
Ketakutan yang di rasakan oleh Alberto sangat terlihat jelas di matanya. Apalagi saat mata dia bersitatap dengan Dira.
Alberto seolah di tarik masuk kedalam lubang hitam yang tanpa dasar saat menatap mata itu. Dalam keterkejutannya, Alberto seperti mendapat sesuatu bayangan singkat saat melihat Dira.
" Siapa itu? Aku seperti pernah menatap mata ini sebelumnya. ".
Pikiran Alberto yang seperti itu membuat Dira juga menjadi penasaran. Dia juga mempunyai perasaan yang sama, seperti pernah bertemu sebelumnya dengan lawannya ini.
" Siapa pria ini sebenarnya. Aura yang dia keluarkan bukan sesuatu yang sering aku hadapi di tempat ini. Auranya sangat pekat dan aku rasa dia lebih berbahaya dari yang aku pikirkan. "
Dira mulai waspada dan Alberto segera menyadarkan dirinya kembali. Dia tidak mau di tundukan oleh rasa tqkut didalam hatinya saat ini.
__ADS_1
" Kalian tangkap wanita ini dan ikat dia di tiang itu."
Dira demi mengulur waktu dan ingin mencari tau lebih banyak mengenai Alberto, dia bersedia di ikat oleh mereka semua. Dia sama sekali tidak melawan apapun yang di lakukan oleh anak buah Alberto.
" Kalian selidiki siapa sebenarnya wanita ini. Dan cari tau motif di balik rencana dia ini. "
Alberto tidak mau mengambil resiko besar saat dia menyakiti Dira, dia akan berhadapan dengan kelompok yang lebih kuat lagi. Jadi melihat bagaimana cara Dira yang tenang dan tidak ada melakukan perlawanan apapun. Membuat Alberto menjadi semakin curiga.
" Kenapa kau menyuruh mereka mencari tau mengenai aku dengan susah payah? kau bisa menanyai aku saat ini juga. Aku akan mengatakan segalanya pada mu. "
Dengan yakin Alberto sudah berkata begitu. Dia belum tau kalau anak buahnya satu persatu sudah di lumpuhlan oleh pasukan Tolvar.
__ADS_1
Hal ini juga yang mengharuskn Dira mengulur waktu lebih lama lagi. Dia sadar tidak mungkin dirinya akan menghadapi mereka semua secara bersamaan. Karena mereka sudah kalah jumlah dalam pertempuran ini. Walaupun mereka sudah menyebarkan bom di setiap sudut, mereka tidak yakin bisa keluar dengan selamat dari tempat ini bila meledakannya sekarang.
" Aku harap Albert sudah bertemu dengan Tolvar. Sehingga mereka bisa berkerja sama dalam menangani situasi ini. "
Albert memang sudah bertemu dengan Tolvar dan mereka sudah saling mengenal. Tapi Albert memilih akan tetap mengawasi Dira dari dekat. Dan membiarkan anak buahnya membantu Tolvar untuk melumpuhka musuh mereka satu persatu.
Alberto yang masih menunggu laporan dari anak buahnya. Dia duduk di kursi kebesarannya saat ini. Dia duduk sambil menatap Dira dengan tatapan menyelidik. Dia seperti ingin memastikan sesuatu yang menjanggal di hatinya. Tapi dia belum mendapatkan petunjuk apapun.
" Apa wanita ini adalah wanita yang sama yang selalu aku mimpikan? Sebelum kejadian ini terjadi, aku selalu memimpikab wanita asing yang ingin membunuh ku. Tatapan matanya hampir sama dengan tatapan mata wanita yang di dalam mimpiku. Apa dia yang akan menghancurkan semua bisnis aku ini? Tapi kenapa dia datang saat ini dan apa tujuannya datang kali ini? "
Semua pemikiran Alberto itu di sambut dengan senyum tipis dari Dira.
__ADS_1
" Kalau aku tidak menghancurkan kamu sekarang, nanti kau akan membawa bencana besar untuk aku saat membalaskan dendam aku pada Wuhan. Atau apa aku harus panggil dia Viki saat ini... "
kata Dira dalam hati.