
Dira benar benar memikirkan segala dari berbagai sisi. Dia cukup merasa beruntung karena sudah bisa bertemu dengan Sovian saat penyusupannya dengan Albert tempo lalu. Dia tidak menyangka kalau kelemahan Nicolas sendiri yang akan menghampiri dirinya.
Hanya saja, sampai saat ini Dira belum berani memikirkan menggunakan Sovian sebagai senjata utama miliknya. Karena dia tidak mau memperdaya orang lain untuk ke untungan pribadinya. Namun, bila sampai terjadi hal paling buruk nanti, dia harus mengeluarkan Sovian sebagai karu As yang dia punya dan itu pasti akan membuat Nicolas kalah telak.
" Kau mengincar kelemahan aku bukan? Tapi apa kau tau kalau kelemahan mu sendiri yang menyerahkan diri pada aku? Kau pasti akan mendapatkan balasan untuk semua perbuatan kamu nanti Nicolas. Jangan salahkan aku bila nanti kau di habisi oleh sepupu mu sendiri. Karena monster dalam dirinya akan segera aku aktifkan setelah aku mendapatkan lebih banyak bukti mengenai perbuatan kau pada orang tuanya dulu."
Dira memang menyimpan rencana ini untuk dirinya sendiri. Dia tidak memberitahu siapapun dan membiarkan mereka berpikir kalau rencana Dira hanya sebatas robot itu saja. Padahal robot itu, dia sengaja buat untuk melindungi Yasmin saja. Bukan untuk mengalahkan Nicolas atau Viki.
Dira terus memantau rekamanan yang dia simpan di tempat Nicolas dan sedikit banyaknya dia dapat mendengar apa saja yang di bicarakan oleh Nicolas dan Viki. Bahkan kode masuk ruangan tersembunyi yang Dira dan Albert inginkan dia sudah dapatkan.
" Sepertinya aku memang harus datang kembali kesana untuk menyelesaikan segalanya lagi. Tapi kali ini tidak akan bersama dengan Albert. Aku akan pergi sendiri kali ini. "
Dira sudah memutuskan hal itu. Hanya saja dia harus memastikan keamanan Yasmin dulu sebelum rencana dia itu di lakukan. Karena Albert saat inj masih sibuk dengan urusan perusahaannya bersama asistenya.
*Tok.. tok.. tok.. *
__ADS_1
" Mama.. ada di dalam? Aku mau masuk boleh? "
" Masuk saja Yas.. "
Dira yang ada di ruang kerjanya mempersilakan Yasmin masuk kesana karena dia merasa belakangan ini terlalu sibuk hingga jarang bisa bermain dengan Yasmin.
" Kenapa Yas.. "
" Hemmm.. itu.. "
" Sini.. mama pangku. Kamu mau apa? "
" Yas.. ada apa? "
" Chupa sepertinya sakit ma. Dia tidak mau makan. "
__ADS_1
Dira mengerutka keningnya karena setahu Dira Chupa baik baik saja. Bahkan Dira sempat mengecek kondisi Chupa kemarin. Semua normal saja.
" Mau kita cek bersama? "
Dira tidak mungkin buru buru pergi ke tempat Chupa saat Yasmi masih bermanja dengan dirinya seperti itu.
" Boleh tapi aku mau di gendong ya.. "
" Tentu tuan putri. Ayo kita berangkat ke tempat Chupa. Mama kemarin periksa Chupa dia baik baik saja. "
" Mungkin dia hamil. "
Dia menjadi semakin curiga akan hal itu. Bila sampai Chupa hamil, itu artinya dia tidak bisa membahayakan chupa dalam misi dirinya nanti.
" Apa itu menurut kamu mungkin Yas? "
__ADS_1
" Kenapa tidak ma? Chupa terus bersama Asha. Bukankah mama yang memberikan mereka ijin untuk bersama dan ingin mereka mempunyai keturunan. Nanti mama akan punya anakan dari harimau dan singa. "
Dira hanya menghembuskan napas berat saat ingat akan hal itu. Dia memang ingin peranakan tersebut tapi tidak secepat ini. Karena Dira masih ingin Chupa membantu dirinya dalam misi.