
Dira dan Raka selama perjalanan dia hanya diam saja. Tidak ada pembicaraan yang mereka lakukan. Yang ada mereka merenung sepanjang jalan.
Sesampainya di villa, mereka sudah di tunggu oleh Angga di ruang tengah. Dan Dira segera menghampiri mereka. Alvin yang melihat mereka berkumpul di tempat itu, langsung menghampiri Dira. Ada hal penting yang ingin dia sampaikan pada Dira.
" Pa... Aku ingin tau apa yang papa maksud tadi di tempat itu. "
Dira tidak berbasa basi lagi kepada Angga yang sudah menunggu mereka. Dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi tadi di tempat kejadian itu. Dan apa maksud dari Angga sebelumnya.
" Ra... sebaliknya kamu tenang dulu. Kita bicarakan ini perlahan. Kita dengarkan dulu cerita dari Raka. "
Dira mendengar hal itu dan akhirnya sadar. Dia sudah melewatkan hal yang penting saat ini. Seharusnya dia memang menanyakan kejadian awal pada Raka.
" Kak... "
__ADS_1
" Jadi.. "
" Tunggu... tunggu... ini kalian membahas apa? aku juga mau bergabung dengan kalian. "
Alvin langsung menyela perkataan Raka. Dan dia di beri tatapan tajam oleh Dira. Dira tidak suka cara Alvin yang menyela pembicaraan serius mereka.
" Maaf... maaf Ra... jangan melihat aku begitu... maaf. "
" Jadi begini, Tadi saat aku mau ke kota, di perjalanan aku hampir di tabrak oleh bus. Dan untung aku bisa menghindar. Tapi aku melihat ada yang salah dari hal itu. Bus itu seperti hilang kendali dan tidak memiliki supir. Jadi aku menggubungi Dira untuk mengatakan kalau aku harus melihat bus itu dulu."
Dengan seksama semua mendengarkan penjelasan Raka. Dan Alvin juga mendengarkan dengan serius. Dia merasa kalau kejadian yang di bahas ini adalah hal yang tidak biasa. Karena bila hanya kecelakaan bus saja, Dira tidak akan bereaaksi seperti sekarang.
" Aku ikut kebawah mencari korban disana bersama polisi dan petugas lainnya. Tapi di saat aku melihat korban dari kecelakaan itu,aku merasa mereka sudah meninggal beberapa hari sebelum kecelakaan. Ini hanya dugaan aku saja sih. Karena aku melihat pembuluh darah mereka sudah membiru. Dan itu adalah tanda mereka sudah meninggal sebelum kecelakaan. Tapi akibat kecelakaan itu, semua mayat sudah ada luka baru."
__ADS_1
" Terus ada keanehan lain lagi kak? "
" Aku jug mendengar dari warga yang hadir disana, kalau bus itu adalah bus yang mengangkut anak panti untuk berwisata. Jadi bila ada mayat orang dewasa saja, aku rasa ini agak aneh. "
Dira juga mendengar hal itu. Dia juga mencurigai ada sabotase dari kejadian ini. Tapi siapa dalang dari kejadian ini. Lalu Dira menatap papanya. Dira tadi sempat mendengar papnya bilang kelompok perdagangan manusia. Apa mungkin mereka yang ada di balik kejadian ini.
" Pa... "
" Papa tidak tau akan hal yang kamu pikirkan itu Ra... tapi papa memang pernah mendengar tentang kelompok itu. Dan mereka juga berkerja sama dengan kelompok mafia. Jaringan mereka tidak pernah bisa di lacak. Dan mereka seperti kebal hukum. Tidak ada yang tau ini benar atau salah. Tapi dari setiap korbannya, selalu ada tanda seperti yang kamu lihat sebelumnya di bahu mereka. "
Dira langsung diam. Dia memikirkan hal ini dengan sangat serius. Dia yakin bila hal ini di biarkan begitu saja. Dan di anggap hanya kecelakaan biasa, sudah dapat di pastikan ada korban baru lagi nanti.
" Kita harus mencari tau apa di dalam bus itu benar ada anak anak atau bukan. Karena kita tidak bisa bertindak berdasarkan apa yang kita pikirkan saja.
__ADS_1