
Pertempuran yang awalnya aman untuk Tolvar dan yang lainnya, menjadi tidak terkendali saat sedikit demi sedikit musuh mereka bertambah. Ini yang tidak di perhitungkan oleh Tolvar sebelumnya. Dia hanya berpikir musuhnya hanya sejumlah yang datang di awal saja. Dia tidak berpikir kalau akan ada yang masih bersembunyi dan memberikan umpan saja di awal.
Dan hal itu membuat mereka mulai kawatir. Karena keadaan mereka saat ini sedang terdesak. Jebakan yang Dira siapkan itu semua sudah di pakai oleh mereka dan saat ini mereka hanya bisa melawan langsung saja.
" Kenapa jadi begini? Aku salah perhitungan kalau begini. Aku sama sekali tidak bisa membaca pergerakan lawan. "
Tolvar ikut turun tangan dan ikut bertarung di bawah. Orang suruhan itu memang sengaja menggunakan teknik ini agar mereka bisa mengetahui keberadaan Tolvar di tempat itu. Dan ternyata memang dugaan mereka benar. Tolvar ada di rumah itu. Jadi mereka segera melakukan perlawanan lebih agar bisa membawa Tolvar pergi dari rumah tersebut.
" Cepat habisi semua yang ada di tempat ini. Jangan biarkan ada yang lolos. Kita harus bisa membawa penghianat itu kembali ke istana. "
__ADS_1
" Baik panglima. "
Mereka semakin mendesak Tolvar dan yang lainnya di tempat itu. Bahkan Chupa dan Asa kewalahan karena yang mereka hadapi saat ini adalah orang orang yang punya kecepatan sangat cepat. Mereka menyerang seperti bayangan dan tidak terlihat.
" Aku merasa ini tidak akan berhasil. Kita harus menyerahkan diri. Kalau tidak akan semakin banyak orang yang mereka bunuh. "
Bisa jadi nanti musuh itu tidak mau melepaskan semua yang ada di tempat pertarungan karena menganggap sebagai ancaman untuk mereka. Jadi sebisa mungkin mereka akan melawan sampai akhir. Dan tidak membahayakan nona kecil mereka yang ada di dalam.
" Dengar tuan. Saya tau anda di berikan tanggung jawab untuk memimpin malam ini. Tapi bila anda berpendapat seperti itu, saya tidak akan mengikutinya. Saya akan tetap melawan dan bertanggung jawab untuk keselamatan nona kecil kami. Bila kita menyerah sekarang belum tentu mereka mengampuni yang lainnya. Anda harus bisa memikirkan hal seperti itu di saat begini tuan"
__ADS_1
Kata kata dari anak buah Albert sangat mengena di hati Tolvar. Dia merasa kalau belum pantas memimpin saat ini. Dia hampir saja menyerah dan membahayakan nyawa nona kecilnya. Tanggung jawab besar yang di berikan Dira padanya.
" Aku memang bodoh. Aku hampir mengecewakan Dira. Aku tidak akan menyerah saat ini. Sampai akhir aku akan melawan mereka semua. "
Tekad Tolvar sudah bulat. Dan semangat yang dia rasakan juga kembali muncul setelah mendengar perkataan itu. Jadi saat ini dia kembali bertarung dengan seluruh kemampuan yang dia punya.
" Sebaiknya anda menyerah panggeran. Kondisi yang anda hadapi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk anda melanjutkan pertarungan. Bisa anda lihat semua anak buah yang anda pimpin tidak ada yang bisa melawan kami. Jadi sebaiknya anda ikut dengan saya baik baik"
" Kau pikir aku akan mengikuti mu? Tidak akan. Aku siap mati di tempat ini bila memang harus seperti itu. Jangan meremehkan kami dan menganggap kami begitu lemah untuk bisa melawan pengawal kerajaan seperti kalian"
__ADS_1