
Kehangatan waktu sarapan itu sangat membahagiakan untuk Yasmin. Dia tidak sadar kalau semalam itu adalah saat paling menegangkan untuk semua orang. Bahkan Yasmin belum tau kalau para penjaga dirumah itu saat ini sedang terluka parah.
Yasmin dengan semangat dia mengatakan segala kegiatan yang ingin dia lakukan besok. Sedangkan Dira, dia memberi kode pada Albert agar menintrogasi penyusup itu.
" Al.. apa kamu ingat ada pekerjaan yang tertunda? Kamu selesaikan itu dulu sebelum liburan kita nanti. Aku tidak mau liburan kita terganggu karena masalah yang tertunda. "
Albert paham akan apa yang Dira maksudkan. Jadi setelah selesai sarapan, dia pamit untuk berkerja pada Yasmin. Dan Yasmin akan bersama Dira untuk menyiapkan bekal untuk mereka besok.
" Yas, kamu mau bekal apa untuk besok? Makanan ringan maksudnya, bukan makanan berat. "
" Aku mau cookies, mau puding, mau cake, hemm apa lagi ya.."
Dira menggelengkan kepala saja saat meneengar semua makanan yang di sebutkan oleh Yasmin. Dira yakin semua makanan itu tidak akan di makan oleh Yasmin bila sudah bermain nanti di tempat itu. Jadi Dira mulai menyiapkan beberapa cookies saja untuk besok dia bawa. Sedangkan makanan yang lainnya akan dia buat untuk di makan di rumah saja.
__ADS_1
Albet yang ada di ruang tahanan dengan penyusup itu, dia melihat keadaan penyusupntersebut sudah babak belur.
" Bagaimana, apa dia mau bicara? "
" Dia tetapbm tutup mulut tuan"
" Hemmm baik lah.. Kemarikan alat kesayangan aku. "
" Siapa yang mengirim kau kemari. Cepat jawab. "
" Hhheeehh "
Penyusup itu masih menutup bibirnya hanya mengeluarkan cibiran saja untuk menanggapi perkataan Albert. Albert dia sangat kesal dengan hal ini. Jadi dia mulai menggores kulit rahang sampai dagu dari penyusup itu.
__ADS_1
" Aku tidak suka terlalu banyak bicara. Jadi cepat jawab sebelum aku berbuat lebih kejam lagi. "
Tapi semua siksaan yang di berikan Albert tidak membuat penyusup itu mau berbicara. Dia hanya berteriak kesakitan tanpa ada meminta ampun atau mengatakan hal yang lainnya. Jadi Albert merasa curiga akan hal ini.
Lantas dia memeriksa dengan teliti bagian tubuh dari penyusup itu, dan terdapat tanda seperti ada benda yang tertanam di balik kulit punggung penyusup itu. Dan Albert tau benda apa itu. Apalagi tanda yang ada di tubuh penyusup itu membuat dia sadar siapa yang sudah menyuruh pria itu datang ke rumah Dira.
" Cepat bawa dia pergi dari rumah ini. Dan lemparkan saja dia kejurang dan menjaug dari sana. Tubuhnya sudah di tanami bom yang akan meledak bila di mati. "
Semua yang ada di ruangan itu, tampak kaget karena perkataan Albert. Mereka mulai bergerak cepat membawa penyusup itu pergi dari rumah Dira. Hanya saja tatapan mata benci dari penyusup itu di lihat jelas oleh Albert.
" Bila kau sudah berani mendekat begini, aku yakin kau akan bergerak semakin cepat setelah mendapatkan pesan yang Dira buat di istana itu. Sekarang aku harus lebih waspada dengan serangan dari mafia itu. Jangan sampai Yas atau Dira menjadi korban dari mereka. "
Albert masih duduk di ruangan tersebut sambil berpikir bagaimana cara dia melindungi orang yang dirinya sayangi.
__ADS_1