
Albert yang memang memiliki kewaspadaan sendiri tentang sekitarnya dia langsung tau kalau ada yang ingin menyerang Dira. Tapi saat dia ingin menyelamatkan Dira, orang yang ingin menembak Dira tadi langsung tergeletak tak bernyawa.
Albert dan yang lainnya yang berada di sana semua kaget dengan apa yang terjadi. Terutama Mayang. Dia mulai waspada akan sekitarnya. Dia pikir Dira sudah membawa banyak orang untuk datang kesana saat ini.
Sedangkan Dira dia melihat Mayang yang kebingungan dengan senyum lebar.
" Kau tidak usah melihat seperti itu. Aku datang kemari hanya bertiga saja. Jadi tidak usah cemas wanita tua. Aku belum ingin terburu buru bermain dengan mu. Aku hanya ingin tau dulu kenapa kau begitu mengincat Alvin saat ini? Bukankah dia tidak ada menyerang kau sebelumnya? "
Alvin menatap Mayang dengan sangat marah. Karena dia merasa di permalukan di depan Dira saat ini. Alvin yang ingin terlihat kuat oleh Dira malah saat ini terlihat sangat lemah.
" Haahahaha.. kau tidak tau apa apa anak kecil. Kau tidak tau betapa merepotkannya mereka untuk aku selama ini. Jadi jangan ikut campur mengenai masalah ini lagi. Dan pikirkan nyawa kau saja sekarang. "
__ADS_1
Dira melihat Alvin yang menahan marahnya yang sangat besar pada Mayang jadi dia sengaja memancing emosi Alvin lebih besar lagi. Dia ingin Alvin siap untuk menghadapi apapun yang akan terjadi nantinya.
Dira saat menyuruh nyonya Bulan menutup mata, itu hanya kamuflase untuk mengalihkan perhatian orang disana agar dia bisa mengambil jarum di sakunya. Dan saat anak buah Mayang itu ingin menembak dia, Dira langung melemparkan jarum pada orang itu dan membuat dia mati seketika. Sedangkan hal yang sama juga dia lakukan pada Nyonya Bulan. Hanya bedanya yang di lempar Dira adalah jarum yang berisi obat tidur di ujungnya.
Jadi Nyonya Bulan hanya tertidur saja sedangkan anak buah Mayang mati seketika. Albert melihat gerak gerik Dira yang telihat sangat santai tapi seperti mengatur rencana saat ini. Dia tidak dapat melihat Dira menyembunyikan jarum di tangannya karena Dira sedang menyilangkan tangannya di depan dada saat ini.
" Apa yang kau inginkan dari Alvin dan ibunya lagi? Bukankah kau sudah mendapatkan semua yang kau mau dari mereka? Mereka bahkan tidak ada membawa apapun saat keluar dari rumah itu. "
Sedangkan Albert dan Tolvar, merka masih bertarung dengan yang lainnya. Bahkan Albert sudah menembak beberapa orang disana. Sedangkan Dira, dengan pelan tapi pasti langkahnya mendekati Mayang.
Mayang cukup kaget dengan tindakan Dira ini. Dia tidak menyangka kalau gadis kecil di hadapan dirinya ternyata sangat panadai dalam beladiri.
__ADS_1
Bahkan Dira tanpa ragu sudah mengalahkan anak buahnya yang sangat terlatih.
" Aku sudah mengatakan tadi. Jangan terburu buru dalam permainan ini. Tapi kau selalu saja ingin bermain licik. Aku masih ingin bertanya jadi jawab yang benar sebelum kesabaran aku habis. "
Dengan gemetar Mayang masih mencoba melawan Dira. Dia tidak terima Dira menekan dirinya seperti itu. Tidak pernah ada yang bisa mengalahkannya selama ini. Jadi di tidak mau tunduk pada Dira.
" Kau... tidak seharusnya ikut campur. "
Dira sudah sangat kesal langsung mencengram rahang Mayang dan membuat dirinya terduduk di hadapan Dira.
" Jelaskan apa yang membuat kau begitu ingin menghabisi Alvin dan ibunya pada ku. "
__ADS_1