
Dira mendudukan Yasmin di kursi dekat dapur karena Yasmin ingin melihat Dira memasak. Jadi dengan begitu, Yasmin bisa melihat Dira memasak tanpa mengganggu Dira.
" Kakak.. aku gak suka dengan sayur... "
" Kenapa? sayur sehat loh.. "
" Rasanya gak enak.. "
" Kamu coba dulu nanti masakan kakak ini. Bila kamu gak suka, kamu boleh gx makan sayur. "
Yasmin hanya mengerucutkan bibirnya tanda dia protes. Tapi Dira menanggapinya dengan senyuman. Saat makanan selesai Dira buat, dia menyajikanya di meja makan.
Di meja makan sudah ada bubur Ayam yang di campur dengan berbagai macam sayuran yang baik untuk kesehatan Yasmin.
Di dalam bubur itu juga Dira menambahkan bahan herbal untuk menurunkan panas badan Yasmin. Jadi Yasmin bisa lebih cepat pulih.
__ADS_1
" Yas, sini makan dulu. Kamu masih sakit jadi kakak akan supi kamu. Jadi sini.. aaaa... "
Dira menyuapi Yasmin pelan pelan dan semua bubur itu habis di makan Yasmin. Yasmin yang mengatakan tidak mau makan sayur malah menghabiskan bubur tanpa sisa.
" Kakak.. buburnya sangat enak... boleh nambak lagi? "
" Jangan.. ini kamu makan sudah banyak... besok kalau kamu sudah merasa baikan, Dan badan gak panas lagi, besok kamu bisa makan masakan kakak lagi. Kakak sudah buat ayam ungkep. Itu tinggal di goreng nanti oleh bibik. Ada juga kue yang tadi kakak buat. Kalau kamu sudah sembuh, kamu bisa makan itu semua. Tapi bila belum, kamu tidak boleh memakan semua itu dan biar bibik saja yang makan semuanya. "
Yasmin yang mendengar hal itu langsung melihat bibiknya yang sedang membereskan dapur. Dia menatap tajam bibik itu dan yang di tatap hanya menunduk takut.
" Yas... gak baik kamu melihat bibik begitu. Kakak hanya bercanda. Setelah kamu sehat, baru kamu bisa makan makanan yang kakak sediakan. Tapi bila kamu melanggar, kakak sama sekali tidak akan mau menemui Yasmin lagi. "
" Aku janji akan patuh. Tapi kakak tetap main kemari ya... Yas mohon.. "
Tatapan mata Yasmin yang seperti kucing kecil itu membuat Dira tidak bisa melawan apa yang Yasmin mau. Dira tau dia sudah kalah oleh anak kecil ini. Tapi mau bagaimana lagi. Memang rasa sayang Dira untuk Yasmin tidak bisa dia jabarkan dengan kata kata. Sayang itu muncul begitu saja fi hati Dira saat ini.
__ADS_1
Saat hari sudah mulai malam, dan Yasmin sudah tertidur, Dira lalu pergi dari rumah itu. Dia tidak mau lebih lama lagi ada disana dan akan bertemu dengan Albert. Jadi secepat mungkin Dira pergi.
Saat baru saja Dira pergi, Albert mulai masuk halaman rumahnya. Dan di sambut oleh bibik disna yang masih ada di luar setelah mengantar Dira pergi tadi.
" Kenapa di luar bi? "
" Saya habis mengantar tamu nona Yasmin tadi tuan"
" Siapa? "
" Nona Dira. Dia sudah menemani nona Yasmin dari tadi dan memasak juga untuk nona Yasmin. Sekarang nona sudah tertidur di dalam kamarnya. Sepertinya deman nona juga sudah membaik. "
Albert tidak menjawab. Dia sedang berpikur tentang Dira. Dia ternyata salah sangka lagi kepada wanita itu. Dia tidak menyangka kalau Dira akan datang kerumahnya untuk menemui Yasmin.
" Apa setelah aku memberitahu dia di restoran tadi pagi itu, dia langsung datang kerumah? Kalau begitu, seharusnya aku pulang juga tadi. Tapi kenapa dia tidak ada mengataka apapun pada aku? "
__ADS_1