
Viki terus mendapatkan kembali ingatan masa lalunya bagaimana penghiatanan dia dulu sampai akhirnya munculkah sumpah yang di katakan oleh Fu ling untuk dirinya.
" Kau bahkan mencari aku sampai di kehidupan ini. Apa kau tidak merasa lelah terus mengejar aku? "
Suara Viki sudah berubah tidak lagi terdengar ketakutan tapi seperti orang yang menantang dira sekarang. Tatapan mata Viki juga mulai menajam dan sangat berbeda dengan dirinya sebelumnya.
" Aku memenuhi sumpah yang aku katakan. Kemanapun kau sampai kapanpun itu, aku akan membalaskan semua rasa sakit yang aku rasakan. Wuhan, kau adalah sumpah yang harus aku penuhi. "
Dira mengatunkan katananya dan berniat menebas Viki dan mengakhiri segalanya dengan cepat. Namun Viki bergerak dengan gesit dan dengan cepate menghindari serangan Dira. Hingga terjadilah pertempura yang sangat sengit di anatara Dira dan Viki.
Berbagai macam jurus di keluarkan oleh Dira dan masih bisa di tahan oleh Viki. Begitu juga dengan serangan Viki selalu bisa Dira tahan dan mereka bertarung dengan imbang.
__ADS_1
" Di kehidupan ini sekali lagi kau akan kalah Fu ling. Aku akan pastikan kau tidak akan menang melawan aku. "
Kepercayaan diri Viki sudah sangat tinggi dan itu di manfaatkam oleh Dira karena tau Viki pasti akan sedikit lengah saat dia percaya kalau dirinya akan menang.
Dengan perlahan Dira menambah kecepatannya dan melakukan penyerangan bertubi tubi pada Viki hingga akhirnya ujung pedangnya menggores leher Viki hingga terluka.
" Aakkkhh sial."
Dira mengayunkan lagi pedangnya sebelum Viki menjawab perkataan dirinya. Hingga kepala dan badan Viki tiba tiba terpisah menjadi dua bagian.
" Ini akhir hidup mu. Semua dendam yang aku rasakan untuk mu saat ini telah terbayarkan. Aku sudah tenang sekarang. Untuk masalah di kehidupan ini, bukan hal yang utama lagi untuk aku. "
__ADS_1
Dira memandang tubuh Viki yang sudah tidak bernyawa lagi tergeletak di tanah. Sedangkan anak buah Viki yang di ajak melakukan penyerangan semua berniat kabur tapi mereka sudah di tahan oleh Tolvar dan yang lainnya.
Mata Dira masih berwarna hitam pekat dan saat ini aura kejam yang ada di sekitarnya belum juga menghilang. Jadi mereka belum ada yang berani mengganggu Dira.
Tolvar dan yang lainnya segera membereskan sisa dari pertempuran mereka. Sedangkan Dira, dia pergi ke tebing di hutan itu dan duduk disana.
" Apa lagi yang aku akan lakukan di tempat ini? Semua sudah selesai dan sekarang tidak ada lagi yang harus aku lakukan lagi. Lantas untuk apa aku ada di tempat ini lagi? "
Dira seolah melupakan kalau dirinya bukan Fu ling lagi sekarang. Sudah ada kehidupan baru yang sedang dia jalani saat ini. Jadi dia masih agak bingung dengan keadaan sekarang. Sampai dia mendengar sebuah suara yang membuat dia sadar kalau ada orang yang menunggu dirinya sekarang.
" Fu Ling, apa kau akan pergi begitu saja saat semua selesai? Kau sudah aku titipkan kehidupan akun di dunia ini. Apa kau akan pergi begitu saja setelah urusan mu selesai? Lantas bagainana dengan orang yang sudah bersama dengan mu selama ini di kehidupan baru mu? Kau akan tinggalkan? "
__ADS_1