
Albert kehilangan jejak Yasmin dan Dira. Hingga dia menghubungi anak buahnya untuk mencari dimana mereka berdua berada saat ini.
"Tempat ini sangat ramai dan luas. Kenapa mereka sangat ingin ketempat seperti ini. Apa Dira tidak sadar kalau dari tadi kita di ikuti oleh seseorang? Dasar mereka berdua ceroboh. Bila seperti ini apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa Dira juga ikut bersikap kekanak kanakan begini. Seharusnya dia bisa lebih peka kalau apa yang aku lakukan ini untuk kebaikan mereka. "
Albert belum sadar saja tingkah laku dia sangat menyebalkan. Hingga Dira dan Yasmin menjadi kesal dan memilih untuk pergi saja meninggalkan dirinya.
Di tempat Dira saat ini, dia terus memantau orang yang mengikuti dirinya tetapi tetap mengajak Yasmin bermain. Dia tidak perduli lagi dengan keberadaan Albert saat ini. Yang terpenting untuk dia adalah kebahagiaan Yasmin.
Untuk urusan orang yang mengenitai dirinya, akan dia bereskan nanti.
" Yas. apa kamu dengar aku? kamu tetaplah bermain dan tenang. Aku tau kamu juga menyadari sedari tadi kita di ikuti. Jadi sekarang saatnya kita bermain menangkap penjahat. Apa kamu setuju? "
" Oke kak.. aku memang udah sadar dari tadi kok."
"Bagus, Ayo kita mulai. Aku akan meninggakan kamu sebentar dan saat di mendekati kamu, kamu tahan napas. Aku tidak mau kamu di bius oleh orang itu. Saat nanti kamu di bawa, Baru aku akan menolong kamu. Kamu bisakan? "
__ADS_1
Dira sangat yakin Yasmin bisa melakukan semua itu karena dia sebelumnya juga adalah korban penculikan. Jadi Dira yakin Yasmi tidak akan takut untuk melakukan semua ini apalagi Dira sudah berada bersama dengan dirinya.
Yasmin menyetujui dan Dira benar benar pergi dari tempat tersebut. Dira yakin kalau ada orang lain lagi yang sedang bersama orang itu. Karena tidak mungkin dia menjalankan tugas sendirian.
" Halo Al.. "
" Kamu dimana? ad.. "
" Aku tau. Aku dan Yasmin baik baik saja. Hanya aku ingin kamu sekarang menangkap semua mata mata itu. Dan bawa ketempat kamu. Aku ingin tau siapa pengirim mereka. Aku akan berurusan dengan yang lagi satu ini. "
" Hem.. "
Dira mematikan sambungan telponnya dan dia mulai melihat dari jarak yang cukup jauh bagaimana keadaan Yasmin. Benar saja apa yang Dira katakan. Orang itu mendekati Yasmin dan dia ingin membius Yasmin menggunakan saputangan yang dia bawa.
" Aku harap kamu bisa melakukan apa yang aku minta tadi Yas. "
__ADS_1
Dira mulai mengikuti orang itu dan saat di tempat yang agak sepi, Dira langsung meminta Yasmin menggigit bahu dari orang itu dan melompat dari gendongan nya.
" Yas, gigit bahunya atau lehernya. Dan lompatlah dari gendongan dia sekarang. "
Yasmin melakukan hal itu. Dan saat orang itu kesakitan, Dira langsung menyerang dengan memukul dia sampai pingsan.
" Aku belum bertanya apapun. Tapi kenapa kau sudah pingsan saja? Dasar lemah. "
Yasmin mendekati Dira dan memegang tangan Dira. Dia melihat wajah orang itu dan melihat ada tato di leher belakang dekat telinga orang itu.
" Kak itu dia punya tato. "
Dira melihatnya dan mulai tersenyum. Dia lalu mengajak Yasmin pergi dari saja tanpa melakukan apapun pada orang itu.
" Kau sudah mulai bergerak rupanya.Itu berarti kita akan segera ketemu Wuhan. Aku tidak sabar untuk membalaskan rasa sakit aku yang dulu kau berikan. "
__ADS_1