Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Istirahatlah Kalau kamu Lelah


__ADS_3

Dira yang melihat kecemasan di tatapan Alvin membuat dia merasa tidak nyaman. Dia tidak mau berpikir yang buruk. Tetapi melihat tatapan itu, Dira merasa sangat yakin kalau Alvin bisa membuat rencana dia gagal nantinya. Dira ingin membatasi jarak antara dirinya dengan Alvin sementara waktu.


Dia tidak mau Alvin ketergantungan dengan Dira. Dan nanti berujung membatasi ruang gerak Dira.


" Vin, pulang sana! aku tidak apa apa"


" Kenapa kamu ngusir aku? "


" Aku tidak mau di ganggu saat ini. "


" Kamu takut aku mengganggu rencana kamu? "


Dira bengong melihat Alvin. Dia ingin tau kelanjutan perkataan Alvin.


" Aku janji aku tidak akan mengganggu rencana kamu apapun itu. Tapi biarkan aku ada di sekitar kamu. Aku sungguh ingin menjadi lebih baik lagi. Aku tidak mau di katakan bodoh dan di manfaatkan lagi. "


Dira hanya menghela napas saja. Dan dia belum juga membiarkan Alvin masuk. Dira masih berpikir kalau Alvin belum berkata yang sebenarnya. Ada hal yang Alvin sembiunyikan. Tapi Dira belum bisa mengetahui hal itu.

__ADS_1


" Dira.... kamu tidak apa apa? "


Pertanyaan itu mengalihkan perhatian Dira dari Alvin. Dia melihat siapa yang bertanya kepada dirinya. Dan ternyata Raka yang bertanya dengan wajah yang jelas sangat khawatir.


" kakak.. "


" Ayo bicara di dalam"


Ucapan Raka tegas dan langsung nyelonong masuk kedalam apartemen Dira. Alvin juga mengikuti mereka masuk dan terus memperhatikan tangan Raka yang menarik tangan Dira.


Ada rasa tidak nyaman di diri Alvin tapi semua itu di tepis olehnya dan dia langsung menutup pitu lalu berjalan mendekati mereka.


Dira tidak tau kenapa pertanyaan sederhana begitu dan tatapan kecemasan itu membuat dia merasa tidak bisa menyembunyikan sisi lemahnya. Sebelumnya Alvin yang dia lihat menatap dirinya dengan cemas. Sekarang Raka. Cuma bedanya Raka sudah seperti kakak sendiri untuk Dira.


" Kak... "


Dira langsung memeluk Raka dan menangis tanpa menjawab. Alvin melihat itu entah kenapa juga meneteska air mata. Dia tidak cemburu. Dia hanya ikut sedih melihat Dira menangis.

__ADS_1


" Sudah sudah... sampai kapan kamu mau menangis Dira? mau minum dulu? "


Saat tangisan Dira mulai melemah, dan pelukan tidak sekenjang sebelumnya, baru Raka bicara begitu kepada Dira. Dia tau saat ini Dira masih sulit untuk bercerita. Bahkan menangis juga sepertinya masih sulit.


Setelah Dira minum dan sudah bisa mengontrol emosinya, napas juga sudah mulai stabil lagi baru Raka bicara kepada Dira.


" Ra... kamu tau, aku sudah menganggap kamu adik aku sendiri. Dan mungkin aku tidak bisa seperti A ying, tapi aku tulus menyayangi kamu. Aku khawatir melihat keadaan kamu begini. Apalagi mendapat laporan kalau anak buah aku melihat mobil yang kamu bawa melaju sangat cepat. Aku khawatir Ra... Bisakah lain kali jangan melakukan hal itu? "


" Maaf kak... "


Raka menanggapi ucapan Dira dengan elusan lembut di kepala Dira.


" Kalau kamu lelah kamu bisa berhenti istirahat dulu Ra... Kamu bisa bersandar di bahu aku saat kamu lelah. "


Raka terus mengelus rambut Dira. Sedangkan Dira hanya menunduk memainkan gelas tempat minum dia sebelumnya.


" Kak... aku menemukan ayah kandung ku.. "

__ADS_1


Ucapan Dira langsung menghentikan elusan tangan Raka. Dia menatap Dira dengan heran. Bertemu orang tua kandung bukannya Dira harusnya bahagia dan saat ini berada bersama mereka.


" Ra.. .. apa mereka tidak menerima kamu? "


__ADS_2