
Albert bersungguh sungguh dengan perkataannya. Dia dengan sangat hati hati menjaga Dira dari musuh yang masih ada di dalam gubuk itu.
" Hei.. kau terlalu berhati hati saat ini. Cepatlah.. kasihan itu nyonya Bulan sudah terluka. "
" Kamu memikirkan ibu ibu itu atau Alvin? "
" Sudahlah. Saat ini bukan saatnya kau cemburu tuan Braham. Sini biar aku membantu mu"
Albert langsung tersenyum saat Dira sudah mulai menyadari perasaannya. Tapi Dira sama sekali tidak ada menghidar dari dirinya.
" Kamu tau aku menyukai kamu. Tapi kenapa kamu tidak menghindar sama sekali? Apa itu artinya aku punya kesempatan? "
Dira merasa terjebak saat ini. Dia seharusnya tidak menanggapi perkataan Albert. Sekarang dia hanya berusaha mengabaikan Albert saja. Karena tidak mungkin dia meninggalkan tempat itu saat ini.
" Cepat bereskan ini dulu. Nanti kita bicara serius. Aku mau ini cepat selesai dan bisa bermain bersama Chupa nanti. "
Albert menuruti saja apa yang Dira katakan. Sampai semua bom yang ada di sekitar tempat itu sudah di jinakan. Gerakan Albert sangat terarah. Dia seperti seorang profesional dalam hal ini. Bahkan Dira bisa tau kalau Albert sudah sangat sering mengalami hal seperti ini sebelumnya.
" Wahhhh kau memang hebat tuan Braham. "
__ADS_1
Albert tersenyum culas saat di puji oleh Dira. Dia merasa sangat senang karena mendapatkan pujian langsung dari Dira.
" Awas Ra... titik 15 , 19, dan 23 ada yang mengawasi kita. "
Dira yang paham akan kode itu lalu melihat dengan santai ke arah sana. Memang ada yang memperhatikan mereka tapi tidak ada mengambil tindakan apapun. Seolah orang itu berharap mereka melakukan penyerangan saat itu juga.
" Tenang mereka tidak akan melakukan apapun pada kita. Sepertinya mereka terpakasa ikut berada di tempat ini.
" Bukan Ra. Mereka seperti di pengaruhi oleh obat saat ini. Jadi yang mereka lihat seperti halusinasi untuk mereka. "
" Darimana kau tau? "
Dira lebih menajamkan pandangannya. Dan apa yang di katakan oleh Albert benar. Mereka semua tidak sadar saat ini.
" Kalau begitu cepat bereskan. Aku takut nanti mereka menyerang kita secara berutal karena pengaruh obat itu. "
Albert mengerti dia lantas mengambil sesuatu dari sakunya. Dan itu seperti korek api. Tapi saat di buka oleh Albert, itu adalah senjata api yang bisa membunuh tanpa suara.
" Kau punya sejata seperti itu?"
__ADS_1
" Hemmm. "
" Kenapa aku tidak tau? "
" Banyak yang kamu tidak tau tentang aku Ra.. Jadi siap siaplah untuk selalu kaget dengan kejutan aku nanti. "
Dira hanya mendengus kesal mendengar betapa percaya dirinya Albert akan tindakannya. Tapi Dira akui kalau Albert memang sangat pintar dalam banyak hal. Bahkan dia bisa mengetahui situasi yang mereka hadapi dengan pengamatannya saja.
" Aku akan menunggu kejutan dari kamu selanjutnya tuan. "
" Kalau begitu bermain dengan aku dan biarkan Chupa istirahat. "
" Itu tidak bisa. Aku mau melatih Chupa di tempat ini. Itu tujuan aku mengajak dia. Jadi mungkin lain kali kita bisa bermain bersama. "
Albert menyukai gaya Dira saat ini. Setiap dia menjalankan misi selalu saja penampilan dan aura Dira terlihat berbeda. Dia seperti orang yang berbeda di tubuh yang sama.
Kepemimpinan Dira sangat kental saat dia ada di tempat yang berbahaya.
" Itu mereka apa yang akan kita lakukan sekarang? "
__ADS_1
" Mari sapa mereka dengan baik baik. "