
Dira selesai mengucapkan semua itu, dia lalu memotong leher dari panglima tersebut. Semua terjadi tepat di hadapan Tolvar dan yang lainnya. Dan gerakan Dira itu sangat jelas di mata mereka. Walaupun tidak ada siksaan yang di lakukan oleh Dira, tapi tindakan Dira yang membunuh mereka dengan sangat tenang itu sangat menakutkan untuk Tolvar dan yang lainnya.
" Kalian yang masih selamat, ayo masuk kedalam bersama. Apa kalian masih bisa berjalan? "
" Kami akan saling membatu nona. "
Dira menganggukan kepalanya saja. Lalu menggambil hp miliknya dan menghubungi Angga.
" Pa.. aku perlu bantuan saat ini. Tolong kirim beberapa mobil box dan beberapa anak buah papa untuk membersihkan kekacauan di tempat aku sekarang. Aku mau besok pagi semua sudah kembali seperti semula. "
Angga tau apa yang di maksudkan oleh putrinya. Karena Angga ataupun Raka selalu mendapatkan info tentang hal ini. Angga dan Raka ingin ikut dalam misi. Tapi Dira tidak mengijinkan. Karena saat ini perusahaan mereka sedang di kacaukan oleh seseorang yang ingin menguasai perusahaan itu.
Bahkan Alvin juga sangat sibuk walau ibunya sedang sakit. Tapi Alvin tetap berkerja agar bisa membuktikan kalau dirinya bisa berubah dan punya tanggung jawab.
Setelah percakapan singkat Dira dengan Angga, dia melihat Albert sedang memperhatikan sesuatu di jarak yang cukup jauh dengan dirinya. Dan itu menarik perhatian Dira.
__ADS_1
" Sedang apa Al? "
" Aku merasa ada yang salah dengan hal ini. "
Dira ikut berjongkok di sebelah Albert dan memperhatikan tubuh pengawal yang sedang di lihat Albert.
" Kenpa? "
" Ini. Tanda ini. Tanda seperti ini hanya di miliki oleh kelompok mafia yang menjual barang terlarang di luar negri. Black horse. Tapi kenapa mereka memiliki tanda ini? Apa kelompok itu sudah berada di negara ini?"
" Aku rasa mereka memang sudah mulai membangun pondasi di negara ini. Dan keluarga kerajaan berkerjasama dengan mereka. Kita harus lebih hati hati sekarang. "
Albert setuju dengan hal itu. Sekarang Dira dan Albert sedang bingung mencari binatang peliharaan mereka. Dira takut bila Chupa juga terluka saat ini. Karena melihat dari kondisi semua anak buah yang bertempur tadi, kondisi mereka tidak ada yang baik baik saja.
" Chupa.. Asha.. "
__ADS_1
" Kita kedalam dulu, aku pikir mereka disana untuk melindungi Yasmin seperti kata kamu. "
Dira baru ingat akan hal itu. Dia meminta mereka mundur saat kondisi sudah tidak baik lagi. Dan harus melindungi Yasmin saja.
" Baiklah. "
Dira masuk kedalam rumah dan melihat banyak sekali anak buah mereka yang terluka. Jadi Dira mulai membagikan ramuan yang dia buat sebelumnya itu. Dan akan mengobati Syan terlebih dahulu agar bisa membantu dirinya mengobati yang lainnya.
" Syan. minum ini dan setelah itu buka baju kamu. Aku akan mengeluarkan darah kotornya sekarang."
Dira lupa kalau harus memastikan Chupa dan Asha saat ini. Saat dia melihat banyak orang yang kesakitan, pikirannya langsung teralihkan. Dan Albert mengambil alih semua itu. Dia harus memastikan Chupa dan Asha serta Yasmin baik baik saja.
Saat dia memasuki tempat Yasmin berada, Albert mendengar ada geraman marah dari Asha dan Chupa. Jadi Albert bergerak perlahan untuk memastikan ada apa sebenarnya. Dan saat dia sampai dia melihat seseorang yang ingin menyelinap keluar dari tempat itu.
" Siapa kau..? "
__ADS_1