Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Aku Tidak Suka Terlalu Lama Bermain


__ADS_3

Nicolas menatap nyalang Dira yang saat ini sedang menatap dirinya juga. Dia harus lebih waspada pada Dira saat ini.


" Aku terlalu meremehkan kau nona. Baiklah aku akan serius saat ini. "


Dira mengangkat sebelah bibirnya dan itu membentuk senyum mencibir dari Dira untuk Nicolas. Dia dari awal sudah bilang kalau dirinya tidak akan memberikan ampun pada Nicolas. Itu artinya dia tidak main main lagi dalam tindakannya.


" Kau terlalu banyak bicara. Aku tidak suka bermain terlalu lama. Kita akhiri dengan cepat. Aku ada urusan lain setelah ini. "


Dira langsung menyerang Nicolas dengan cepat dan Nicolas bisa menghindari beberapa gerakan Dira. Namun karena Dira terus mendesak Nicolas, akhirnya Nicolas dapat di lumpuhkan oleh Dira dengan mudah.


" Kau cukup kuat juga ternyata. Selama ini belum ada yang bisa menghindari serangan aku tadi. Namun kau ternyata bisa menghindar walau beberapa gerakan saja. Kau memang pantas menjadi pemimpin mereka Nicolas. Hanya saja kau salah mencari musuh. "


Dira berdiri di hadapan Nicolas dan menginjak kakinya dengan keras hingga terdengar suara patah dari kaki itu.


* Aaakkkkhhh*

__ADS_1


" Kau menjerit? Apa kau sama pecundangnya dengan Viki teman mu itu? Haahh aku salah berkata begini. Kau pasti sama dengan dirinya. Karena kalian berkerja sama dengan baik. Namun untuk Hansan, aku pikir dia tidak sebaik kalian berdua. Karena aku yakin saat ini dia sudah di bereskan oleh anak buah ku. "


Nicolas tidak terima di hina habis habisan oleh Dira. Dia ingin menghadapi Dira lagi namun kakinya masih teramat sangat sakit setelah di patahkan oleh Dira.


" Kau wanita gila"


" Kau sudah tau aku wanita gila, tapi kau tetap saja mencari masalah kepada aku. Kau tau sangat menyebalkan berurusan dengan kalian. "


Dira kembali menginjak bahu Nicolas dan mematahkan bahu itu. Dia benar benar tidak mau berlama lama untuk bermain dengan Nicolas karena berjanji akan membawa Yasmin ke rumah Angga saat pagi menjelang.


" Apa kau ingin menghabisinya Sovian? Atau kau membiarkan aku melakukannya saat ini? "


Sovian tidak bisa mengatakan apapun. Dia ingin menghabisi Nicolas dengan tangannya sendiri tapi tenaganya masih belum pulih saat ini.


" Sepertinya kau membiarkan aku melakukannya karena kau sendiri tidak mampu. Jadi kau bisa saksikan saja semua saat ini dengan baik. "

__ADS_1


Dira mulai mengeluarkan pisau dari sakunya dan melemparkannya pada Sovian. Dia tidak jadi mengambil apa yang seharusnya bukan miliknya. Dia hanya harus memastikan Nicolas tidak bisa melawan lagi saat Sovian menghabisi dirinya.


* Akkkhhh*


" Kau wanita gila.. cepat bunuh aku bila itu yang kau inginkan."


Nicolas tidak tahan dengan apa yang dia dapatkan dari Dira. Jadi dia lebih memilih mendapatkan kematian dengan cepat daripada satu persatu anggota tubuhnya di patahkan oleh Dira.


Sovian yang melihat pisau di depan matanya merasa bingung dengan maksud dari Dira saat ini.


" Aku hanya akan mematahkan beberapa bagian tubuhnya setelah itu urusan kau saja. Aku tidak akan ikut campur lagi untuk hal ini. Setidaknya kau bisa membalaskan rasa sakit yang kau rasakan selama ini padanya. "


Sovian tidak percaya kalau Dira akan membiarkan dirinya ikut mengambil alih hal tersebut. Walau tubuhnya penuh luka, dia tetap berusaha bergerak dan melakukan apa yang dia mau dari awal.


Dira melihat hal itu melangkah mundur dan membiarkan Sovian mengambil alih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2