
Dira tetap latihan seperti biasa dan lebih banyak belajar berbagai hal. Dia tidak mau A ying meninggalkannya dalam keadaan cemas. Dira tau, cepat atau lambat dia memang harus berpisah dengan A ying. Dan dia tidak bisa menentang hukum alam. Dira tidak mungkin menentang yang sudah menciptakan dunia ini. Jadi Dira belajar untuk menerima.
Dira memperkuat perusahaan yang dia bangun untuk pijakannya nanti dan segala sesuati yang di butuhkan dia siapkan dari awal. A ying melihat perubahan Dira yang sudah mulai berpikkr jernih akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat Dira sesak nafas.
" Dira... ada yang ingin aku sampaikan kepada kamu. ini mengenai diri aku yang akan pergi. "
Dira yang mendengar hal itu, merasa tidak nyaman dan segera menyudahi latihannya.
"Kak, apa yang ingin kakak bilang? jangan beri aku kabar buruk. "
" Kamu harus tau, kalau pemilik tubuh yang asli ini sedang di incar oleh orang jahat. kamu bukan hanya akan menghadapi musuh lama kamu saja. tapi banyak hal soal pemilik tubuh yang belum kamu ketahui. "
" Mengenai hal itu, aku tau kak... saat ini ada yang mengincar aku dan sedang bersekongkol dengan orang tua angkat ku. aku tau itu dari pikiran kakak."
__ADS_1
"Hooohhh ternyata kamu juga bisa membaca pikiran. aku tidak menyangka perubahan kamu begitu besar. "
" Ini milik Dira kak, ini berkat yang dia miliki sejak lahir. tapi dia tidak menyadarinya. dan berpikir dia berhalusinasi. "
" Kelola dengan baik kalau begitu. kamu harus berdamai dengan tubuh Dira ini. ingat kamu bukan Fu ling lagi. "
" Aku paham kak... sadar aku bukan diri aku lagi saat ini. Aku harus memulai hidup baru dengan kenangan lama. "
" Kamu tau, karisma kamu tidak hilang sedikitpun saat kamu mengintrupsi seseorang. Kamu luar biasa dengan diri kamu sebelumnya. Hanya kamu terlalu sadis. "
" Baguslah kalau kamu paham. Jangan mencuri perhatian orang kalau kamu tidak mau repot nantinya. "
Dira dan A ying membicarakan berbagai hal. Dan melewati hari mereka dengan tenang. Sampai A ying mengatakan kalau Dira sudah bisa pergi ke kota saat ini. Dira langsung kaget dan merasa sulit bernapas.
__ADS_1
" Jadi dari tadi kakak ngajak aku bicara ini untuk menyamlaikan kabar ini pada aku? Kak, kenapa sangat cepat?"
" Kamu sudah tau dari awal hal itu dan kamu juga sudah mempersiapkan diri kamu. Apalagi yang kamu mau haa? "
" Baiklah. Ijinkan aku memberi penghormatan terakhir pada kakak kalau begitu. "
" Aku tidak akan meninggalkan tubuh kasar saat pergi Dira. Karena pada hakikatnya tubuh aku sudah tidak ada lagi. Tapi karena kutukan itu, membuat aku begini. "
" Terus aku harus apa?"
A ying cuma tersenyum dan ingin meninggalkan Dira. Tapi di cegah olehnya. Dira mengatakan untuk terakhir kalinya dia ingin tidur dengan A ying malam nanti.
Malam harinya memang Dira tidur dengan A ying, tapi tanpa Dira tau, A ying akan pergi juga malam tersebut. A ying menitipkan ingatan mengenai hal yang dia tau pada Dira dan chupa agar bisa berjaga jaga. Setelah itu dia langsung menghilang seperti tidak pernah ada.
__ADS_1
Dira pagi harinya bangun dan sudah tidak dapat melihat A ying lagi. Dira langsung belari dan menacri A ying di segala sisi kastil. Dan dia tidak bisa menemukannya. Sampai akhirnya dia sadar A ying sudh pergi.
" Kak.... "