
Sepanjang hari yang di lakukan oleh Dira, Albert dan Yasmin hanya bercanda bertiga. Mereka menikmati waktu bersama tanpa ada yang mengganggu. Bahkan nyonya Bulan tidak ingin mengacaukan kebahagiaan mereka bertiga dengan ikut bergabung bersama mereka.
Nyonya Bulan hanya melihat bagaimana mereka bermain bersama dan terlihat tanpa beban. Padahal apa yang di ceritakan oleh Dira pada mereka tadi itu terdengar sangat berat olehnya. Tapi ternyata mereka sama sekali tidak terpengaruh.
" Apa masalah yang di hadapi oleh Diea tidaklah berat? Kenapa dia terlihat sangat santai? "
" Itu karena dia sangat pandai menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Kamu harus tau, Dira itu, bukan orang yang akan mau membuka segala kecemasan yang dia rasa pada orang lain. Saat ini aku malah berpikir kalau Dira belum mengatakan semuanya pada kita tadi. Cara dia bercerita terlihat jelas di mata aku ada kekawatiran yang besar disana. Jadi bila saat ini dia bisa tertawa, itu adalah topengnya."
Angga tiba tiba bicara di sebelah nyonya Bulan dan membuat dirinya kaget. Nyonya Bulan sadar kalau dirinya belum lama mengenal Dira. Sebab itu juga dia belum tau bagaimana sifat d
Dira sebenarnya. Dia hanya merasa segan pada Dira karena Dira menyelamatkan dan mengobati dirinya dulu.
" Aku perlu banyak memahami Dira sepertinya. "
__ADS_1
" Kamu hanya perlu mendekatkan diri lagi padanya. Karena dari awal Dira mengajak kamu datang ke tempat dirinya, dia selalu memprioritaskan kamu. "
Nyonya Bulan sadar hal itu. Dia masih ingat bagaimana dirinya sangat tergantung pada Dira. Sampai akhirnya dia bisa sembuh dan kembali memulai kebidupan barunya lagi.
" Aku akan berusaha mendekati Dira lagi. "
Angga menganggukan kepalanya dan mengajak nyonya Bulan pergi dari sana dan menuju ruang kerjanya.
Hari berganti menjadi malam dan Dira sedang bersiap untuk pergi ke markas Nicolas. Dia belum memberitahu Albert kalau dia akan pergi malam ini juga. Tapi ternyata semua pergerakan Dira, Albert sudah ketahui. Jadi saat Dira bersiap siap, Albert masuk kedalam kamar Dira.
" Al kamu? "
" Kamu pikir dengan tidak memberitahu aku kapan kamu ketempat itu, aku tidak akan tau rencana kamu? Aku sudah bilang akan ikut dengan kamu kemanapun kamu pergi. "
__ADS_1
" Baiklah..Ayo.. "
Saat mereka akan pergi, Dira ingat sesuatu hal. Jadi dia menarik tangan Albert lagi yang hampir membuka pintu kamarnya.
" Al.. Kita tidak bisa lewat pintu untuk keluarnya. Kita harus lewat jendela. Karena aku tidak mau ada yang sampai melihat kita pergi berdua malam ini. "
Albert menganggukan kepalanya dan berjalan menuju jendela kamar Dira. Mereka dengan mudah menyelinap keluar dengan kealhian mereka berdua. Saat sampai di luar rumah Angga, Albert ingin menghubungi anak buahnya agar menyiapkan mobil untuk mereka. Tapi di cegah oleh Dira.
" Kamu mau apa? Bila mau menghubungi orang mengenai kendaraan, aku rasa tidak perlu. Aku sudah menyiapkan semuanya. Tadi sore aku menaruh mobil dekat sini. Ayo kita pergi sekarang."
Dira dan Albert menuju markas Nicolas. Saat sampai, Dira melihat banguan itu sangat besar dan sangat kokoh. Mirip seperti benteng tinggi.
" Al.. sejujurnya aku belum tau denah tempat ini. Jadi nanti kita berjalan mengandalkan insting saja. Aku tidak menyangka kalau Nicolas mempunyai markas yang sangat mencolok "
__ADS_1
" Kita akan masuk bersama dan jangan berpisah. Dengan begitu aku akan merasa lebih aman. "
Dira menganggukan kepalanya untuk menanggapi perkataan Albert.