
Bryan yang awalnya menangis sesegukan dan terlihat menyedihkan itu seketika diam tak bersuara saat Dira menyiksa papanya.
Dia sangat kaget dengan apa yang di lakukan oleh Dira saat ini. Sampai sampai dia lupa akan tangisan kesedihannya. Saat mendengar teguran dari Dira dan tatapan tajam Dira, disana lah Bryan sadar kalau Dira tidak akan bisa dia permainkan.
Emosi yang di tunjukan Bryan sebelumnya memang berasal dari hati kecilnya. Tetapi saat memikirkan lagi bahwa Dira bisa dia tipu dengan segala aktingnya, dia ingin terlihat menyedihkan di depan Dira. Agar dia bisa di bebaskan oleh Dira nanti.
Tetapi sesuatu yang orang lain tidak ketahui adalah apa yang di pikirkan oleh Bryan itu sudah di baca duluan oleh Dira.
Jadi kalau saat ini Dira menargetkan dirinya untuk menjadi korban berikutnya, itu bukan lah hal yang mengagetkan lagi. Tapi yang berada di ruangan itu sama sekali tidak tau akan hal itu.
Dan hal itu membuat mereka semua kaget bukan main. Mereka baru memperhatikan bahwa Bryan sudah tidak menangis lagi. Dan Dira tanpa melihatnya bisa mengetahui kalau Bryan saat ini sudah tidak menabgis lagi. Melainkan sedang syok.
" Bryan, mau bermain dengan aku? "
Lagi lagi Dira bertanya dan dengan gugup Bryan menjawab hal itu.
" Ti... ti... tidak.. "
__ADS_1
" Kau tidak ingin bermain. Tetapi kau membuat drama di tempat ini. Tidakkah itu hal yang menjijikan? Apa kau berpikir aku akan mudah tertipu oleh air mata mu itu? Sayangnya tidak Bryan. Aku tidak akan dengan mudah kau tipu."
Dira mulai berjalan ke arah Bryan. Dan Bryan meringsut mundur kebelakang. Dia sangat takut dengan Dira saat ini. Dengan tubuh yang banyak bercak darahnya, Dira mendekati Bryan perlahan.
" Kenapa menjauh Bryan? Bukankah tadi kau ingin menikamati diriku ini? Kau ingin menyentuhku bukan? Kemarilah... kita bermain bersama. "
Bryan langsung menggelengkan kepalanya. Dia sangat menyesali sudah pernah berkata demikian kepada Dira. Dan berencana untuk menjadika Dira mainannya sebelum di habisi oleh papanya.
* jjleeb*
Karena Bryan terus mundur, Dira langsung menancapkan pisaunya di paha Bryan. Supaya dia berhenti mundur.
" Aku tidak suka lama bermain dengan kamu. Karena apa? aku tidak suka dengan seorang anak yang sering menyiksa ibunya."
Dengan sekali gelakan Diran langsung menancapkan pisau itu ke leher Bryan. Dan Bryan langsung meninggal.
Dira tau, kalau Bryan tidak ikut dalam masalah papanya. Cuma karena Bryan sering melakukan hal kotor seperti menyetubuhi anak panti asuhan, bermain gila dengan banyak wanita dan yang paling parah adalah Bryan memperlakukan ibunya seperti pembantunya sendiri.
__ADS_1
Tidak pernah ada rasa sayang Bryan pada ibunya. Bahkan baru tadi Bryan merasakan sakit di hatinya saat Dira mempermainkan emosinya tadi.
Lebih dari itu, Bryan tidak jauh berda dengan Fredi.
Mereka sama sama busuk dan tidak bertanggung jawab.
" Kalian pantas mendapatkan hal ini. Aku tidak pernah menyuruh kalian mencari masalah dengan aku. Tapi kalian malah datang sendiri dan mengajak aku bermain. Jadi jangan salahkan Ku dalam hal ini. "
Dira berkata begitu di dalam hatinya Dia hanya memandangi jasad yang ada di hadapannya dengan ekspresi datar.
" Kak, tolong bantua Mu.. aku ingin pulang saat ini. "
" Kamu mau di temani? Kamu itu terlihat sangat lelah "
" Hemm baiklah.. "
Dira akhirnya pergi ke Apartemen dengan Raka. Dan anak buah yang lainnya, membereskan kekacauan yang Dira lakukan sebelumnya.
__ADS_1