
Dira dan Albert sudah sampai di sekitar istana itu. Dan mereka pelan pelan masuk dari sisi samping istana. Karena berdasarkan pengamatan mereka, tempat itu sangat aman untuk mereka bisa masuk kedalam.
" Apa kamu bisa yank? "
" Bisa. Coba kamu lihat kesamping, apa ada orang yang mengawasi kita? "
" Semua aman. Ayo naik"
Albert dan Dira sedang memanjat dinding yang lumayan tinggi untuk bisa masuk kedalam istana tersebut. Setiap pergerakan mereka sangat hati hati dan mereka perhitungkan. Itu karena mereka hanya datang berdua saja tanpa adanya pengawal lainnya.
" Al.. lihat. Apa yang ada di tempat itu? kenapa disana banyak sekali penjaganya? "
" Jangan mencoba mengintip atau mendekat kesana yank. Kamy tidak akan mampu. "
" Kamu meremehkan aku? "
" Bukan begitu, lihat lah telinga penjaga disana, semua memerah dan mereka terlihat tegang. Aku pikir di dalam telah terjadi pergulatan dua orang manusia. "
Dira langsung menajamkan pandangannya. Dia memang melihat semua yang Albert katakan. Tapi kenapa dia tidak menyadari semua di awal. Ini sangat memalukan kalau sampai dia melihat atau mendengar hal itu.
" Kamu harus bisa memperhatikan semua sedetail mungkin dari jarak yang jauh yank... pengamatan kamu dari jarak dekat aku tidak ragukan. Tapi jarak yang jauh sepertinya kamu belum bisa "
__ADS_1
Ucapan Albert di balas dengusan kasar oleh Dira. Dia memang tidak bisa memperhatikan semua itu karena jarak mereka yang terlalu jauh. Apalagi dia masih awam dengan tanda tanda seperti itu.
" Sudahlah ayo.. aku mau kesuatu tempat. "
" Kamu mau kemana? "
" Keliling melihat lihat orang disini. Siapa tau ada yang menarik. "
Menarik untuk Dira dan menarik menurut Albert itu berbeda.Menutut Albert Dira ingin melihat wajah pria tampan saat ini. Tapi menurut Dira, dia ingin mencari informasi yang berguna untuk mereka berdua.
" Sebenatar yank.. apa aku kurang menarik untuk kamu, sehingga kamu ingin melihat yang lain lagi."
" Maksud aku yang menarik itu adalah informasinya dad... Bukan prianya. "
Karena kesal Dira mengatakan hal itu dengan sedikit menekankan setiap katanya pada Albert. Albert lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena pikiran dia yang sudah ngelantur bila mendengar perkataan ambigu dari Dira.
" Baiklah ayo kita pergi. "
Mereka kembali menyisiri sekitar istana dan tidak sengaja mendengar percakanpan seseorang di dalam ruangan.
" Ibu tenang saja, semua racun itu sudah mulai berkerja. Dan sekarang kita tinggal menambahkan dosis paling kuat dalam makanannya. Dia pasti langsung meninggal nanti. "
__ADS_1
" Kamu harus hati hati nak. Kamu tau, akan banyak yang mencurigai kita bila raja meninggal mendadak "
" Aku pastikan semua aman. "
" Baiklah, kamu suruh seseorang masuk kekamar raja dan mencampurkan obat ini di air yang ada di dalam kamarnya. "
" Baik. "
Dira mendengar percakapan antara ibu dan anak itu menjadi kesal dan gemas sendiri. Dia tidak menyangka ada trik kotor begini hanya untuk mendapatkan kekuasaan dan harta. Jadi untuk saat ini dia akan membantu orang yang di cemaskan oleh Tolvar itu agar tetap hidup.
" Kamu mau kemana yank? "
" Mau mengikuti orang itu. Dan menolong pria tua yang di cemaskan Tolvar. "
" Jangan melakukan hal yang berbahaya yank. "
" Tidak. "
Dira berjalan terus mengikuti saudara tiri Tolvar yang menuju ketempat orang yang akan di perintahkan masuk kedalam kamar raja. Dan saat mereka sudah selesai bicara dan ingin melakukan rencananya, Dira ingin mengganti racun itu menjadi obat untuk raja.
" Apa yang kamu lakukan? "
__ADS_1