyingkir dan dia menatap sendu ke arah mamanya. Dia takut mamanya kemabli seperti dulu lagi dan dia kembali sendirian. Sedangkan Dira, dia sudah bersama Albert saat ini.


" Ra.. ini obatnya. "


" Tolong suntikan dilengannya pa. Aku tidak bisa bergerak karena pelukan bibi sangat kencang. "


Perlahan Angga menyuntikan obat itu pada Nyonya Bulan dan akhirnya nyonya Bulan tidur.


" Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sampai mereka bisa masuk dengan mudah kemari? "


" Aku tidak tau Ra.. Tadi aku terbangun saat sudah mendengar suara tembakan. Barulah aku sadar kalau terjadi penyerangan di rumah ini. "


Angga diam saja memperhatikan putrinya. Karena Angga tidak melihat raut wajah Dira ketakutan dalam hal ini. Melainkan Angga melihat ada raut wajah kebencian dan amarah di sana.


" Ra.. kamu baik baik saja? "

__ADS_1


" Aku baik selama kalian baik pa. Jadi jaga diri dengan baik di tempat ini. Sebelum bibi bangun, aku harap tempat ini sudah bersih. Aku ada urusan sebentar nanti akan datang kembali dengan Albert dan Yasmin juga. Aku yakin Yas bisa menenangkan Bibi Bulan."


__ADS_2