
Melihat pipi Dira yang memerah, membuat Albert menjadi gemas. Dia dengan sengaja mengelus pipi Dira dengan lembut dan mengangkat dagu Dira agar mata mereka bisa saling bertatap.
" Ra... Aku sudah bilang sebelumnya aku menyukai kamu. Yang aku maksud itu adalah cinta Ra.. Aku Albert Braham sangat mencintai kamu Ra."
" Tapi.. itu.. "
" Apa lagi? ini hanya mengenai kita. Jangan pikirkan yang lain. Aku tau awalnya kamu mau dekat dengan aku karena merasa kewajiban kamu untuk menjaga Yasmin. Dan kamu tau, itu yang membuat aku semakin mencintai kamu. Sifat kamu yang cuek tapi perhatian pada Yasmin membuat aku semakin terpesona. Kamu yang memang tidak berniat menggoda aku, akhirnya membuat aku tergoda dengan semua perlakuan kamu. Jadi Ra... aku sungguh sangat serius dalam hal ini. Apa kamu mau menerima duda ini menjadi pendamping kamu? "
Tubuh Dira memanas saat mendapatkan sentuhan sentuhan kecil dari Albert. Dia baru pertama kali merasakan hal itu. Saat dulu dia hidup sebagai Fu ling bahkan tidak pernah merasakan hal seperti ini. Hidupnya sangat datar dan terus mencari kekayaan saja.
Dan sekarang saat menjadi Dira juga sama. Dia bahakan tidak pernah berpikir sebelumnya untuk bisa menjalin hubungan seperti ini. Tapi saat bersama Albert, dia merasa sangat berbeda.
" A.. ak.. "
__ADS_1
" Aku mau kamu menjadi istri aku nanti di saat masalah ini selesai. Aku tidak tau kedepannya akan ada maslah lain atau tidak. Tapi aku ingin di saat itu kita sudah bersama dan menghadapi semua bersama. "
" Hem.. "
Dira hanya bisa menganggukan kepalanya saja saat semua ucapannya tidak bisa keluar dari bibirnya. Albert tersenyum dan menarik tangan Dira lebih kencang agar bisa memeluk tubuh Dira saat itu.
Dira kembali tegang saat di peluk oleh Albert. Pelukan yang berbeda dari yang biasa dia lakukan dengan Raka. Albert sudah 2x melakukan hal ini dan Dira masih saja kaget dan tubuhnya kaku. Tapi karena usapan lembut dari Albert saat ini, membuat tubuh Dira melemas dan melai merasa nyaman.
Tapi disaat mereka sedang saling memeluk begitu, Dira ingat akan sesuatu hal. Jadi Dira melepaskan pelukannya tiba tiba.
" Hemm.. aku sudah menyuruh anak buah aku untuk mencari informasi mengenai Tolvar dan aku sudah tau mengenai dirinya. Memang keluarga kerajaan itu tidak bisa kamu anggap sepele. Karena banyak ahli beladiri yang menjadi pengawal disana. "
" Itulah kenapa aku membutuhkan bantuan kamu sekarang. "
__ADS_1
" Kalau begitu panggil aku sayang dulu. "
" Apaan itu.. aku gak mau.. kalau gak bisa bantu ya sudah aku tidak apa".
" Aku hanya ingin kamu berlaku mesra pada aku apa salah? "
Dira malas meladeni sikap Albert yang sudah seperti ini. Albert terlihat kekanak kanakan sekarang. Tapi semua itu tidak merubah apapun yang Dira rasakan.
" Oke aku tidak bercanda lagi. Aku akan membatu kamu untuk membuat jebakan untuk mereka. Saat aku masuk tadi samar samar aku mencium bau bahan pelesak di tempat ini. Apa mereka membuat bom juga? "
" Ya.. mereka merancang bom di rumah ini. Tapi tidak di tempat ini. Ini tempat kerja aku. Dan bau itu berasal dari bubuk mesiu yang aku bawa kemari. "
" Kamu berencana menggunakan hal itu untuk menghalangi mereka mendekat? "
__ADS_1
" Hem... aku akan membuat mereka terbakar bila ingin masuk kedalam rumah ini nanti. "
Albert takjub dengan semua pemikiran Dira. Dia merasa memang menemukan orang yang memeng cocok dan bisa mengimbangi dirinya saat ini.