
Dalam perjalanan Alvin sesekali melihat Dira yang duduk di sebelahnya. Dia merasa sangat senang bisa pergi dengan Dira dan bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan dirinya.
" Vin... lihat kedepan. Aku tidak mau mati konyol karena ulah kamu yang seperti ini. "
Teguran Dira membuat Alvin melihat kedepan dan fokus mengemudi lagi. Dia masih penasaran kemana Dira akan pergi saat ini dan apa yang akan Dira lakukan.
" Ra... boleh aku bertanya? "
" Hemm... "
" Kamu akan kemana dan menemui siapa? "
__ADS_1
" Bukankah kamu ikut dengan aku. Nanti juga kamu akan tau. "
Alvin merasa bodoh sudah bertanya begitu. Dia harusnya tau kalau Dira tidak suka berbasa basi dengan orang lain.
" Makasud aku... "
" Vin, sebelum kamu sibuk mengurusi urusan aku, sudahkah kamu memikirkan cara membalas keluarga kamu? Jangan bilang kau melupakannya lagi? Sudah berapa kali harus aku ingtkan kamu soal ini? "
Alvin diam lagi dia juga bingunb harus bagaimana. Dia hanya ingin berada di dekat Dira dan ingin selalu mengikuti apa yang Dira lakukan.
Hanya saja, Dira tidak pernah menanggapi apa yang dia rasa. Malah Dira terkesan cuek dan selalu menganggap dirinya hanya teman saja.
__ADS_1
" Vin... jangan segalanya kamu tergantung pada aku. Jangan menganggap aku tidak pernah peka kepada kamu. Aku hanya mau kamu lebih kuat lagi kedepannya. Karena aku sudah anggap kamu saudara aku. Hanya antara kamu dan kak Raka memang berbeda posisi. Kalian sama berartinya. Tapi jangan pernah menginginkan lebih. Aku tidak pernah mengingikan hal yang lebih saat ini. "
Perkataan Dira menyadarkan Alvin kalau selama ini Dira tau akan perasaannya pada Dira. Tapi Dira tidak pernah menanggapi karena merasa itu tidak penting untuknya. Alvin sadar dia memang tidak layak untuk di sandingkan dengan Dira. Karena cara berpikir Dira saja Alvin tidak memahaminya.
Dira tau apa saja yang Alvin pikirkan selama perjalanan itu. Tapi dia memilih untuk mengabaikan dan lebih baik memejamkan mata selama di perjalanan.
Alvin yang melihat Dira tidur, dia bingung nanti akan membawa Dira kemana. Karena Dira belum meberikan alamat pada dirinya.
Jalanan masih lurus dan masih menuju kota seperti yang Dira minta sebelumnya. Tapi setelah itu, dia tidak tau lagi. Jadi, selama belum sampai di kota, Alvin membirkan Dira tidur dulu.
Selama Dira menutup mata dia memikirkan mengenai A Ying dan Yasmin. Dia sangat tidak menyangka kalau A Ying akan menitipkan anaknya pada dirinya. Dan bahkan sudah meberitahu akan hal itu pada Yasmin.
__ADS_1
" Kak, apa yang sebenarnya kakak mau kak? apa yang kakak rencanakan dengan mempertemukan aku dengan anak kakak? Dan kapan kakak menikah? kenapa hal ini kakak tidak ceritakan pada aku. Aku harus bagaimana menghadapi suami kakak nanti? Aku akan berusaha membantu dia agar tidak terlibat dalam masalah yang sedang terjadi ini. Jangan menambah beban aku lagi kak. Aku sudah sangat lelah dengan tanggung jawab yang ada saat ini. Semua seolah bergantung pada aku. Dan aku tergantung pada siapa nanti? "
Dira akan datang ke kota untuk mengingatkan daddy nya Yasmin mengenai Yasmin dan masalah yang sedang di hadapi Yasmin. Dira tidak mau terlalu banyak menanggung beban lagi. Jadi dengan Yasmin di jaga ketat oleh daddynya, Dira berharap semua akan baik baik saja.