Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Tuan Putri yang Merajuk


__ADS_3

Albert di dalam mobil tidak ada lagi mengatakan apapun. Dia hanya mencerna segala yang Dira katakan padanya sedari tadi. Dia ingin jujur tapi seperti ada yang menahan dirinya.


Albert sadar, bila dia jujur pada Dira saat ini. Dia berarti sudah menyerahkan hidupnya pada Dira. Dan itu akan membuat Dira kesulitan nantinya. Karena dia tidak akan membiarkan Dira pergi dari sisinya lagi.


Dira bisa membuat dirinya merasa nyaman dalam waktu yang singkat. Walaupun awalnya Albert menolak dengan keras apa yang di inginkan putrinya. Tapi semakin lama, dia semakin terikat dengan Dira.


Dira tau kegundahan hati dari Albert. Dia juga tidak ingin bila terus terikat pada Albert. Tapi, saat melihat Albert yang sakit seperti sekarang ini. Membuat Dira tidak bisa berpangku tanangan saja. Mereka mempunyai kesamaan dan Dira rasa tidak akan buruk bila misalkan dia bersama Albert nanti.


Semua pemikiran itu membuat mereka dia. saja selama perjalanan. Dan tak terasa sudah sampai di rumah Albert. Dan dia di sambut oleh banyak penjaga di rumh itu.


" Aku risih dengan kehadiran mereka. "


Dira mengatakan hal itu dengan gumanan kecil. Tapi Albert mendengarnya. Dia lalu menatao Dira.


" Kamu capek? mari masuk. Dari kemarin kita belum istirahat. Dan hari ini juga akan berlalu lagi. Jangan risih ada aku. "

__ADS_1


Hanya perkataan simpel dari Albert kadang bisa membuat Dira nyaman dan merasa di lindungi. Dira keluar dari mobil dan baru saja melangkahkan kaki masuk kedalam rumah. Mereka di sambut dengan tatapan tajam dari Yasmin.


Yasmin seperti orang tua yang menunggu anaknya pulang dari bermain. Sangat lucu melihat tatapan Yasmin pada mereka. Tapi Dira tetap saja merasa Yasmin ingin mengeluarkan amarahnya.


" Daddy. kenapa daddy ikut dengan kakak pergi sedangkan aku di tinggal? kalian meninggalkan aku lama sekali. Apa kalian tidak ada menghawatirkan aku? "


Dira menatap Albert dan tersenyum padanya. Mereka merasa geli melihat tingkah Yasmin tersebut.


" Kalian tidak usah ketawa. Aku sedang marah ini."


" Aduuuhh tuan putri ini sedang marah rupanya. Tapi kami melakukan hal itu karna kami tidak mau kamu sampai terluka. Kamu lebih berharga dari apapun. Lagi pula kami kembali secepat mungkin untuk kamu sayang. Jangan ngambek lagi oke. Aku capek sekali saat ini. Bisakah kita istirahat sekarang? "


Yasmin mendapatkan pelukan hangan dari Dira seketika bahagia. Dia malah tidak mau melepaskan pelukan itu. Dia semakin mengeratkan pelukanya pada Dira saat ini. Sedangkan Albert, dia menunjukan wajah tidak sukanya saat melihat bagaimana Dira memperlakukan Yasmin dengan begitu lembut.


Dia merasa ada perasaan cemburu melihat hal itu. Tapi Albert berpikir itu dari sakit yang dia rasakan.

__ADS_1


" Kakak tidur sama aku ya... aku mau di pekuk saat tidur nanti. "


" Hemm... ayo masuk.. kamu sudah makan dan gosok gigi bukan? Aku sangat capek dan tidak mau melakukan apapu lagi. "


Dira berjalan menuju kamar Yasmin sambil berkata hal begitu pada Yasmin. Dan Yasmin mengatakan mereka memang hanya tinggal tidur saja. Tapi saat sampai di depan kamar Yasmin. Ternyata Albert juga mengikuti mereka.


" Kau... kenapa ikut kemari? "


" Aku juga terluka. aku perlu pengobatan kusus bukan? Jadi aku akan tidur bersama kalian. "


" Albert, aku tau kau terluka saat ini. Tapi jangan jadikan itu sebagi kesempataan untuk kau tidur bersama kami di kamar ini. Bila papa tau akan hal ini, aku yakin apapun yang kau jelaskan tidak akan merubah keputusan papa untuk menjauhlan aku dari kalian. "


Setelah mengucapakan hal itu, Dira langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintunya dengan keras.


Albert di luar kamar hanya bisa menggaruk kepalanya saja saat mendengar jawaban Dira.

__ADS_1


" Aku bahkan belum mengatakan akan mau di obati oleh dia. Tapi kenapa dia sudah tidak peduli lagi? Semua perhatian dia hanya pada Yasmin saja. Aku menyesal harus pulang cepat bila tau akan hal ini. "


__ADS_2