Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Dokter Dadakan


__ADS_3

Dira masuk lagi ke kandang singa itu. Dia tetap tenang dan mempersiapkan apa yang di perlukan. Dan di saat dia mempersiapkan bius untuk singa itu, singa jantan itu mengeram lagi.


Semua yang ada di luar kandang merasakan ketegangan.Begitu juga dengan Albert. Tapi setelah dia mengenal Dira selama ini, dia sedikit paham kalau Dira tidak akan melakukan apapun tanpa persiapan yang matang.


Jadi saat dia sudah mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu, Dira pasti yakin pada dirinya sekarang.


" Apapun kelebihan kamu lagi, aku harap itu tidak membuat jantung aku bermasalah nanti. Selama aku mengenal kamu, sudah sangat sering kamu membuat aku kaget dan membuat Jantung aku seperti berhenti berdetak. Jadi nanti kamu harus bertanggung jawab untuk hal ini. "


Albert berkata begitu di dalam hatinya dan semua di dengar oleh Dira. Tapi dia mengabaikan semua itu, Dira ingin fokusnya hanya pada Asa. Singa jantan yang sedang kesakitan itu bernama Asa.


" Asa.. kamu harus aku suntik sebentar. Ini tidak akan begitu menyakitkan. Kamu akan tertidur sebentar dan nanti kamu akan bangun dalam keadaan sehat. Percayalah pada aku. Aku akan berusaha menyelamatkan kamu. "


Ucap Dira dalam pikirannya untuk menyampaikan pada Asa. Dira melakukn semua dengan cepat dan Asa sudah berhasil di bius dan tertidur saat ini.


Setelah itu dia mengeluarkan alat alatnya dan melubangi sedikit di sebelah hidung Asa. Setelah itu Dira memasukan alat dan mulai mencari dimana sumbatan itu terdapat.

__ADS_1


Saat Dira hampir mendapatkanya, binatang di sekitar kandang itu tiba tiba berisik. Dan membuat konsentrasinya buyar. Jadi dia menatap tajam kearah binatang itu dan melihat apa yang sedang terjadi.


Ternyata ada anak buah Albert yang bertugas memberikan makanan datang kesana tanpa tau keadaan di dalam sana sepeti apa. Dia datang dengan membawa makanan untuk para peliharaan Albert.


Saat mata anak buah Albert melihat Dira. Dia seketika merasa ketakutan. Dia melihat Dira yang menatap dirinya tajam. Seolah dia sudah melakukan kesalahan yang amat besar saat itu.


" Apa... apa.. apa salahku? "


Anak buah Albert langsung diam tidak bersuara lagi. Albert sudah memerintahkan anak buah yang lainnya agar membawa orang itu keluar dulu.


Albert sudah memerintahkan anak buahnya tapi tertahan oleh perintah Dira berikutnya.


" Tidak usah. lanjutkan memberi mereka makan. Jangan ditunda atau mereka akan semakin ribut nanti. "


Lalu Dira menatap semua peliharaan Albert disana sebelum melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


" Kalian, bila masih ingin tetap hidup, tetap diam dan tuggu jatah makan kalian dengan tenang. "


Dira hanya mengatakan kalimat pendek dengan nada yang rendah. Tapi semua binatang itu mematuhi apa yang Dira katakan.


" Akhirnya aku bisa tenng juga menyelesaikan ini semua. Aku rasa bila Asa bertemu Chupa, mereka akan menjadi teman baik. Tapi Chupa dengan sikap cemburuanya, apa akan menerima Asa ya? Kepada manusia saja dia cemburu begitu. Bagaimana dengan binatang. "


Dira melanjutkan semua pekerjaannya dan berhasil menyelesaikan semua tindakan pertolongan dia kepada Asa.


Saat dia keluar, Dira di sambut oleh Albert dengan wajah datarnya.Dira tau kalau Albert akan marah padanya. Tapi Dira memang tidak bisa mengabaikan apa yang sudah dia lihat tadi.


" Ayo pergi. "


Dira di ajak pergi dari tempat itu dan berjalan menuju halaman di belakang yang sebelumnya ingin mereka datangi.


" Bagaimana cara kamu mengenal mendiang istri aku Dira? "

__ADS_1


Pertanyaan tiba tiba dari Albert yang Dira dengar itu membuat dia agak kaget. Karena sebelumnya Dira tidak mendengar apa yang Albert katakan di pikirannya.


__ADS_2