
A ying menyuruh Dira ke kamar nya saja dan membuat obat itu besok. Karena hari ini sudah mau malam dan sudah saatnya makan malam.
Jadi Dira di suruh untuk mandi dan bersiap untuk makan.
Di dalam kamar, bukannya langsung mandi, Dira malah melihat lihat buku di rak nya. Dia sedang mencari metode pongobatan apa saja yang ada di sana.
Dira menemukan ada 3 macam buku. akupuntur, bedah, dan tradisional. selain itu dia juga menemukan buku ramuan. Semua buku itu dia kumpulkan dan nanti akan dia baca.
Selesai dengan acara mandi dan berdandannya Dira datang ke meja makan dan sudah terlihat A ying sedang menunggu dia disana.
" Kak,,, kakak sudah nunggu aku ternyata. "
" hemm,,, kenapa lama sekali? "
" ooo tadi aku sedang melihat buku yang berguna untuk pengobatan. dan aku sudah menyisihkannya. Jadi nanti tinggal di pelajari lagi"
" jadi kamu sudah tidak tertari bisnis lagi? atau hal yang berhubungan dengan diri kamu sebelumnya. "
" bukan begitu sih kak, aku masih suka hal itu, tapi aku juga ingin menambah wawasan untuk mempelajari hal baru. Dan tidak tau kenapa saat aku bersama Chupa aku tidak bisa mengabaikan kesehatannya. Aku tidak mau sendirian lagi. Seperti halnya yang di rasakan Chupa sebelum bertemu kakak. "
A ying tau Dira anak yang baik, dan dia juga tulus. Jadi semua pertanyaan tadi hanya untuk menguji apa dia ingin jujur atau tidak. Ternyata dia jujur dan tidak ada yang di tutupi oleh Dira saat bersama dengan dirinya.
__ADS_1
Mereka melanjutkan makan dengan tenang tapi setelah selesai makan, Dira tiba tiba teringat akan Chupa.
" Kak... chupa dimana? kenapa dia tidak kelihatan? "
" dia pasti di belakang. dia tidak akan masuk kalau aku tidak memanggil dia. "
" kak setelah ini aku akan melihat dia dulu sebelum membuat obat untuknya. "
" lakukan saja apa yang kamu mau Dira. "
" trimakasi kak. "
" Chupa.... chupa... "
Dira memanggil manggil chupa tapi dia tidak kunjung datang. Dira pikir kalau chupa masih marah kepadanya. Jadi Dira mencari sendiri chupa dimana di taman itu.
Saat melewati pohon besar Dira mendengar seperti geraman kesakitan di sebelah pohon.
" Chupa... astaga... kamu kenapa?? chupa... hei.... hei.... chupa ... sadar..."
Karena badan chupa yang besar Dira tidak bisa mengangkatnya. jadi dia mencoba memeriksa keadaan chupa dulu disana.
__ADS_1
" Kamu harus selamat... aku tidak akan membiarkan kamu kenapa kenapa. "
Dira sambil memeriksa keadaan chupa terus bergumam begitu. Sedangkan binatang itu melihat Dira saja dengan mata yang hampir tertutup.
Setelah Dira tau apa yang harus dia lakukan, dia berlari ke dalam rumah dan menghebohkan rumah itu....
" Kakak.... kakak.... tolong aku kak.... tolong... "
A ying yang mendengar teriakan Dira segera berlari menemui Dira, terlihat pakaian Dira banyak darah dan Dira sibuk dengan kegiatannya mencari barang.
" Dira.. apa yang terjadi? kenapa kamu berdarah? "
" kak nanti aku jelaskan sekarang tolong carikan aku jarum dan bawa pemantik serta lilin. Kita harus menyelamatkan Chupa. "
A ying akhirnya tau, kalau yang membuat Dira seperti sekarang adalah chupa. dan bisa di pastikan darah itu juga darah chupa.
Jadi A ying dia bergegas mengambil apa yang Dira minta dan mengikuti Dira ke halaman belakang. A ying melihat kalau Chupa sudah sekarat disana.
" Chupa. " A ying tidak bisa berkata apapun lagi saat melihat chupa. Dia hanya diam tidak bergerak.
Sedangkan Dira dia mulai mempersiapkan segalanya. Mulai dia membuat obat dari tumbuhan obat yang dia cari tadi dan mulai memanaskan air untuk membersihkan darah Chupa.
__ADS_1